Catatan Abi Heri: Ketika rezeki sedang surut.


Sering kita mengalami pasang surutnya kehidupan. Terkadang begitu mudah rezeki diperoleh dan berlimpah. Kendati hanya dengan usaha yang ala kadar saja. Tetapi terkadang walaupun telah melalui kerja keras yang melelahkan , ternyata rezeki yang diperoleh masih jauh dari harapan.

Disaat seperti inilah sering kita mencari-cari alasan penyebab semua “kesialan” ini. Biasanya kita mulai mencari-cari dari sesuatu yang masuk akal sampai pada hal-hal yang tidak rasional. Sering kita dengan senang hati bertanya kepada “orang pintar” ataupun tukang ramal , untuk menanyakan penyebab tidak baiknya nasib kita.

Terkadang kita langsung percaya saja apa yang diucapkan oleh orang pintar tadi. Yang terkadang sering keluar dari ajaran Islam itu sendiri.Misalnya saja dengan melarang hari-hari tertentu atau tanggal tertentu untuk memulai usaha. Atau ada juga yang sering mempersoalkan arah rumah atau daerah dimana rumah kita tinggal . Yang katanya tidak sesuai dengan hari lahir atau membawa sial bagi kehidupan kita.
Kita biasanya langsung mempercayai omongan oprang-orang ini. Tanpa memikirkan akibatnya bagi akidah kita. seakan lupa kepada hadits Rasulullah Sholallahu alaihi wassallam bersabda :“Barangsiapa mendatangi tukang ramal (dukun dan sejenisnya) menanyakan sesuatu maka tidak diterima sholatnya selama empat puluh malam, ( HR. Muslim ).

Padahal sedikit banyaknya rezeki seseorang bisa jadi sebagai sebuah ujian dan cobaan baginya untuk menaikkan derajatnya di sisi Allah swt sebagaimana Allah SWT telah menguji manusia-manusia pilihan-Nya yang terdahulu, dari kalangan para Nabi dan salafusshaleh, sebagaimana firman Allah swt : “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh kefakiran dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat.” (QS. Al Baqoroh : 214)

Jadi sedikitnya rezeki jangan dikaitkan dengan hal-hal yang tidak masuk akal, apalagi yang mengarah kepada ke musyrikan. Ini akan mencederai syahadat kita , yang menyatakan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah dengan meyakini bahwa rezeki yang diterima atau didapat seluruhnya adalah berasal dari Allah swt.

Bahkan Allah swt telah menuliskan bagi setiap bayi yang akan terlahir rezekinya bersamaan dengan ajal, amal serta celaka atau bahagianya sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud bahwa Rasulullah saw bersabda,”Sesungguhnya tiap-tiap kalian akan dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nuthfah, kemudian menjadi ‘alaqoh selama itu juga, kemudian menjadi mudhghoh selama itu juga, kemudian diutuslah malaikat untuk meniupkan ruh padanya. Lalu diperintahkan untuk menuliskan empat kata : rezekinya, ajalnya, amalnya dan celaka serta bahagianya.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Kecuali kalau pertimbangannya masalah ekonomis ini masih masuk akal. Misalnya seorang yang ingin membuka toko lalu memilih tinggal dipinggir jalan. Ini akan lebih strategis dibanding dia memilih tinggal didalam gang kecil.

Atau dengan pertimbangan kesehatan maka dipilih rumah yang arahnya menghadap ketimur. Bukan dengan anggapan bahwa rezeki akan muncul dari timur. Tetapi rumah yang menghadap ketimur akan memperoleh matahari pagi yang cukup dan sehat. Sehingga menyehatkan seisi rumah itu, sehingga penghuninya dapat mencari rezeki yang maksimal.

Namun bisa juga kekurangan atau seretnya rezeki yang didapat seseorang adalah dikarenakan dosa atau maksiat yang dilakukannya, sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Sesungguhnya seseorang terhalang rezekinya disebabkan dosa yang menimpanya dan tidaklah takdir itu dicegah kecuali dengan doa dan tidaklah umur bertambah kecuali dengan kebaikan.” (HR. Ahmad)

Jadi jelas pasang surutnya rezeki kita, bukan disebabkan oleh arah rumah, atau daerah tempat kita tinggal. Sehingga perlu dipasang tumbal. ingat ini perbuatan yang mendekat kan kita pada kemusyrikan.

Wallahu A’lam

Iklan

1 Komentar

  1. Can I simply say what a comfort to discover somebody that genuinely knows what
    they are discussing on the net. You certainly realize how to
    bring an issue to light and make it important. A lot more people must look at this and understand this side of the story.
    I was surprised you aren’t more popular since you certainly have the gift.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s