Catatan Muhamad Thoriq: TAWAKKAL (bagian kedua)


Jadi ciri manusia yang dapat ridho Allah SWT segala perbuatan ibadah selalu bergegas melaksanakannya tanpa diperintah bahkanberharap selalu kepada Allah SWT setiap saat untuk mendapat ILHAM atau RAHMATNYA. Bahkan mahabbah (cinta) dengan apa-apa yang tertulis didalam laukhilmahfudz dengan dimiliki kesenangan yang hakiki adalah ilmu yang dipelajarinya,karena barang siapa yang mengenal atau memilikiilmu Allah SWT jelas konpensasinya adalah :
1. Penyantun
2. Pemurah
3. memiliki kekuatan, kemuliaan,penuh kasih sayang, mempunyai kewibawaan/kekuasaan, memiliki karunia besar (barokah). Sifat mulia yang pasti akan memiliki mahabbah (cinta pada Allah dan RosulNya) tidak akan membuang-buang waktu baik pagi sampai petang selalu ingin mendekatkan diri dan berkhidmat, berlindung dan berpaling dari kehidupan yang banyak melalaikan ibadah kepada Allah SWT. Semoga Allah SWT memasukkan kita kedalam golongan tawakkal dan ahlinya dan mengurus kita/hamba-hamba yang tetap kedalam istiqomahNya, Amiin Ya Robbal ‘Alamiin. Kemudian kita hubungkan dengan siddiq dan iklas. Yang mana, benar dan iklas tidak bisa kita tinggalkan karena hubungan tawakkal dengan iklas dan siddiq adalah rahasia yang hanya diketahui individu-individu manusia itu sendiri, bahkan oleh siapapun pelakunya hanya pribadilah yang tahu sampai sejauh mana siddiq/iklas.
4 Pelaksanaan
5. Amal
6. Mewujudkan (tahkik)

Dari seluruh maqom agama yang disebut terakhir, siddiqlah yang paling tinggi kedudukannya atau paling mulia. Contoh siddiq dalam taqwa, sabar, syukur serta tawakkal kepada Allah SWT yang tercantum didalam Al Qur’an Surat Al-Baqoroh ayat 177 yang berbunyi Uulaikal ladziina shodaquu artinya
Mereka itulah orang-orang yang shiddiq (benar manusianya)
Kemudian dalam Surat Al Hujurat ayat 15 yang berbunyi :
Innamal mukminuunalladziina aamanuu billahi wa Rasuulihi tsumma lamyartaabuu wa jaahaduu biamwaalihim wa anfusihiim fii sabiilillahi uulaikahumus shoodiquun
Artinya :
Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah mereka yang beriman kepada Allah dan RosulNya kemudian merasa tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah SWT. Mereka itulah orang-orang siddiq (yang benar-benar beriman).
Jadi dengan tegas Allah mengatakan dengan FirmanNya bahkan Allah mencintai kepada manusia yang berjalan pada kebenaran-kebenaran yang dilakukan orang-orang sholeh bahkan tidak berlaku bagi ketentuan Allah SWT bagi manusia-manusia bodoh atau malas untuk belajar, karena kebenaran hakiki
adalah ilmu yang yang dipelajari tidak ada ketentuan yang mengatakan bahwa manusia berhenti belajar dari mencari Ilmu.

Jadi kebenaran yang secara hakiki menurut pandangan Allah SWT harus benar didasari dengan ketentuan-ketentuan ilmu Allah yang diambil dari Kitab Suci Al Qur’an dan Hadis Nabi Muhammad SAW maka akan terungkaplah kebenaran-kebenaran disamping mendapat kebenaran-kebenaran, kita harus melaksanakan dengan kemauan yang dilandasi dengan iklas dan bersungguh-sungguh berjalan dijalan Allah atau berjuang tanpa pamrih sampai hayat dikandung badan, lelah/capai bukan halangan bagi orang-orang yang memburu ridho,cinta/mahabbah kepada Allah SWT. Itulah ciri-ciri orang yang yang berjuang dengan Shiddiq tanpa memikirkan dirinya sendiri, bahkan hari-harinya digunakan untuk selalu m,encari ridho pada Allah SWT karena yakin segala apa yang diperjuangkanpasti akan mendapatkan balasan dari Allah SWT.
(DIKUTIP DARI KITAB MUTIARA ILMU OLEH SYEH ARIFIN BIN ALI BIN HASAN DARI SURABAYA)

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s