Kata Bapak-Q Jangan Kamu Bolak Balik………..


Setelah turun dari masjid selesai sholat subuh, sudah menjadi kebiasaan keluarga untuk membuka forum pengajian keluarga. Saat itu tak seperti biasanya bapakQ mengajak bincang serius mengenai, cara mengeluarkan harta/sodaqoh,

Perbincangan dengan bapak-Q
Bapak-Q : Leh ! (azemi), kalau kamu nanti sudah berkeluarga, tolong jangan berdo’a untuk minta kaya
aQ : Kenapa, Pak ?”
Bapak-Q : “bukan dilarang berdo’a untuk minta kaya, tetapi ketahuilah bahwa beban orang kaya itu lebih banyak dibandingkan orang biasa saat dunia lebih lebih nanti di akherat, karena pertanyaan lebih banyak.
aQ : “kenapa begitu, Pak?”
Bapak-Q : “karena dalam harta itu ada hak fakir miskin, pertanyaan apakah sudah diberikan”
Bapak-Q : “kalau kamu berdo’a minta kaya, siapkan mental, hati dan Lidah kamu”
aQ : “kenapa Pak ?”
Bapak-Q : “tetkala kamu kaya, yang dulu bukan teman ngaku teman, yang dulunya bukan saudara mengaku saudara, pokoknya kamu harus siap direpoti orang lain, karena mereka anggap kamu bisa jadi tumpuhan mereka.
Saat itulah mental (hati) dan lidah kamu di uji oleh Allah, mampukah kamu dijadikan tumpuhan orang yang membutuhkan bantuan dari kamu.
Kalau kamu tak kuat, maka akan keluar kata kata kasar atau kamu menghindar dari mereka, padahal makin kamu memberikan, rejeki Allah akan bertambah bagaikan pohon yang beranting, tiap ranting tumbuh 10 ranting dan seterusnya.
Bapak-Q : “Leh ! (azemi), banyak orang setelah kaya, jauh dari saudara kandungnya sendiri, kalau saudara pingin silaturahim, dikira mau minta/pinjam duit, ini membuat pekewuh (sungkan) saudaranya untuk silalturahim, belum lagi pasangannya tak mendukung nilai kebaikan, menambah terputusnya silaturahim, belum lagi kerabat agak jauh…. Wuuushhtttt.

Sambil nyeruput Kopi Tubruk buatan Ibu-Q. dan roti mariyam di cocol dengan gulai kambing, bapak-Q melanjutkan percakapannya :

Bapak-Q : “kenapa Bapak berikan ini kepada kamu?”
aQ : “ga tahuuuuu!”
Bapak-Q : “Jangan kamu bolak balik cara memberikan harta /sodaqoh milik kamu
coba kamu perhatikan ayat al-quran di bawah ini

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebaktian, akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah kebaktian orang yang beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat, dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
QS. al-Baqarah (2) : 177

Pembicaraan dilanjutkan :
Bapak-Q : “kenapa bapak menegaskan ini untuk kamu ?. Karena bapak takut nanti kamu bolak balik seperti orang melaksanakan rukun islam, puasa tapi ga sholat, belum zakat sudah HAJI, opo tumon ? inilah yang bapak takutkan, kamu membaca Perintah Allah itu sak sak enak’e udelmu (seenak kamu)”.
Ingat ga kamu dengan ayat : Selamatkan dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka!.

Ayat ini mengandung tanggung jawab Keluarga yang sugih (mampu), harus dapat menempatkan kerabatnya : bapak, ibu, kakak, adik untuk bisa melaksanakan ibadah dengan sempurna, misalnya bagaimana sarungnya, bagaimana mukenahnya, sudahkah kamu berikan uang agar mampu sekolah, agar mampu mandiri dll.

Jangan di bolak balik :
Keluarganya masih KERE, ehhhh justru orang lain diberikan harta bermewah-mewah, akibatnya orang lain memuja dirinya, sedangkan keluarganya justru terhina didepan orang lain.
Ini yang bapak maksud memberikan harta kebolak balik (salah urutan)
Semoga kamu bisa merenungi yang satu ini !!!!
Coba kamu perhatikan di TV, koran Bagaimana banyaknya orang membantu anak YATIM padahal kelaurganya masih kekurangan (yatim itu urutan no 2)

Ada beberapa hal yang perlu perhatikan saat kamu berkeluarga nanti :
1. Jangan kamu memusuhi keluarga kamu yang kurang mampu, datangi mereka karena mungkin mereka malu untuk datang kepada anda.
2. Jangan kamu sembunyi sembunyi dari pasanngan, saat kamu memberikan sesuatu kepada keluarga, karena ini akan menyebabkan preseden buruk pada keluarga kamu nanti.
3. Angkat bapak ibu (juga mertua), kakak, adik (termasuk ipar) apabila mereka membutuhkan bantuan.
4. Setelah keluarga / kerabat sudah kamu penuhi, maka melanghkahlah keluar dari keluargaMU.

Sekian sekedar pencerahan semoga bermanfaat

Dibuat di Surabaya 19 pebruari 2010
Sambil nyeruput Kopi Cap Kapal Nabi NUH !

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s