Sudahkah KITA jaga Pandangan MATA…..


Dari mata turun ke hati, itulah awal dari lemahnya keimanan kita, jika salah dalam memandang sesuatu, maka akan tertutup semua pintu kenikmatan surga : coba perhatikan pendapat (Ibnu Qayyim Al-Jauziyah). Di bawah :

Jika seorang pelajar ingin meraih kesempurnaan ilmu, hendaklah ia menjauhi kemaksiatan dan senantiasa menundukkan pandangannya dari hal-hal yang haram untuk dipandang karena yang demikian itu akan membukakan beberapa pintu ilmu, sehingga cahayanya akan menyinari hatinya. Jika hati telah bercahaya maka akan jelas baginya kebenaran. Sebaliknya barangsiapa mengumbar pandangannya, maka akan keruhlah hatinya dan selanjutnya akan gelap dan tertutup baginya pintu ilmu. (Ibnu Qayyim Al-Jauziyah). Baca lebih lanjut

SUDAHKAH Qita MILIKI sifat MALU………


Saat aku kecil bapakKu berkali kali memberikan wejangan padaKU setiap kali aku melakukan kesalahan :
BapakQ : “azmi, pegangan orang hidup itu cuman satu !“
Aku : “apa, itu pak ?”
BapakQ : “ Sing duwe Isin (yang punya malu !”).
BapakQ : “dengan memiliki rasa malu, kamu akan mudah meraih cita-cita, misal kamu malu jadi orang kere (tak berpunya) dengan memiliki rasa malu, maka kamu bekerja keras untuk mendapatkan, mau korupsi malu kalo tertangkap, maka kamu tak melalukan itu, kalah pinter dengan teman kamu malu, maka kamu iqra’ untuk mendapatkan ilmu. Negara ini lepas dari penjajahan karena bangsa ini punya rasa malu untuk dijajah terus menerus.
BapakQ : “camkan itu, jangan kamu buang dan jauhi rasa malu”

Baca lebih lanjut

Catatan Putra Si Bungsu: URGENSI SHOLAT


Sebagaimana telah kita ketahui bersama, bahwa shalat adalah tiang agama. Kewajiban dan syi’ar agama Islam yang paling utama adalah shalat.

الصلاة عماد الدين، فمن أقامها فقد أقام الدين ومن تركها فقد هدم الدين.

“Shalat adalah tiang agama. Orang yang telah mendirikan shalat, dia telah mendirikan agama, namun bagi siapa saja yang meninggalkan shalat berarti dia telah menghancurkan agama.”

Shalat juga merupakan ibadah yang pertama kali akan dimintakan pertanggung jawabannya dari manusia pada hari kiamat kelak.

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ فَإِنْ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَيُكَمَّلَ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنْ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ يَكُونُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ. (رواه الترميذي وأحمد وابن ماجه)
Baca lebih lanjut

Catatan Moel Andre: SEMOGA AKU SEORANG MUSLIM SEJATI


Bismillahirrahmanirrahim
Andai aku seorang muslim liberal, maka aku akan melepaskan keyakinan-keislamanku dari segala bentuk otoritas tafsir”. ini Tulisan adalah atas jawaban dari tulisan JIL itu.

Pertama: Sebagai seorang Muslim sejati, aku akan meyakini bahwa aku berada dalam kebenaran. Bagiku Islam dan iman adalah hidayah dan nikmat yang telah Allah kurniakan kepadaku, karenanya keyakinanku tidak mungkin bersifat tentatif.
Baca lebih lanjut

Catatan David Muhammad: Di Penghujung Waktu


Aku melihat seakan Fir’aun hidup kembali, begitu banyak orang-orang yang haus kekuasaan.
Aku sering dihadapkan dengan orang yang di beri amanat khianat, sebaliknya yang khianat malah diberi amanat.
Aku melihat amanat telah tercabut dari hati pemimpin-pemimpin.
Aku melihat orang tak peduli lagi dengan siapa yang memimpin, syariat telah ditinggalkan.
Aku menyaksikan ulama-umara bodoh karena ilmu telah tercabut darinya.
Baca lebih lanjut

Catatan Putra Si Bungsu: DO’A YANG CEPAT DIKABULKAN


Orang-orang yang Mustajab Do’anya:
=======================
Berdasarkan hadits-hadits yang akan disampaikan berikut ini, terdapat tujuh kelompok orang yang do’anya pasti diijabah oleh Allah, mereka itu ialah;
1) Orang yang dizhalimi,
2) Orang yang sedang bepergian,
3) Orang Tua kepada anaknya,
4) orang yang shaum,
5) Pemimpin yang adil,
6) Seorang Muslim kepada saudaranya,
7) Anak kepada orang tuanya.
Baca lebih lanjut

KuBACA dan KuRENUNGKAN ……………


Cobalah kita membaca kata kata bijak di bawah ini :

Raihlah Ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar (khalifah Umar)

Cita cita, keinginan untuk sukses kadang mengalami hambatan, ini penyebab melemahnya mental untuk meraih cita cita yang kita inginkan. Bukankah perlunya seseorang untuk menempah diri dalam peperangan agar ia sanggup menjadi komandan yang handal. Seorang pengusaha perlu mengalami kerugian agar dirinya dapat merefleksi diri agar tak terjerembab dalam lubang yang sama
Baca lebih lanjut