KesadaranKU Hilang saat Jarum itu menempel di lengan KU


Tak seperti biasanya. Aku sudah biasa di juusss jarum suntik tiap 3 bulan sekali saat donor darah di PMI, tetapi kali ini, was was deg degan, resah campur aduk untuk menerima jarum suntik itu mengambil beberapa CeCe darah yang akan di pakai untuk menentukan apakah diriKU ini sehat atau sudah mulai sedikit mengalami…… atau bahkan sudah AKUT mengalami penyakit ini dan itu.
Mengapa demikian ? tak kutahu penyebab rasa stress hingga tak ditemukan urat nadi yang akan di juss jarum suntik agar darah KU bisa mengalir ke alat suntik ukuran gede tersebut.
Perawat itu dengan sabar menunggu hingga stress tersebut mulai kendur dan rileks : “Pak, tiduran dulu yaaaa, entar kalo udah ga stress baru kita mulai ambil darahnya yaaa! . Beberapa menit kemudian perawat itu kembali menghampiri aku : gimana Pak?, sudah enakan yaaa?”. Ia :”jawab ku”. Mari pak lemeskan, genggam yaa agak kuat pak!, jusss, cuurrr, darah pun mengalir diambil kira kira berapa CeCe yaa kok gede bener alat suntiknya!.
Bapak azmi…. bapak azmi, wealaahhh bapak pinsan yaaa, sambil diberi minyak kayu putih hidungKU. Berat rasanya mata ini terbuka, saat itu remang remang terlihat perawat yang telah mengambil darahku, sambil bertanya” bapak takut dengan jarum suntik yaa?”. ngga’ mas!” : Jawabku . “Kenapa kok bapak pinsan?” kata perawat tersebut. Saya terinspirasi sakitnya orang disebelah saya tadi, yang kaki, lengan dan kepalanya di balut perban sampai berdarah darah!. Betapa sakitnya mereka. Itu yang menyebakan saya tak bisa ke Rumah sakit karena saya selalu mikirkan sakitnya orang, seperti aku mengalami sendiri, bukan sekali ini saja, saat menjelang operasi dulu saya juga pindan di depan kamar Poto thorax, saya bayangkan bagaimana dalamnya karena diluarnya saja tertulis, jangan membuka pintu saat lampu menyala (merah). Yaa Allah Yaa Robbi, Masih 3 hari lagi aku harus berurusan dengan Rumah Sakit ini, bukan aku takut diperiksa dokternya tetapi aku stess melihat banyak orang sakit melebihi diriKU, semoga mereka juga cepet pulih seperti sodaranya yang sehat laennya.

Churhat pada dulur”Q
Enakan mana sakit tetapi Ingat ALLAH
Atau SEHAT tetapi Sering Melupakan Allah !
Tentunya tak perlu kita jawab karena yang kasih teta teki ini orang ngelindur (setengah mabug)
Tak KOPI tak ada RONDE MANIS tak ada ANGSLE dan WEDANG TAHU
Semua serba PUTIH tanpa RASA !!!!!!

Iklan

2 Komentar

  1. Dengan sakit maka kita bisa tahu indahnya sehat. dan yang jelas dengan sakit….kita makin ingat Pencipta.

    salam

    http://thomasandrianto.wordpress.com/2010/04/12/p-s-i-love-you/

    • makasih mas Thomas, setuju sekali, manusia itu perlu rehat diri agar selalu ingat pada pencipta (GUSTI ALLAH)
      tanpa cobaan manusia akan bablas tak terkendali……………


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s