Catatan Muhamad Thoriq: TAWAKKAL (bagian pertama)


TAWAKKAL itu ada kaitannya dengan zuhud karena kata-kata tawakkal adalah berserah diri kepada Allah SWT dan tawakkal itu menyempurnakan / memperbaiki dari sifat zuhud (cinta dunia) dan tawakkal sangat erat hubungannya dengan ridho dan qodho atas pengaturan Allah SWT. Kembali berbicara pada bab tawakkal itu tampak pada saat (ASBAB) sebab musabab. Pada saat berbagai hal baik pekerjaan/do’a/me nuntut Ilmu/disakiti orang tetapi hatinya tetap ridho maka ini namanya tawakkal, tetapi pada saat yang diinginkannya tidak terkabulkan maka putus asa (sakit hati) maka manusia itu belum dinamakan tawakkal karena mencapai maqom tawakkal yang benar, ia akan tetap memegang prinsip teguh didalam memegang amanah Allah SWT, sebab tawakkal juga berhubungan dengan kedudukan sabar menerima apa-apa yang luput dari genggamannya/keinginannya karena sifat Allah tidak bersamaan dengan manusia. Sedang seorang hamba yang sabar akan menerima kemuliaan dari Allah SWT sesuai dengan FirmanNya :
Yaa ayyuhalladziina aamanusbiru wa shobiru wa robithu wattaqulloh la’allakum tuflikhuun (Surat Al Imran ayat 200)
Artinya :
Hai orang-orang yang beriman sabarlah dengan kesabaran yang penuh dan tetaplah didalam pendirianmu (agama), tetaplah dengan ketaqwaan maka engkau akan memperoleh kedudukan yang mulia/tinggi.

Jadi jelas sekali kesabaran merupakan kunci didalam mendapatkan kedudukan yang tinggi sekali dan menjadikan kita tentram didalam mengarungi kehidupan di dunia ini dengan melihat hadis Nabi SAW :
Innaloha ma’asshobirin artinya : Sesungguhnya Allah bersama orang-orang sabar.

Jadi jelas sekali ketentuan-ketentuan baik di Kitab Suci Al-Qur’an/Hadist semuanya diberikan kepada kita sebagai petunjuk bagi umat manusia. Jadi sabar dan tawakkal tidak bisa dipisahkan sebab hubungan nya sangat erat sekali bahkan tidak mungkin dipisahkan seperti halnya tubuh dengan nyawa, apabila salah satunya terlepas atau tidak terpakai maka anggota itu dinamakan mati.
Seperti halnya Ilmu tanpa amal, tidak akan bekerja atau aktif, maka dinamakan tiada gunanya.
Bahkan kosong dengan angan-angan yang tidak pernah didapatkan didalam hidup ini. Jadi kedudukan sabar adalah segala kebaikan.
Kita lihat Firman Allh SWT di dalam Surat Al ‘Ashr
Yang Artinya:
Demi masa (waktu) sesungguhnya manusia itu pasti merugi kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholeh dan saling memberi nasehat/wasiat tentang kebenaran dan saling bernasehat atau wasiat tentang kesabaran.

Jadi kalau kita melihat isi yang terkandung didalam surat Al ‘Ashr, kedudukan sabar sangat diutamakan. Hanya orang-orang yang merasa takut/taat kepada Allah yang memiliki hak sabar itu.
Sebab sudah jelas sekali ancaman Allah itu yaitu manusia pasti rugi dengan demikian banyak manusia tidak memahami. sedangkan manusia yang sudah paham/beriman masih saja ada kesalahan atau dosa apalagi yang tidak mengetahui/paham tentang Al-qur’an bisa-bisa ibarat orang yang berjalan didalam hutan dalam kegelapan malam pasti banyak tersesatnya, begitu pula orang yang tidak zuhud alias mengutamakan kehidupan dunia saja, manusia lupa dengan Firman Allah SWT dalam Surat Al Insan ayat 27 yang artinya Sesungguhnya mereka menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka pada hari yang berat (akherat).
Sebaliknya bagi orang-orang yang bertaqwa akan banyak memilih satu ayat Walal aakhiratu khoirulla minal uula yang artinya Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan akherat itu lebih baik/kekal dari pada kehidupan didunia ini. Maka dengan ketentuan-ketentuan yang sudah jelas bagi manusia bahwa doa ibadah kunci untuk mencapai puncak keselamatan, apalagi dilakukan dengan rasa harap dan cemas yang mana tercantum dalam Surat As Sajadah ayat 16 yang berbunyi : Yad’uuna Robbahum khoufan wa thoma’aan yang artinya Dan mereka berdoa kepada kami dengan harap dan cemas.
Jadi begiotu jelas keterangan tafsir Al-Qur’an (petrunjuk bagi manusia) tentu dengan mempelajari/ memahami ilmu Allah SWT penuh dengan kesabaran dan tawakkal tanpa rasa bosan atau jenuh bahkan malas harus dibuang jauh-jauh dari pemikiran kita, apalagi kita mengetahui bahwa kehidupan akherat pasti akan menemui nantinya. Maka dengan tawakkal kita kepad Allah tentu dengan iman, yakin dan sabar dengan perjalanan-perjalanan yang mungkin banyak gangguan dari syaithon/iblis bentuk manusia dengan sabar dan mujahadah yang diridhoi Allah yaitu dengan mencapai maqom khauf (takut) dan arrojaa (harap) dan tadjrid untuk berdzikir/bersyukur kepada Allah. Tadjrid (menyendiri/bersembunyi)
untuk tafakur agar mendapat ma’rifatullah akhirnya akan sampai pada maqom uns (intim) atau mahabbah (cinta) ridho sampai tawakkal. Ayat Allah dalam surat Al Ankabut ayat 69 yang berbunyi Walladziina jaahaduu fiina lanahdiyannahum subulana yang artinya Dan mereka yang bersungguh-sungguh untuk menari keridhoan Kami, benar-benar Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s