Catatan Abdul Azis Setiawan: BINGKAI (Rumah Tangga)


Kehidupan rumah tangga merupakan kehidupan yang akan penuh lika-liku,cobaan,dan ujian.Mungkin saja suami akan menemui hal-hal yang bisa membuatnya marah, sebaliknya istri mendapati sesuatu yang membuatnya jengkel. Namun orang yang memiliki pikiran lurus, justru akan memanfaatkan semua situasi seperti itu. Karena orientasinya adalah mendapat cinta Allah, maka dia akan berusaha apa pun agar dapat membuat Allah mencintainya. Maka ketika berada dalam situasi yang membuatnya marah, dia akan bersabar, karena dengan bersabar Allah akan mencintainya. Begitu pula jika sedang jengkel, maka kejengkelan itu bisa menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah manakala dia mampu meredamnya demi mendapat ridhaNya.

Semoga Allah merahmati seorang wanita yang ditemui oleh salah seorang shahabat Rasulullah SAW.
Wanita ini adalah wanita yang muda dan sangat cantik.Dia mengatakan kepada shahabat bahwa dia beruntung memiliki seorang suami seperti suaminya, dan dia merasa bahagia. Ketika sang shahabat ini berkunjung ke rumahnya, dia dapati seorang laki-laki yang sudah tua, bertampang buruk, hitam, dan miskin karena rumahnya sangat sederhana. Sudah begitu, tambah lagi keburukannya, yakni dia suka marah-marah kepada istrinya. Tiada lain laki-laki itu adalah suami si wanita tadi. Meski dengan kondisi seperti itu, sang wanita tetap melayani suaminya dengan senyum dan pelayanan terbaik. Dia
menanggapi kata-kata kasar suaminya dengan kehalusan budi pekerti yang baik.

Sang shahabat heran, bagaimana bisa si wanita mengatakan bahagia padahal kondisi suaminya seperti
itu. Maka bertanyalah dia, “Wahai Fulanah, bagaimana bisa kamu mengatakan bahwa kau merasa
beruntung dan bahagia dengan kehidupanmu sekarang, padahal suamimu itu tua, buruk rupa, miskin, dan tidak baik akhlaknya?”

Seketika itu juga wanita itu menunjukkan muka yang tidak senang. “Tuan, jikalau Tuan datang ke tempat ini hanya ingin membuat saya tidak ikhlas menjalani kehidupan saya, sebaiknya Tuan pulang saja.”

Sang shahabat terkejut mendapat tanggapan seperti itu dari si wanita. Segera dia meminta maaf, namun tetap ingin mendengar jawaban pertanyaan yang diajukannya.

“Baiklah, akan saya jawab pertanyaan Tuan. Saya adalah orang yang sangat menginginkan cinta dari Allah’Azza wa Jalla, oleh karena itu saya senantiasa berusaha memperbaiki diri saya sehingga menjadi orang yang baik di mataNya. Namun ada satu hal yang sejak dahulu sangat sulit saya lakukan, yakni menjadi orang yang sabar. Apa pun yang saya usahakan belum bisa membuat saya menjadi penyabar. Justru semenjak saya bertemu dengan suami saya yang sekarang ini, saya bisa belajar bersabar.

Bersabarterhadap segala kondisi dan perlakuannya. Dan suami saya inilah yang membuat saya bisa menjadi orangyang sabar, karena saya melakukannya semata-mata untuk mendapatkan ridha dari Allah SWT. Dengan begitu, saya bisa menjadi orang yang semakin dicintai oleh Allah Ta’ala.”

Subhanallah.Begitu luar biasa sang wanita tersebut.Jadi,dia menikah dengan laki-laki tua, buruk rupa,hitam, miskin, dan jelek akhlaknya bukan dengan keterpaksaan, namun justru dengan kesadaran.

Dan itu semua adalah sarana dia meraih cinta Allah SWT. Bagaimana dengan kita?

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s