Bismillah kok NGEBUT !


Perbicangan dengan wong PINGGIRAN, ga da habisnya untuk kita bahas, dari mulai mandi sampai cuci baju, bersih bersih rumah sampai cari rejeki, cerita mereka lengkap diungkap dengan jujur dan lugas, tidak seperti masyarakat yang menamakan dirinya kaum “INTELEK”, mau makan, mandi, sampai buang ingus ae eman setengah mati, harus disimpan dahulu dgn sapu tangan, bandingkan dengan wong PINGGIRAN, mau buang ingus hidung dijepit dengan jari, huiisttt kemudian mereka lempar ke jalan BERES….
Saat ini mereka, sedang berbincang soal do’a saat berangkat mencari rejeki, start dari rumah sampai ke tempat pangkalan disini pertigaan tempat mereka CANGKRU’AN.
Sebut saja SUWANDI dengan ROPII, tukang becak dengan sopir angkot ini asik membicarakan do’a berangkat kerja :

Bismilaahi tawakkaltu ‘alallahi wa laa hawla wa laa quwwata illaa billaahi.

Artinya : Dengan menyebut nama Allah, aku menyerahkan diriku pada Allah dan tidak ada daya dan kekuatan selain dengan Allah saja. (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Mereka berdebat soal sepele ini, tapi bagi mereka sangat mendasar untuk mereka bicarakan, saat aku mendekat mereka langsung bareng serentak berkata : “nah ini pakde datang, Kita tanya aja pada pakde, agar kita ga selalu berantem soal ini.

Aku : “ada apa mas, kok serius amat sih ?”
Suwandi : “pakde, saya selalu berdo’a saat keluar rumah, seperti ini……. (mereka ucapkan seperti tertulis diatas….), menurut pakde gimana ?

Aku : “bagus tuh, sampean termasuk menyandarkan diri pada gusti Allah!”
ROPII menimpali : “masalahnya pakde, cak wandi ini, saat di jalan ngebut (krueng krueng), kan bisa celaka !”
Aku : “iya cak wandi, sampean salah, ngebut itu adalah perbuatan mencelakai diri sedniri dan orang lain!”
Suwandi : “coba telaah lagi artinya dari do’a tersebut pakde : Dengan menyebut nama Allah, aku menyerahkan diriku pada Allah dan tidak ada daya dan kekuatan selain dengan Allah saja.

Aku : “bener, iku Allah yang kuat, sampean kan ga kuat, kalo nabrak bisa penyok, babras kabeh, bisa patah tulang, gegar otak”.
Suwandi : “lalu, apa gunanya do’a itu pakde”

Aku : “sampean, berdo’a itu artinya sampean menyandarkan diri pada gusti Allah, bukan berarti diri sampean sama dengan gusti Allah, tidak setiap orang yang berucap Bismillah yang artinya dengan nama Allah, boleh ngelakuin apa saja, Bismillah kemudian minum Racun yooo KOIT mas (mati), Bismillah nyogok pejabat yooo ga boleh, Alhamdulillah menerima SUAP yoo ga boleh juga.
Kesimpulannya : do’a yang bagus itu akan bagus bila dipergunakan untuk kebagusan, do’a yang bagus apabila dipakai untuk berbuat mungkar, maka tak ada nilai plusnya pada do’a tersebut.

Aku : “gimana cak WANDI ?”, sudah bisa menerima apa belum, kalau belum kita minta kopi TUBRUK ae, bulik ijah buatkan kopi pahit untuk cak wandi!”
Bulik ijah : “inggih Pakde!”
Aku : “gimana cak, apa kopinya manis ?”
Suwandi : “waahhh yo tetep pahit, pakde”
Aku : “sampean bismillah 2000 x tetep ae manis, tapi kalo sampean kasih gula, yo akan manis CAK!”, wes cak aku mau serpis motor doakan nemu duit sak kresek yokkk, BISMILLAH……………… H2C dot com

Kalau teman teman punya tambahan, untuk menyelesaikan persoalan ini monggo sharing………………..

Pakde azemi
Cangkru’an di pertigaan dengan Wong Pinggiran

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s