Kenapa masih ada guru yang JAHAT ?


Ada pertanyan dari muridQ melalui chatting pezbook : “pakde, kenapa yaaa masih ada guru yang jahat, sepertinya mereka akan bertindak buruk. Apa mereka tak ingat rasanya dulu waktu masih bersekolah ?”

Sering kali guru tidak menyadari kalau dirinya menjadi sorotan siswanya, sebelum, saat dan waktu meninggalkan kelas !, namun perangai buruk itu disadari atau tidak sudah menjadi bagian dari gaya hidupnya, kalau mau jujur seorang guru yang berperangai jahat itu apabila mau menengok ke belakang waktu dirinya sekolah dulu, insya’ allah perubahan akan dilalukan, guru yang tak mau melihat lingkungan sekitarnya, maka ia akan tertinggal atau malah di tingglkan lingkungannya, karena audiensnya kurang berminat saat dirinya berada di lingkungan kerja (mengajar).

Menurut pakde kenapa guru menjadi JAHAT ?

Sifat jahat bukanlah sifat seorang yang berjuluk PAHLAWAN TANPA TANDA JASA (GURU), karena menstrakfer ilmu tidak dapat diberikan dengan keadaan emosi / temperamen tinggi, ada beberapa yang mempengaruhi seorang guru melakukan hal yang menyebabkan siswanya kurang suka :

1. Pencitraan Diri (biasanya guru muda), agar dapat mendongkrak wibawa, maka perlu menerapkan temperamen tinggi. (ini pernah pakde lakukan saat awal mengajar).

2. Materi Kurang menguasai, biasanya guru yang kurang menguasai materi ajar, agar siswa tidak bertanya, memposisikan diri sebagai algojo (walaupun ini tidak semua)

3. Problem rumah tangga : masalah di rumah sering terbawa sampai ke tempat kerja, akibatnya sasaran tembaknya adalah siswa yang tidak mengerti persoalan gurunya.

PERLU di RENUNGKAN oleh SISWA dan PARA PENDIDIKAN

Trik menghindari GURU JAHAT dari siswa :

Dari berapa siswa yang saya tanya umumnya mereka punya trik untuk menghindari peringai guru JAHAT antara lain :

– Berpura pura menyukai guru tersebut, agar mereka tidak sering kena tembak guru tersebut (berhati hatilah apabila siswa suka dengan anda tidak semuanya bener bener menyukai diri anda, tetapi tidak tidak boleh berburu sangka pada siswa untuk menghindari kesalahan kedua)

– Sering mengajukan diri untuk membantu, misalnya membersihkan papan, ini untuk menghidari tugas menuliskan jawaban di depan kelas.

– Menjadi anak manis di kelas, agar guru memberikan perhatian positip

– Paling depan bila Salim cium tangan dengan guru tersebut, agar dapat perhatian lebih

– Sering memberikan senyuman pada guru tersebut, agar mereka berfikir aku suka dengan mereka

– Sering mengarang cerita/masalah dengan meminta saran dari guru tersebut, sehingga perhatian akan selalu tertuju pada diriku

UNTUK MURIDku perhatikan guruMU apakah mereka sudah memiliki kreteria di bawah ini :

Karena ini adalah ciri ciri guru propesional, walau hanya sbagian yang tidak dimiliki

1. Selalu punya energi untuk siswanya

2. Punya tujuan jelas untuk Pelajaran

3. Punya keterampilan mendisiplinkan yang efektif

4. Punya keterampilan manajemen kelas yang baik

5. Bisa berkomunikasi dengan Baik Orang Tua

6. Punya harapan yang tinggi pada siswa nya

7. Pengetahuan tentang Kurikulum sangat baik

8. Pengetahuan tentang subyek yang diajarkan (siap menjawab pertanyaan siswa)

9. Selalu memberikan yang terbaik untuk Anak-anak dan proses Pengajaran

10. Punya hubungan yang berkualitas dengan Siswa

Untuk dulur”Q GURU para penerima sertipikasi khususnya, marilah belajar dari CURHAT murid kita, agar tidak melangkah jauh seperti yang diajarkan oleh TOKOH pendidikan Ki Hajar Dewantara :

Ing Ngarso Sung Tilodo (jadi teladan siswa) bukan malah jadi tontnan mereka

Ing Madyo Mangun karso, (d tengah memberikan semangad), beri motovasi mereka untuk belkajar secara cerdas, jangan malah di RACUNI dengan tingkah kita sedniri

Tutwuri Handayani (dibelakang memberi dorongan) untuk siswa yang sudah kelelahan belajar, yaa kita ajak nyanyi, kita ajak crita agar punya semangad baru untuk belajar.

Untuk PonakanQ

GuruMU juga manusia, kekeliruan kekhilafan itu manusiawi, guru boleh salah tapi tak boleh terus menerus salah, karena guru itu ibarat PELITA yang akan memberikan cahaya pada siswanya, kalau cahaya itu padam, maka pupus sudah harapan siswa untuk mendapatkan ilmu.

Sikapilah yang wajar pada semua guru sifat kepura puraan akan menyebabkan tngkah laku negatip, ini merupakan penghianatan awal dari seorang murid, bagaimana apabila dirinya menjadi PEJABAT, WAKIL RAKYAT penghianatan itu akan terulang lagi tentunya, semoga kalian menjadi yang terbaik.

Demikia jawaban untuk muridKU yang chatting pagi ini, semoga kamu sukses dan sehat selalu, untuk KONCOku, terangilah anak didikmu dengan cahaya keikhlasan, karena tanpa keikhlasan OMONG KOSONG jerih payah kita akan membuahan hasil yang manis.

Sekarang waktunya nyeruput KOPI SUSU capa KAPAL nabi NUH

Camilannya Bikang, WINGKO LAMONGAN Jl Ahmad Dhalan

Uennnaaaa tenannnnnnnnnnnnnnnnnn

Waassalam, semoga bermanfaat

maap kalo ada kata kata yang tidak berkenan khususon poro KONCO guru

Iklan

2 Komentar

  1. pakdhe saya ada 2 pertanyaan :
    1. ponakan saya sering mengeluh katanya gurunya jarang masuk gosipnya seh gara2 ngurusin sertifikasi
    2. ada saudara teman saya yg jadi guru di luar jawa, dia sebenarnya ingin mengurus sertifikasi, tapi jarak antara tempatnya mengajar dan pusat pemerintahan sangat jauh jadi dia susah mengurusnya.mau ninggalin muridnya buat setifikasi tapi gak tega
    gimana menurut pakdhe ?

    • salam kenal mas furdausifarisqi!
      makasih comentnya, seneng rasanya anda menaruh perhatian pada pendidikan!
      – menurut saya sertifikasi tuch bagus sekali, niat pemerintah untuk memberikan salary pada guru berbeda dengan PNS lainnya.
      – yang Janggal menurut saya, kenapa kok yaaa guru guru harus sertifikasi, padahal PNS laennya pake numerasi (jaksa, hakim, pegawai pajak) tanpa embel embel sertifikasi).
      – saya tak dapat menyalahkan teman GURU yang kadang sampai meninggalkan tugas utamanya gara2 sertifikasi, kenapa ?, karena untuk membuat porto folionya membutuhkan biaya, waktu dan pemikiran yang rumit, harus poto copy yg di kota mungkin enakl yang di daerah tertinggal kan harus ke kota, kalo gaaa mau yaaa hangus deech, itulah penyebab guru meninggalkan tugas utamanya daripada kehilangga haknya untuk mendapatkan tunjangan 1 x gaji setiap bulannya
      -kalo ga lulus porto folio, guru harus ikut diklat berarti harus meninggalkan muridnya lagi selama 10 hari (diklat).
      demikian mas firdausi, ini bukan jawaban untuk pembenaran guru m,eninggalkan tugas utamanya.
      catatan terakhir : kalo soal duit kadang manusia lebih melirik kesana daripada kesini, begitu bukan, ? xixixixixixixixi
      wassalam


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s