Catatan Muhamad Thoriq: TAWAKKAL (BAGIAN KEEMPAT)


Waman yattaqilla yaj’allahu mahrojan wayarzuqhu min khaitsu layahtasib waman yattawaqqal ‘alAllah innallaha balighu amrihi qod ja’alallahu likulli syaiin qodro
Artinya :
Barang siapa yang bertawakkal kepada Allah maka ia akan diberikan kemudahan dan diberikan rizqi yang tidak disangka-sangka dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah maka Allah akan mencukupinya. Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajatnya, sungguh Allah akan memberikan segala sesuatu yang diinginkannya.

PENGERTIANNYA
Tawakkal yang dimaksud adalah berserah diri kepada Allah, karena tawakkal menurut rinciannya ada empat macam yaitu:
1. Tawakkal akal
2. Tawakkal kemampuan pada diri
3. Tawakkal Harta
4. Tawakkal kepada Allah

Jadi kita harus membedakan mana yang harus dipakai sedangkan yang dikehendaki oleh Allah adalah tawakkal kepada Allah. Yang lainnya tidak dilihat oleh Allah. Demikian kita harus teliti didalam meminta atau berdo’a kepada Allah agar do’a kita senantiasa didengar / diterima oleh Allah.

1. PENGERTIAN TAWAKKAL AKAL

Menurut ahli Hikmah, penggunaan akal adalah untuk memikirkan kebesaran segala kejadian yang diciptakan oleh Allah SWT . Atau akal diperintahkan untuk mencari pengetahuan tentang Ilmu Allah yang terkandung didalam kitab suci Al Qur’an, bahkan Hadist Nabi mengatakan Addiinu Aqli artinya agama adalah akal. Jadi jelas peranan akal sangat utama didalam pembentukan untuk mengetahui agama islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Tetapi banyak orang menyalahgunakan tentang akal yaitu dipergunakan lebih banyak untuk kepentingan mencari kepuasan dunia, padahal dunia ini hanya kebutuhan kehidupan yang sifatnya sementara. Karena penggunaan akal itu tadi sangat sedikit sekali untuk belajar agama maka banyak terjadi penyimpangan-penyimpangan terhadap akal itu sendiri.
Ditegaskan dalam Al-Qur’an yang berbunyi afala taqqilun yaitu mana akalmu, yang dimaksudkan disini adalah segala sesuatu itu bisa dikerjakan dengan akal apabila pekerjaan (perbuatan) tanpa didasari dengan akal maka akal tersebut tidak berfungsi terutama didalam menuntut Ilmu. Ada sebagian merasa sombong terhadap kepandaiannya, maka disinilah yang dinamakan TAWAKKAL AKAL yang tidak dilihat oleh Allah.

2. PENGERTIAN TAWAKKAL KEMAMPUAN PADA DIRI

Pengertiannya masih berhubungan dengan tawakkal akal, dengan hasil pengetahuan yang dimiliki tadi maka seseorang tersebut diatas memiliki satu kelebihan yang dianggap dari proses pengetahuan yang dipelajarinya, maka kelebihan yang dimilikinya menjadi sifat keserakahan dan kekuasaan, padahal manusia itu lupa siapa yang memberikan kelebihan-kelebihan dan kekuasaan yang tersebut diatas semata-mata karena anugerah dan rahmat dari Allah SWT. Sehingga kedudukan manusia mempunyai kemuliaan yang tanpa disadari oleh manusia karena tertutup dengan keberadaan/kekuasaan yang dimiliki nya. Sungguh celakalah manusia yang mempunyai kedudukan semacam ini. Maka didalam Al-Qur’an jelas sekali ayat yang berbunyi : Innal insaana lafi khusrin yang artinya Sesungguhnya manusia itu penuh dengan kerugian.

3. TAWAKKAL HARTA

Tawakkal ini banyak dihinggapi bangsa zaman sekarang, bahkan hampir 90% penyakit KHUBBUDDUNYA yang sampai rela agamapun ditukar dengan harta. Dianggapnya kekayaan itu menjamin kehidupan anak turunannya bahkan hidupnya merasa tenang dengan adanya jaminan yang berupa harta sedangkan kalau kita melihat ayat yang berbunyi : Walal aakhirotu khoirullaka minal uula artinya Dengan kehidupan akhirat lebih utama dibandingkan kehidupan dunia yang sifatnya sementara.
Maksudnya, hanya orang-orang yang beriman yang memiliki predikat YAQIN terhadap janji-janji Allah dengan jaminan harta/kekayaan akan membuat manusia sibuk dengan urusan dunia dan sangat sedikit sekali akan memikirkan mati bahkan dengan kematian sangat ditakuti bagi orang yang sibuk memikirkan dunia. Dan katakan hampir manusia yang kelebihan harta tidak pernah menyinggung masalah mati karena takut usaha dan hartanya pindah tangan dari kehidupannya. Maka yang namanya TAWAKKAL HARTA tidak akan dilihat oleh Allah SWT sebab semata-mata harta/isi dunia ini sementara dinamakan amanat/titipan sampai roh/nyawa yang lengket dengan daging dan tulang suatu saat akan kembali kepada pemilikiNya yaitu Allah SWT. Maka dari situ pentingnya keimanan seseorang yang harus dimiliki bagi manusia yang mengaku budak/hamba Allah SWT. Ingat Firman Allah yang berbunyi :
Kullu nafsin daiqotulmaut artinya setiap makhluk Allah semuanya bakal mati.
Maksudnya, Allah selalu memperingatkan kepada manusia untuk mengingat mati. Dengan mengingat mati
, manusia akan selalu sadar didalam mengarungi hidup yang sementara ini.
Kesimpulannya adalah tawakkal harta ternyata membuat manusia tidak pernah merasa puas dan bersyukur atas pemberian nikmat-nikmatnya. Maka tidak dibenarkan oleh Allah TAWAKKAL HARTA.

4. PENGERTIAN TAWAKKAL KEPADA ALLAH

Tawakkal kepada Allah itulah yang paling benmar yang dikehendaki oleh Allah. Pengertiannya adalah segala sesuatu yang dikerjakan manusia harus menggunakan metode petunjuk dari Al Qur’an tentu dengan pengertian ILMU, karena manusia pada awalnya tidak paham/mengerti didalam pengetahuan hidup di dunia. JUstru itulah Al Qur’an sebagai pedoman/iman pada segala kehidupan baik untuk mencari kebahagiaan dunia maupun akhirat nati dengan dasarm :
1. Sembahyang, artinya menyembah kepada Allah
2. Sembahbekti, artinya taat kepada orang tua
3. Sembahmukti, artinya taat kepada Guru

Kalau ketiga syarat itu tidak dilaksanakan salah satunya maka masih belum sempurnalah kedudukan iman/keyakinannya, sesuai dengan keinginannya yaitu mencapai keselamatan fiddfiini waddunya wal aakhiroh yaitu yang berpegang pada tuntunan Nabi Muhammad SAW. Jadi yang dinamakan TAWAKKAL KEPADA ALLAH adalah YAQIN atas kebenaran Al-Qur’an yang kersemuianya itu harus dipelajari dengan penuh pengertiandan mengutamakan kesabaran yang tiada batas sampai ajal merenggutnya bahkan banyak orang bodoh mengatakan bahwa orang yang menuntut ilmu Allah ada batasnya sedangkan Rosulullah SAW adalah contoh suri tauladan yang sampai mendekati ajalpun masih menunggu Wahyu yang pada saat itu ayat terakhir didalam wafatnya adalah sutar At-Taubah ayat 128 dan 129 yang berbunyi : Laqodjaakum rosuulumminanfusikum ‘azizun ‘alaihi maa ‘anittum khariishun ‘alaikum bil mukminiina rouufurrokhiim (128) artinya Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaum mu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin
Faintawallau faqul khasbiyallahu Laailahaillahu ‘alaihi tawakkaltu wahuwa robbul ‘arsyil ‘adhiim (129) artinya : Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah “cukup Allah bagiku, tiada Tuhan selain Allah. hanya kepadaNya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arsy yang Agung.

Yang kemudian dibacakan oleh Rosulullah SAW sebelum beliau wafat. Maka untuk itu bertawakkallah kepada Allah selama-lamanya sampai hayat dikandung badan.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s