RENUNGAN – KEMATIAN


Persitiwa kematian Sang Ustad Muda di kampungku jadi penomenal, banyak yang ngga percaya, kalimat yang keluar mulut banyak orang, innalillahi wa inna ilahi roji’un, pakde percaya nggak tadi pagi saat test (diambil darah) masih ketawa ketiwi, seolah ga ada penyakitnya, ehhhh 2 jam kemudian kok yaa meninggal dunia.

Mari kita merenung cerita berikut ini :

Ketika Baginda Kanjeng Nabi Muhammad saw : duduk dengan banyak sahabat, beliau bertanya wahai sahabatku, menurutmu siapakah orang yang paling pandau di dunia ini ?, orang yang hafal al-quran, ada yang jawan enkau yaaa Rosulullah……dsb

Baginda Nabi menjawab : “orang yang pandai di dunia ini adalah orang selalu mengingat kematian dan dia mempersiapkan diri untuk menyambut kematian itu”.

Coba renungkan, secara logika kita akan mengatakan bahwa orang yang pinter itu adalah orang sekolah S1, S2, S3 bahkan sudah bergelar profesor. Namun menurut Agama islam bukan itu orang yang pandai/pinter, justru bisa saja orang yang ngga pernah sekolah, maap tukang becak, pemulung bisa jadi mreka ini yang dikatagorikan sebagai orang yang pinter versi agama.

Mari kita perhatikan firman-firman Allah Ta’ala berikut ini:

1. إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ

“Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula)”. (Surat Az Zumar: 30).

 

2. كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahala kalian”. (Surat Ali `Imran: 185).

 

Dari  2 ayat diatas kita dapat menyimpulkan bahwa, setiap manusia akan merasakan peristiwa kematian, tak satupun makhluk di dunia ini yang tak merasakan kematiaan.

 

Sedangkan ayat di bawa, mempertegas :

3. أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ

“Di mana pun kalian berada, kematian akan mendapatkan kalian, kendatipun kalian berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh” (Surat An Nisa’: 78)

 

4. قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْتَعْمَلُونَ

“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kalian lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kalian, kemudian kalian akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia memberitahukan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan”. (Surat Al Jumu`ah: 8).

“Sesungguhnya segala yang bermula itu akan berakhir, setiap yang kuat itu memiliki kelemahan dan setiap yang hidup pasti akan mati”

 

Ayat di atas dapat kita simpulkan, kematian itu tak daoat kita majukan atau kita undur sedetikpun, bila datang waktunya kita tak dapoat menghalangi walopun kita berada di dalam benteng yang kokoh sekalipun.

 

Yang menjadi renungan kita adalah, bagaimana proses tercerabutnya nyawa kita keluar dari jasanya, kanjeng nabi sendiri saja merasa betapa dahsyadnya proses kematian itu, hingga banyak para ulama ulama jaman dahulu yang selalu menangis apabila mereka membaca ayat ayat tentang kematian, mengapa ?

Karena KEMATIAN bukanlah akhir dari sebuah kehidupan, kematian adalah awal dari perjalanan hidup kita yang kekal di akherat kelak, nah persiapan untuk menuju kehidupan abadi itu, hanya orang yang pinter menurut ISLAM saja yang akan selamat dan menikmati indahnya surga yang dijanjikan gusti Allah.

 

Saudaraku, marilah kita cerdaskan diri untuk menyambut kamatian yang ga tahu kapan menjemput kita, siap atau tidak kalo sudah waktunya, bismillah lepas nyawa dari badan kita, tak ada tawar menawar, tak ada kong kalikong, ta ada tunggu menunggu, karena malaikat sebagai penjemput nyawa kita tak memiliki napsu seperti manusia, Allahu Akbar.

Saudaraku, marilah kita persiapkan keamtian itu dengan :

  1. Istiqomah menjalankan ibadah yang telah digariskan agama
  2. Membiasakan diri untuk sedekah, karena dgn sedekah itulah tabungan kita menuju akherat, jangan terbalik setelah meninggal justru sedekah (dgn pesan, nak, pak, bu, bila aku meninggal semua hartaku berikan pakir miskin, preeettttt telaaat bung !)
  3. Menjauhkan diri dari Ghibah dan pitnah, karena perbuatan ghibah dan pitnah, ibarat kayu bakar yang kena api, pahala pahala kita hangus tak tersisa.
  4. Selalu ingat kekurangan diri kita dengan membaca  asmaul husnah, istighfar dan membaca al quran serta sholat sunnah

 

Ada baiknya mumpung masih ramadhan mari kita renungkan hadist dibawah ini :

“Ada tiga orang yang doa mereka tidak ditolak oleh Allah: Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai ia berbuka, dan doanya orang yang terzalimi.” (HR. Al-Tirmidi, Ahmad, Ibnu Majah. Dishahihkan Syu’aib al-Arnauth dalam Tahqiq al-Musnad)

 

Perhatikann juga doa doa orang dahulu ketika ramadhan :

Ya Allah serahkanlah aku kepada Ramadhan, dan serahkan Ramadhan kepadaku, dan Engkau menerimanya daripadaku dengan rela.

 

Semoga yang sedikit ini dapat menenytramklan hati kita

 

Wassalamu’alaikum wr.wb.

 

Pakde Azemi

Tak Pernah Murung karena selalu Untung punya Gusti Allah

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s