Catatan Azis Setiawan: Berfikirlah untuk Berjalan


Hampir mirip dengki/iri,Sinisme dan Sarkasme. 2 suku kata yang sering kita dengar di dalam keseharian. Secara umum dua kata ini mengandung arti sifat yang mengarah pada kesinisan ataupun keinginan untuk mencela baik secara halus ataupun secara kasar kepada pihak lain dengan maksud apapun.

Secara khusus …
Sarkasme : bentuk Ironi yang mengandung kepahitan serta kekasaran, bentuk ironi yang bersifat mencemoohkan, menyakitkan hati dan selalu ditujukan kepada pihak tertentu.

Sinisme : majas atau gaya bahasa yang menyatakan sindiran secara langsung dan cara pengungkapannya lebih kasar.Dari sini sudah jelas perbedaan yang mendasar arti antara kedua kata ini.
Walaupun sama-sama bertujuan sama :Mencemooh, mencela ataupun menyindir.Terkadang menggunakan pihak lain dengan memujinya,tapi dengan tujuan menjatuhkan orang lain.

Mungkin kita pernah mempunyai sikap seperti ini yang kita tujukan secara langsung pada seseorang , mungkin karena kita tidak suka kepada orang tersebut, merasa dia lebih daripada kita.

Entah itu dalam strata, ilmu, kepiawaan dan lain-lain sehingga kita merasa sedikit kurang suka. Maka timbullah rasa tidak nyaman. Ujung dari sikap ini , Sinis ataupun pengungkapan yang mengarah kesana.Namun apakah hal itu sudah tepat dan lantas kita merasa ya itulah caranya. Menyindir, mencela ( baik secara halus ataupun sedikit kasar ) sehingga kita merasa apa yang ada di benak dan menggantung akan terpuaskan.

Mengapa tidak mencoba untuk menilai kembali diri kita dengan postif. Mengapa dia bisa lebih dari kita, mengapa dia bisa menjadi lebih pintar dan hebat dari kita. Lebih bisa menarik perhatian orang banyak ketimbang kita dan di saat yang sama kitapun mampu seperti dia. Lalu mengapa tidak kita mencoba bersaing secara sehat tanpa harus melahirkan Sinisme dan Sarkasme ?

Tuhan menciptakan manusia dengan segala kesempurnaan diatas makhluk hidup lainnya. Berharap kita sebagai manusia bisa mengolah itu semua dengan kemampuan diri.

Dan dibalik itu semua kita tidak perlu menyimpan rasa iri dan tidak suka dalam diri kita terhadap orang lain , yang tanpa kita sadari itu menimbulkan rasa tidak nyaman. Dan tidak perlu mengungkapakan rasa ketidaknyamanan itu dalam bentuk sindiran, celaan dan cemooh.

Bersikap besar hati akan keadaan diri dan keadaan orang lain akan meringankan kita pastinya dalam berkarya dan mengapresiasikan kemampuan.

Apakah kita mampu ber’apresiasi dengan baik dan membuang jauh-jauh Sinisme dan

Sarkasme ?Apakah kita pernah bersikap sinis terhadap orang lain ?
Jawabannya ada dalam diri kita masing-masing….

Dan apakah tulisan ini juga mengandung Sinisme dan Sarkasme yang terselubung ?
Sama sekali tidak ada , hanya sedikit mengulas sikap seperti apa sebaiknya hidup berdampingan yang sehat.

RENUNGAN:

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.QS. an-Nahl (16) : 125

Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan.
QS. an-Nahl (16) : 127

Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.QS. an-Nahl (16) : 128

Sungguh Adab merupakan separo Akhlak…Semoga Alloh melimpahi kita dengan adab dan etika yang luhur dalam setiap perkataan dan perbuatan Amin
Insya Allah.

Aku ini tidak memiliki dagangan apa pun selain umur yang tertinggal ini,
Mungkin masih agak lama atau hanya tinggal sedikit.
Modalku iaitu usiaku tadi telah habis,
Maka habislah segala-galanya yang aku
pergunakan untuk berdagang tadi.

Jangan kau menambah perkara-perkara yang berdosa yang dimurkai oleh Allah.
Janganlah kau sia-siakan kasih sayang Allah itu
Janganlah disia-siakan hari yang berupa tambahan rahmatNya.
Bersegeralah melakukan amal soleh yang diredhaiNya.

Ingatlah wahai jiwa yang miskin….
Jangan kau sampai tersesat jalan,
Dan ingatlah bahawasanya sehari semalam itu ada 24 jam.
Oleh kerananya pada hari ini wajiblah kau giat dalam beramal soleh sebagai simpanan. Jadi makmurkanlah isi almari tabungmu untuk pergi ke alam akhirat,
Jangan kau tinggalkan kosong melompong tanpa sesuatu apa pun di dalamnya,
Sebab semuanya itu akan menjadi milikmu
Yang akan menyelamatkan dirimu dari azab Allah Taala yang pedih dan amat menyakitkan.

Ingatlah wahai jiwa yang miskin….
Bersegeralah melakukan amal soleh yang diredhaiNya…
Sesungguhnya setiap hembusan yang kau keluarkan melalui hidungmu itu ..
Adalah suatu permata yang tidak dapat dibandingkan harga serta nilainya sebab amat tinggi harganya.

Tidak akan pernah Lurus IMAN seorang hamba..
Sebelum Lurus HATI nya…
Dan…Tidak akan Lurus HATI nya..
Sebelum Lurus LISAN nya……

Inilah PENYAKIT HATI…yang susah ditebak
Dalam tutur kata layaknya santun..
Dalam tulisan layaknya seorang pujangga…
Bersilat Lidah dalam tulisan….
Si Pemberi nasehat utk dunia…

Jadilah :Homo Creator : Manusia adalah makhluk pencipta nilai, berhasilnya setiap karyamanusia disebabkan oleh idenya.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s