Catatan Abah Heri: KENALI RIYA’ DAN SUM’AH (Penyakit hati bahagia II)


Saudaraku, ada kecenderungan tinggi dari hawa nafsu setiap hamba untuk mendapat pujian, penghormatan, pengakuan , sanjungan atau apapun bentuknya, dan ia akan selalu mencari peluang untuk menyelinap kedalam hati. Sehingga kita sudah mengira bahwa apa yang telah kita lakukan tela memenuhi kriteria ikhlas , padahal sebenarnya kita sudah terseret dalam arus sum’ah bahkan riya

Riya’ (pamer penglihatan) dan Sum’ah (pamer pendengaran) merupakan salah satu penyakit hati yang membuat seseorang ingin memperlihatkan amalnya kepada orang lain dengan tujuan mendapatkan kehormatan, kedudukan, pujian atau hal-hal yang bersifat keduniaan dari orang lain. Jika seseorang beramal dengan tujuan untuk dilihat orang lain maka itu dinamakan riya’. Yang perlu diwaspadai karema riya’ dan sum’ah ini samar sekali. Sehingga tidak terasa oleh kita.

Tanda-tanda orang yang bersikap riya’ dan sum’ah yaitu rajin dan melipatgandakan amal sholih jika mendapat pujian atau berada di antara orang banyak tetapi malas dan enggan beramal saleh jika tidak mendapat pujian atau tidak ada orang lain yang melihatnya. Termasuk orang yang riya’ dan sum’ah yaitu tidak melanggar larangan Allah swt jika berada di antara orang banyak dan melanggarnya ketika sedang sendirian.

Di antara jenis riya’ ialah sebagai berikut.

1). Riya Yang Berkaitan Dengan Badan
Misalnya dengan menampakkan kekurusan dan wajah pucat, untuk menampakkan bahwa ia rajin berpuasa.

2). Riya Dari Sisi Pakaian
Misalnya, mengenakan pakaian jenis tertentu agar dikatakan sebagai orang alim atau seorang ulama.

3). Riya Dengan Perkataan
Umumnya, riya’ seperti ini dilakukan oleh orang-orang yang menjalankan agama. Yaitu dengan memberi nasihat, memberi peringatan, menghafalkan hadits-hadits dan riwayat-riwayat, dengan tujuan untuk berdiskusi dan melakukan perdebatan, menampakkan kelebihan ilmu, berdzikir dengan menggerakkan dua bibir di hadapan orang banyak,

4). Riya’ Dengan Perbuatan
Seperti riya’nya seseorang yang shalat dengan berdiri sedemikian lama, memanjangkan ruku, sujud dan menampakkan kekhusyu’an, riya’ dengan memperlihatkan puasa, perang (jihad), haji, shadaqah dan semacamnya.

BAHAYA RIYA

a. Bagi orang orang Muslim, riya’ lebih bahaya dari fitnah Al Masih Ad Dajjal

b. Riya’ lebih besar bahayanya dari serigala yang mengintai kambing.

BAHAYA RIYA ‘ BAGI AMAL PERBUATAN

a. Menyia nyiakan amal shalih, dari pengaruh baiknnya dan tujuan luhurnya
b. Membatalkan amal shalih dan meleburnya

BAHAYA RIYA BAGI UMAT DAN INDIVIDU
a. Riya’ adalah syirik khafi.
b. Riya’ mewariskan kehinaan dan kekerdilan.
c. Riya’ menghalangi pahala akhirat.
d. Riya’ menambah kesesatan.
e. Riya’ menyebabkan kehancuran umat.

PERKARA YANG DISANGKA RIYA PADAHAL BUKAN !

1). Pujian Manusia Untuk Seseorang Terhadap Perbuatan Baiknya
Dari Abu Dzar, dia berkata : Ditanyakan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Beritakan kepadaku tentang seseorang yang melakukan amalan kebaikan dan orang-orang memujinya padanya!” Beliau bersabda : “itu adalah kabar gembira yang segera bagi seorang mukmin” [HR Muslim, no. 2642,)

2). Giatnya Seorang Hamba Melakukan Ibadah Pada Saat Dilihat Oleh Orang-Orang Yang Beribadah
bahwasanya setiap mukmin menyukai beribadah kepada Allah Ta’ala, tetapi terkadang banyak kendala yang menghalanginya. Dan kelalaian telah menyeretnya, sehingga dengan menyaksikan orang lain itu, maka kemungkinan menjadi faktor yang menyebabkan hilangnya kelalaian tersebut, Oleh karena itu hendaklah kita berada dalam jama’ah.

3). Membaguskan Dan Memperindah Pakaian, Sandal Dan Semacamnya
Di dalam Shahih Muslim, dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda.
“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan seberat biji sawi”. Seorang laki-laki bertanya : “Ada seseorang suka bajunya bagus dan sandalnya bagus (apakah termasuk kesombongan?)”. Beliau menjawab : “Sesungguhnya Allah Maha Indah dan menyukai keindahan kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia” [HR Muslim no. 2749,]

4). Tidak Menceritakan Dosa-Dosanya Dan Menyembunyikan
Ini merupakan kewajiban menurut syari’at atas setiap muslim, tidak boleh menceritakan kemaksiatan-kemaksiatan

5). Seorang Hamba Yang Meraih Ketenaran Dengan Tanpa Mencarinya

OBAT RIYA’

adapun obatnya antara lain adalah:
Hendaklah seseorang itu mengilmui dengan yakin bahwa dirinya adalah sekedar hamba Allah, sedangkan hamba itu tidak berhak menuntut pemberian atau balasan, sebab dia beramal itu hanya karena tuntutan peribadahan saja.

Hendaklah seorang hamba dalam beribadah kepada-Nya dengan penuh cinta, memohon pahala, dan takut terhadap murka-Nya.

Senantiasa instropeksi terhadap amalan, apakan dilakukan dengan ikhlas atau riya’.

Selalu mohon ampun pada Allah dan berlindung dari riya’.Memperbanyak ibadah sunnah yang terjauh dari pandangan manusia, seperti shalat malam, shadaqah siriyyah (sembunyi-sembunyi), menangis karena takut kepada-Nya, dan sebagainya.

Mengenali riya’ dan penyebabnya, hingga bisa mewaspadai datangnya.Senantiasa memperhatikan akibat riya’ baik di dunia dan akhirat.

Selalu berdoa pada Allah agar ditetapkan hatinya di atas ketaatan kepada-Nya.

Mudah-mudahan dengan mengenal apa itu riya’ dan sum’ah dan segala akibatnya akan menghindri kita daripada penyakit hati tersebut. Amin.

Dari Berbagai Sumber.

Iklan

1 Komentar

  1. I think that is one of the such a lot significant info for me.
    And i’m glad reading your article. However should remark on few basic things, The web site style is ideal, the
    articles is really excellent : D. Just right process, cheers


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s