Perlakukan Pasangan Kita Menurut Islam (Bag. Pertama)


Catatan ini terinspirasi dari pertanyaan dulur”Q yang sedang cangkrukan di pertigaan jalan, mereka itu, tukang becak. Sopir angkot, penjual mie ayam, penjual bakso, penjual BATAGOR. Bertanya begini :
DulurQ : “Pakde, apakah ada cara melakukan hubungan suami isteri menurut agama Islam ?”.
Aku : “ haaaaaa, yoooo ada toh mas, masak kita, ga beraturan saat menyalurkan hasrat untuk mendapatkan kenikmataan batin itu ?
Aku : “kenapa, sampean tanya seperti itu ?”
DulurQ : “karena di Kampung saya sekarang musim membicarakan majalah yang isinya, cara jitu memuaskan isteri atau suami dalam berhubungan badan”.
Aku : “ kan bener itu mas, agar hidup kita HARMONIS”
DulurQ : “Waduchh, pakde, tahu ngga pakde itu majalah, bercerita tentang gaya gaya yang setiap harinya harus berganti, sehingga ada 360 sekian gaya, hal ini yang menyebabkan pasangan kita dan kita sendiri ga cepat bosen.
Aku : “Masa’ Allah, nach itu dulur” kita perlu belajar memperlakukan pasangan kita semanusiawi menurut alQuran dan Sunnah.
Agama Islam memiliki garis tuntunan, dalam melakulkan bersebadan dengan pasangan, malah kita disunnahkan untuk :

– Disunnahkan bagi kedua mempelai melakukan shalat dua raka`at bersama, karena hal tersebut dinukil dari kaum salaf.
– Membaca basmalah sebelum melakukan jima`. Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: Kalau sekiranya seorang di antara kamu hendak bersenggama dengan istrinya membaca : (Dengan menyebut nama Alllah, ya Alloh, jauhkanlah setan dari kami dan jauhkan syetan dari apa yang Engkau rizkikan kepada kami), maka sesungguhnya jika keduanya dikaruniai anak dari persenggamaannya itu, niscaya ia tidak akan dibahayakan oleh setan selama-lamanya (Muttafaq alaih).

COBA perhatikan Pertanyaan dibawah :

Apa hukum oral seks?
Jawab:
Mufti Saudi Arabia bagian Selatan, Asy-Syaikh Al`Allamah Ahmad bin Yahya An-Najmi hafizhohullah menjawab sebagai berikut,
“Adapun isapan istri terhadap kemaluan suaminya (oral sex), maka ini adalah haram, tidak dibolehkan. Karena ia (kemaluan suami) dapat memencar. Kalau memencar maka akan keluar darinya air madzy yang dia najis menurut kesepakatan (ulama’). Apabila (air madzy itu) masuk ke dalam mulutnya lalu ke perutnya maka boleh jadi akan menyebabkan penyakit baginya.
Dan Syaikh Ibnu Baz rahimahullah telah berfatwa tentang haramnya hal tersebut –sebagaimana yang saya dengarkan langsung dari beliau-.”

Dan dalam kitab Masa`il Nisa’iyyah Mukhtarah Min Al-`Allamah Al-Albany karya Ummu Ayyub Nurah bintu Hasan Ghawi hal. 197 (cet. Majalisul Huda AI¬Jaza’ir), Muhadits dan Mujaddid zaman ini, Asy-Syaikh AI-`Allamah Muhammad Nashiruddin AI-Albany rahimahullah ditanya sebagai berikut:

“Apakah boleh seorang perempuan mencumbu batang kemaluan (penis) suaminya dengan mulutnya, dan seorang lelaki sebaliknya?”

Beliau menjawab:
“Ini adalah perbuatan sebagian binatang, seperti anjing. Dan kita punya dasar umum bahwa dalam banyak hadits, Ar-Rasul melarang untuk tasyabbuh (menyerupai) hewan-hewan, seperti larangan beliau turun (sujud) seperti turunnya onta, dan menoleh seperti
tolehan srigala dan mematuk seperti patukan burung gagak. Dan telah dimaklumi pula bahwa nabi Shallallahu `alahi wa sallam telah melarang untuk tasyabbuh dengan orang kafir, maka diambil juga dari makna larangan tersebut pelarangan tasyabbuh dengan hewan-hewan -sebagai penguat yang telah lalu-, apalagi hewan yang telah dlketahui kejelekan tabiatnya. Maka seharusnya seorang muslim dan keadaannya seperti ini- merasa tinggi untuk menyerupai hewan-hewan.”
Dan salah seorang ulama besar kota Madinah, Asy-Syaikh AI-`Allamah `Ubaid bin ‘Abdillah bin Sulaiman AI-Jabiry hafizhahullah dalam sebuah rekaman, beliau ditanya sebagai berikut,

“Apa hukum oral seks’?“ Beliau menjawab:
“Ini adalah haram, karena is termasuk tasyabbuh dengan hewan-hewan. Namun banyak di kalangan kaum muslimin yang tertimpa oleh perkara-perkara yang rendah lagi ganjil menurut syari’at, akal dan fitrah seperti ini. Hal tersebut karena ia menghabiskan waktunya untuk mengikuti rangkaian film-film porno melalui video atau televisi yang rusak. Seorang lelaki muslim berkewajiban untuk menghormati istrinya dan jangan ia berhubungan dengannya kecuali sesuai dengan perintah Allah. Kalau ia berhubungan dengannya selain dari tempat yang Allah halalkan baginya maka tergolong melampaui batas dan bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alahi wa sallam.”

Jangan Sampai kita terlanjur ngos ngosan, namun Gusti Pengeran Marah kepada kita ?
Karenanya perlu kita hindari apabila sudah telanjur, gusti Allah Sang Kholiq (pencipta)
Tak marah karena ciptaannya di perlakukan tak selaaknya Manusia seperti yang dihariskan
Oleh Alquran dan sunnah.

Mari kita nyeruput Angsle Anget
Yok kita santai agar sarap tidak tegang, yok kita santai …….. (sing Rhoma Irama)

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s