Catatan David Muhammad: TERBELAHNYA BULAN; Salah Satu Bukti Kenabian Rasulullah Muhammad SAW


Terbelahnya bulan merupakan kejadian luar biasa diluar kemampuan manusia. Tatkala orang-orang Quraisy meminta kepada Rasulullah SAW untuk membuktikan kebenaran tentang kenabiannya, maka Allah ‘azza wa jalla memberikan pertolongan kepada Rasulullah SAW dengan mukjizat yang menunjukkan kenabiannya, yaitu MEMBELAH BULAN, sebagaimana permintaan mereka.

Peristiwa terbelahnya bulan ini terjadi hanya karena izin Allah Yang Maha Kuasa.

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud ra., ia berkata:
“Telah terbelah bulan pada zaman Rasullah SAW menjadi dua bagian. Sebagian di atas gunung, dan sebagian lagi di bawahnya. Maka Rasulullah SAW bersabda, ‘Saksikanlah!'” (HR. Bukhari no.4864 dan Muslim no. 2800).

Setelah meneliti riwayat-riwayat tentang peristiwa bulan terbelah ini, Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Ini merupakan periwayatan-periwayatan dari para sahabat, dan sedemikian mahsyurnya peristiwa ini dengan sanad yang banyak, apalagi dengan disertai dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’anul-karim. Bulan, tatkala terbelahnya tetap nampak di langit, bahkan terbagi menjadi dua. Salah satu dari dua bagian tersebut di belakang Gunung Hira’, dan yang sebelah lagi di tempat lain” (Tafsir Ibnu Katsir).

Adapun penduduk kota Makkah, mereka melihatnya. Kebanyakan mereka menyangka — karena kebodohannya — bahwa ini merupakan yang menyihir mata. Lalu mereka bertanya pada orang yang datang dan pergi. Mereka pun mengabarkan sesuai yang mereka lihat dan mengetahui tentang kebenaran, dan mereka yakin dengan peristiwa itu.

Allah SWT berfirman:
“Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata:” (Ini adalah) sihir yang terus menerus “. Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya.” (QS. al-Qamar (54) : 1-3)

Abdurrahman as-Sa’di rahimahullah berkata, “Diantara tanda paling agung yang menunjukkan kebenaran yang datng dari Rasulullah SAW; bahwasanya ketika orang-orang yang mendustakannya meminta untuk diperlihatkan kepada mereka kejadian luar biasa untuk membuktikan kebenaran yang dibawanya, lalu Beliau SAW mengisyaratkan kepada bulan. Dengan izin Allah SWT, mak terbelahlah bulan menjadi dua bagian. Satu bagian di Gunung Abu Qubais, dan satu bagian lagi di Gunung Qaiquan. Orang-orang musyrik menyaksikan peristiwa alam yang luar biasa dan agung di langit. Peristiwa yang tidak mungkin mampu dilakukan, dicontoh, atau direkayasa manusia”. (Tafsir Karimir Rahman)

Al-Khaththabi berkata, “Terbelahnya bulan merupakan bukti agung yang tidak dapat ditandingi oleh para nabi lainnya. Dan sesungguhnya, yang demikian itu nampak di kerajaan langit di luar batas kebiasaan yang terjadi di alam semesta ini. Maka, tidak akan mungkin seorangpun mampu berbuat seperti ini dengan tipuan. Hal ini menjadi petunjuk dan bukti jelas lagi nyata” (Fathul-Bari)

Subhanallah, Allahu Akbar!.

Sesungguhnya peristiwa itu adalah salah satu tanda-tanda kekuasaan Allah. Adalah perkara yang mudah bagi Allah untuk membelah bulan karena Dia-lah yang menciptakan segala sesuatu di langit dan di bumi.

Allah SWT berfirman,
“Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia mengatakan kepadanya: “Jadilah”. Lalu jadilah ia”. (QS. al-Baqarah (2) : 117)

Peristiwa terbelahnya bulan merupakan salah satu bukti kerasulan Muhammad SAW, agar orang-orang kafir Quraisy meyakini dan beriman kepada Allah dan Rasulullah SAW.

Allah SWT berfirman,
“Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan sedikitpun kepada Allah) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (QS. an-Nisa’ (4) : 170)

Semoga shalawat dan salam tercurah pada Nabi Muhammad Rasulullah SAW beserta keluarga dan sahabat-sahabatnya.

Wallahu’alam bisshawwab.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s