Catatan Abah Heri: Memperkenalkan : Ujub (Penyakit Hati bagian 1)


Ujub adalah bangga terhadap diri dan apa yang dilakukan tanpa menganggap rendah orang lain.Menurut Sufyan Ats-Tsauri sifat ujub adalah kekegumanmu pada dirimu sendiri , sehingga kamu merasa bahwa kamu lebih mulia dan lebih tinggi derajatnya dari saudaramu. Padahal bisa jadi kamu tidak beramal dengan benar seperti dia, atau barangkali dia lebih wara’ darimu terhadap hal-hal yang diharamkan Allah dan lebih tulus amalnya.

Ujub berbeda dengan sombong, karena sombong adalah sifat seseorang dimana ia hanya dengan dirinya tetapi tidak sampai meremehkan orang lain..sehingga bisa dibilang ujub lebih parah dari sombong, dan ada pula yanglebih parah dari kedua hal ini yaitu takabur. Berhati-hatilah Ujub bisa menghancurkan amal sholeh yang telah kita perbuat..

Macam-macam ujub, antara lain adalah..
1.Ujub dengan fisiknya, yaitu dengan merasa dirinya lebih baik, lebih cantik, lebih segala-segalanya..

2.ujub dengan kekuatannya, yaitu dengan merasa diri lebih kuat hingga tidak perlu bantuan orang lain…

3.Ujub dengan intelektualitasnya, yaitu dengan merasa diri lebih cerdas, lebih pintar..

4.ujub dengan nasabnya, yaitu dengan merasa golongannya lebih baik..

5.ujub dengan hartanya, yaitu dengan merasa dirinya lebih kaya, lebih mampu..

6.ujub dengan pendapat yang salah, yaitu dengan merasa dirinya paling benar meskipun sebenarnya salah..

Sebab-Sebab Ujub

1. Faktor Lingkungan dan Keturunan .Yaitu keluarga dan lingkungan tempat seseorang itu tumbuh.

2. Sanjungan dan Pujian yang Berlebihan. Sering kita temui sebagian orang yang terlalu berlebihan dalam memuji hingga seringkali membuat yang dipuji lupa diri.

3. Bergaul Dengan Orang yang Terkena Penyakit Ujub. Teman akan membawa pengaruh yang besar dalam kehidupan seseorang . “Perumpamaan teman yang shalih dan teman yang jahat adalah seperti orang yang berteman dengan penjual minyak wangi dan pandai besi.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

4. Kufur Nikmat dan Lupa Kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menceritakan kepada kita kisah Qarun. Qarun berkata: “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”. (Al-Qashash: 78)

5. Menangani Suatu Pekerjaan Sebelum Matang Dalam Menguasainya dan Belum Terbina Dengan Sempurna

6. Jahil dan Mengabaikan Hakikat Diri (Lupa Daratan)
Sekiranya seorang insan benar-benar merenungi dirinya, asal-muasal penciptaannya sampai tumbuh menjadi manusia sempurna, niscaya ia tidak akan terkena penyakit ujub.

7. Berbangga-bangga Dengan Nasab dan Keturunan.

8. Berlebih-lebihan Dalam Memuliakan dan Menghormati
. Dalam sebuah hadits riwayat Abu Dawud, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Barangsiapa yang suka agar orang-orang berdiri menyambutnya, maka bersiaplah dia untuk menempati tempatnya di Neraka.” (HR. At-Tirmidzi, beliau katakan: hadits ini hasan)

9. Lengah Terhadap Akibat yang Timbul dari Penyakit Ujub
Sekiranya seorang insan menyadari bahwa ia hanya menuai dosa dari penyakit ujub yang menjangkiti dirinya dan menyadari bahwa ujub itu adalah sebuah pelanggaran, sedikitpun ia tidak akan kuasa bersikap ujub.

Dampak ujub

1. Jatuh dalam jerat-jerat kesombongan, sebab ujub merupakan pintu menuju kesombongan.

2. Dijauhkan dari pertolongan Allah. Allah Subahanahu Wata’ala berfirman:
“Orang-orang yang berjihad (untuk mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (Al-Ankabut: 69)

3. Terpuruk dalam menghadapi berbagai krisis dan cobaan kehidupan.

4. Dibenci dan dijauhi orang-orang. Tentu saja, seseorang akan diperlakukan sebagaimana ia memperlakukan orang lain. Jika ia memperlakukan orang lain dengan baik, niscaya orang lain akan membalas lebih baik kepadanya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa).” (An-Nisa’: 86)

Namun seseorang kerap kali meremehkan orang lain, ia menganggap orang lain tidak ada apa-apanya dibandingkan dirinya. Tentu saja tidak ada orang yang senang kepadanya. Sebagaimana kata pepatah ‘Jika engkau menyepelekan orang lain, ingatlah! Orang lain juga akan menyepelekanmu’

5. Azab dan pembalasan cepat ataupun lambat. Seorang yang terkena penyakit ujub pasti akan merasakan pembalasan atas sikapnya itu. Dalam sebuah hadits disebutkan:
“Ketika seorang lelaki berjalan dengan mengenakan pakaian yang necis, rambut tersisir rapi sehingga ia takjub pada dirinya sendiri, seketika Allah membenamkannya hingga ia terpuruk ke dasar bumi sampai hari Kiamat.” (HR. Al-Bukhari)

Cara-cara agar terhindar dari ujub ini, antara lain..
1.selalu ingat akan hakikat jiwa manusia
2.selalu ingat akan hakikat dunia dan akhirat
3.selalu ingat akan nikmat-nikmat Alloh
4.mengingat akan mati
5.taddabur ayat-ayat Al-Qurán
6.selalu ingat dengan orang-orang yang sakit ataupun lebih rendah atau dibawah kita
7.memutuskan hubungan dengan orang-orang yang membanggakan dirinya dan
mencari orang-orang yang baik, selalu mengingat Alloh, zuhud..
8.bedoá kepada Alloh agar kita terhindar dari sifat ini..

Dengan begitu kita harus berhati-hati dari sifat ujub ini, dan hendaknya kita memberikan nasihat kepada orang-orang yang terkena penyakit ujub ini, yaitu orang-orang yang menganggap hebat amal mereka dan menyepelekan amal orang lain.

Dari Berbagai sumber
Abah

Iklan

1 Komentar

  1. astaqfirulloh……banyak2 beristiqfar nie setelah baca nasehat dari P’De azemi….
    terimakasih P’de, memang perkara hati gampang2 susah,…musti selalu membaca dan mendengar kisah yang penuh nasehat…


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s