PILWALI ojok gawe DOLANAN ………………


Sebentar lagi suroboyo akan ada PILWALI (juni 2010), banyak calon sudah tebar pesona
yang tadinya ga terkenal, langsung tancap gas acungkan bendera sebagai
AREK SUROBOYO padahal namanya saja ga nge-klik dengan sebutan “CAK SUROBOYO”
macam macam nama muncul menghiasi baliho beraneka ukuran bertebaran di seluruh
sisi kota surabaya.

apa pengennya arek suroboyo.

dalam perjalanan naik angkot, timbul keingintahuan soal PILWALI kota surabaya,
disamping kiriQ, pegawai lepas sebuah expedisi kapal laut di jl. perak saat itu
lagi serius membaca poster poster di pinggir jalan.
aQ : “mas sampean, penduduk suroboyo ya ?”
pegawai : “ya pak, kenapa?”
aQ : “ga, kok serius amat membaca baliho CAWALI suroboyo!”
pegawai : “waa, ga pak,cuman iseng ae kok!”
aQ : “kalau sampean milih, entar kiro kiro jago sampean sapa?”
pegawai : “waahhh, ga kebayang pak, sekarang!”
aQ : “kok begitu, apa sampean ga tertarik dengan incumbent”
pegawai : “asli, saya kurang sreg pak!”
aQ : “kan hasilnya da sampean liat sekarang!”
pegawai : “mereka ga cocok dengan janjinya dulu!”
aQ ” “emang janjinya dulu apa?”
pegawai : “membantu, wong cilik!”
aQ : “kan sudah, buktinya wok cilik berobat ga bayar!”
pegawai : “sampean ga tahu, kalau SATPOL PP, itu sekarang beringas nang wong cilik!”
” PKL di obrak obrak, bangunan pinggir kali dibongkar tanpa solusi”
aQ : “PILWALI nanti, sampean apa mau GOLPUT?”
pegawai : “ohh, ga pak, saya akan milih, tapi kudu kasih saya duit!”
aQ : “kalau nanti, ternyata mereka jelek kinerjanya gimana!”
pegawai : “sama aja pak, semua pasti kurang bagus, kalau jelek mereka pasti di demo!”
aQ : “eaalaahh, cak cak, lak ga maju maju suroboyo”

dalam perbincangan lain di pasar Blauran, saat cangkrukan di ES DAWET ning Sumik. sebelahQ
MANTAN SUPIR ANGGUNA (mansop), yang sekarang nganggur karena angguna da ga laku di jual alias
hidupnya ga da yang ngurusi.
dalam perbincangan :
aQ : “mas, sampean asli suroboyo?”
mansop : “bener pak, kenapa?”
aQ : “ga apa apa, cuman pengen tahu aja!”
mansop : “ohhhh”
aQ : “mas, sebentar lagi PILWALI, sampean da punya jago?”
mansop : “sak penake aee, pak, pokok milih…..”
aQ : “sopo kiro kiro sing pantes mimpin suroboyo iki, mas?”
mansop : “sing penting isok wenehi kaos, sangu kampanye, yoo iku”
aQ : “kok gitu mas?”
mansop : “wes ga pa pa pak, seperti itu yang saya pilih, gratisan NO!”
aQ : “kalau nantinya, ternyata pilihan sampean tukang AMBIL ANGGARAN?”
mansop : “itu urusan mahasiswa, sing DEMO!”
aQ : “haaaaaa!”

Dari dua sample yang tidak dapat dipakai sebagai acuan tersebut, tetapi tidak tertutup kemungkinan.
Bukan hanya mereka saja yang punya ide ide seperti itu.
mereka ga urus bagaimana bagaimananya kota nanti, sapa yang mimpin nanti, yang penting
mereka dapat duit,kaos dan atribute lainnya saat kampanye yang paling besar kasih yaaa
itu mereka pilih. kalau yang mereka pilih nantinya ga bener misalnya korupsi, tukang
gusur. pastilah kerjaan MAHASISWA DEMO………..

kalau betul itu ide serius, betapa kota ini akan menjadi karut marut akibat keengganan
masyarakatnya untuk sabar menentukan dengan hatri yang penuh keyakinan dan memilih
calon yang bener” memiliki kompetensi memimpin kota SUROBOYO.
DEMO menjadi acuan mereka bila pilihannya salah, mahasiswa didorong untuk terus DEMO
akibat salah mereka memilih, padahal perilaku menyimpang terletakl pada PEMILIHnya
bukan MAHASISWAnya. Mahasiswa sebagai pengawal konstitusi akan selalu menyuarakan
kebenaran, menentang ke sewenang wenangan, namun perilaku DEMO pada dasarnya diakibatkan
oleh cara berfikir menyimpang dari warga kotanya.
semoga cara berfikir menyimpang seperti yang terganbar dalam dialog pakde dan masyarakat
pingguiran tidak menjadi kenyataan,
semogaaaaaaaaaaaaaaaa…………..

Pakde Azemi: 19 Pebruari 2010
parikan KONYOL :
nang Suroboyo maem semanggi, dipangan nang pinggir kali
arek suroboyo kudu semangat tinggi, mikirno suksese PILWALI

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s