Catatan Abah Heri: Kedukaan yang mendalam setelah pemakaman Sayyidatina Khadijah (Renungan Malam Jum’at)


Setelah acara pemakaman Sayyidatina Khadijah selesai, Sayyidatina Fatimah dan Imam Ali a.s berdoa sambil menangis….Sy.Fatimah menciumi batu nisan ibunya. Kemudian terdengar suara lirih merintih :

Ummah…Ummah….ya Ummah….
Alhamdulillah wasiatmu telah aku sampaikan
Dan suamimu telah menunaikannya
Ya…Ummah…
Aku rela akan kepergiannmu
Namun aku masih terlalu kecil untuk kau inggalkan
Aku belum mampu tuk berpisah denganmu
Dan berpisah dari kasih sayangmu..
Ku ucapkan terima kasih akan semua keikhlasanmu
Akan jerih payahmu dikala mengandungku
Akan perjuangan hidup matimu saat melahirkanku
Akan setiap tetes air susu yg kau hibahkan kepadaku
Akan deritamu pada setiap luka dilubuk hatiku..

Ya…Ummah…
Baktiku padamu belum sempat aku abdikan
Taatku padamu belum sempat aku laksanakan
Belaian apa yang dapat menentramkan jasadmu…?
Kebahagian apa yang dapat aku berikan selain doa…?

Ya….Ummah….
Mohonkanlah kepada Allah Swt
Agar aku mampu mengatasi kegetiran hidupku ini
Dari kegelisahan akan sirnanya kasih sayangmu
Dari kegoncangan yang menyesakkan dadaku
Dari kehidupan hampa dalam ruang nestapa
Dari selimut duka berbantalkan air mata.

Sy.Fatimah yang masih kecil memeluk ayahnya dengan isakan tangis yang tersisa, dengan suara parah lirih berkaa : “Wahai ayahku ….mohonkanlah kpd Allah Swt, agar ibuku terhindar dari segala siksa didalam kuburnya.”

Rosulullah tak tega melihat kenyataan,betapa terpukulnya perasaan putrinya, dengan perasaan tercekik lehernya karena tak kuasa menjawabnya selain dari berkata “Insya Allah nak….”

=============

Rosulullah Saw selalu membawa Sy.Fatimah ketika shalat dikabah, pada saat sujud datang orang kafir Quraiys, lalu meletakkan isi perut unta dipunggung Nabi Muhammad Saww (Shahih Bukhari juz I kitab wudhu)
Sy.Fatimah menangis berlinang airmata sambil membersihkan kotoran dipunggung Rasulullah Saw itu. Melihat putrinya menangis ,Rosulullah Saw menggendongnya sambil bersabda:
Duhai putriku sayang…
Semua gangguan ini tidak berarti lagi bagiku
Bila dibandingkan dengan kesedihanmu itu nak…
Ketahuilah wahai putriku sayang
Setiap tetes air matamu itu bagiku laksana sebuah anak panah yang menghujam jantungku
Aku mohon hapuslah air mata itu nak…

Kemudian Rosulullah Saw berdoa :
Ya…Ilahi Robbi….Cintailah Fatimah..
Cintailah kepada siapapun saja yang mencintainya..
Musuhilah kepada siapapun yang memusuhinya..
Mampukanlah aku untuk menghiburnya
Sebab sejak kecil hingga akhir hayatnya nanti
Putriku Fatimah ini akan selalu dirundung derita yang tak berkesudahan
Rosulullah Saww memperingatkan sahabatnya dengan sabdanya :
Putriku Fatimah adalah darah dagingku
Siapa yang mencintai Fatimah pasti aku mencintainya
Barang siapa yang membuat Fatimah marah
Maka sesunggguhnya ia telah membuatku marah
Dan yang membuat aku marah
Pasti Allah SWT akan murka kepadanya…..(S.Bukhori juz 7 bab Fadhail Fatimah binti Nabi)

Sumber http://www.facebook.com/note.php?note_id=319234685214&ref=mf

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s