Catatan Putra Si Bungsu: KETIKA RUMAH JADI KUBURAN


“Dan demikian Kami wahyukan kepadamu (Al-Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah iman itu. Tetapi Kami menjadikan Al-Qur’an itu cahaya, yang kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus (QS. Asy-Syuura 52)”

Pernahkah kita membayangkan, ternyata ada manusia yang telah mati, sebelum mati yang sesungguhnya ? ada manusia yang tak lebih seperti seonggah daging yang berjalan dimuka bumi tampa ruh. Jika model manusia seperti itu berkumpul disalah satu keluarga, maka terwujudlah “potret keluarga kuburan”.Siapakah manusia hidup bagaikan “mayit” yang bergentayangan di jagat raya ? Ayat di atas menyinggung model manusia tersebut.

Ayat ke 52 surat Asy-Syuura menjelaskan bahwa salah satu nama Al-Qur’an adalah ruh. Begitulah pendapat kebanyakan ulama tafsir, ketika menafsirkan ayat tersebut.

Begitulah sesuai dengan namanya sebagai “Ruh”. Maka Al-Qur’an benar-benar dapat menghidupkan agama seseorang sehingga ia menjadi orang yang shalih untuk dirinya dan bermanfaat untuk orang lain. Dapat menghidupkan dan menyelamatkan seseorang dari kebodohan sehingga menjadi orang yang alim, berpengetahuan luas, mencerahkan otak pikiran seseorang dan menumbuh suburkan sifat-sifat mulia dalam diri seseorang.

Benar Al-Qur’an adalah ruh, yang dapat menghidupkan akal dan hati seeorang dengan hidayah setelah mati karena kesesatan. Al-Qur’an dapat memberikan kehidupan yang bahagia bagi individu, keluarga dan bangsa yang selalu berinteraksi dengannya.

Karena itulah turunnya Al-Qur’an kebumi benar-benar telah menjadi solusi. Turunnya Al-Quran telah membangkitkan bangsa Arab yang tershibghah (tercelup) dengan keimanan, dari tidur dan keterpurukannya sehingga mampu mengubah dunia dan membangun peradaban umat. Turunnya Al-Qur’an sungguh telah menjadi “Ruh” spirit bagi bangsa Arab yang dulunya merupakan komunitas yang termarjinalkan, bangkit menjadi komunitas yang di perhitungkan dalam peraturan politik dunia.

Al-Qur’an benar-benar telah menjadi ruh bagi umat manusia yang tadinya hidup dalam kegelapan di semua aspek kehidupan sehingga mampu bangun dan bangkit menuju cahaya islam dan bahkan kemuadian mampu memimpin dunia.

Allah Swt berfirman:
“Hai ahli kitab,sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al-Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab yang menerangkan. Dan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya kejalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap kepada cahaya yang terang benerang dengan seizin-Nya dan menunjuki mereka kejalan yang lurus.”(QS.A-l-Maidah; 15-16).

Selanjutnya, di dalam ayat diatas, Allah Swt mengingatkan kondisi nabi sebelum turunya Al-Qur’an, bahwa Nabi Saw tidak pernah tahu apa itu Al-Qur’an, apa makna iman,juga tidak tahu rincian detil syariat-syariat Allah Swt.

Firman Allah….”Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al-Kitab (Al-Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu.” Disebut iman secara khusus disini karena iman adalah pangkal syariat.

Tetapi, Allah menjadikan Al-Qur’an itu pelita kehidupan dan cahaya, yang Allah tunjuki dengan dia siapa yang ia kehendaki, dan mengeluarkan manusia dari kegelapan, kebodohan dan kesesatan menuju kepada pengetahuan dan hidayah (petunjuk) serta membimbinganya kepada agama yang hak (benar).

POTRET RUMAH BAGAI KUBURAN
Lebih dari empat belas abad yang lampau. Rasulullah Saw telah mensinyalir bahwa ada rumah yang seperti kuburan.
Dalam sabdanya: “Jangan jadikan rumah-rumah kalian kuburan, sesungguhnya syetan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah.” (HR.Muslim)

Berdasarkan hadits ini, berarti ada rumah yang mungkin nilainya milyaran rupiah, tetapi ternyata ia sesungguhnya seperti kuburan, Yaitu ketika rumah itu sepi dari Al-Qur’an. Saat Ayah, ibu, anak dan penghuni rumah tersebut jauh dari Al-Qur’an. Ketika anggota keluarga tidak pernah berinteraksi dengan Al-Qur’an, tidak pernah memprogramkan untuk rajin membaca Al-Qur’an atau memperbaiki membaca Al-Qur’an, menghafalnya dan meningkatkan secara kuabtitas dan kualitas hafalannya, mentadabburinya, mengamalkannya dan mendakwahkannya serta memberi perhatian besar terhadap upaya membumikan Al-Qur’an, maka ketika itulah rumah menjadi kuburan.

Dan ketika kita hubungkan hadits tersebut dengan ayat di atas maka semakin kuatlah korelasi keduanya. Didalam ayat tersebut, di sebut bahwa Al-Qur’an adalah Ruh, sementara didalam hadits tersebut, bahwa rumah bisa menjadi kuburan ketika, sepi dari Al-Qur’an, maka pantaslah rumah seperti itu menjadi seperti kuburan, karena penghuninya yang jauh dari Al-Qur’an itu adalah bagaikan “mayit” yang hidup tanpa ruh. Sebab, kuburan hanya di huni oleh para mayit. Sehingga rumah itu pun akan di padati oleh syetan, jauh dari barokah (kebarokahan) dan Rahmat.

“Untuk itu, marihlah kita ramaikan rumah kita dengan alunan ayat-ayat suci Al-Qur’an, mentolerir seorang pun di rumah kita yang tak bisa membaca Al-Qur’an. Kita terus kondisikan semua anggota keluarga kita untuk cinta Al-Qur’an dan akrab dengannya, sehingga mereka senantiasa hidup di bawah naungan Al-Qur’an agar rumah kita tidak menjadi kuburan.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s