COBLOSAN di SURABAYA kok ga’ rAMe ?


PILWALI kota Surabaya kok nampak kurang greget dibanding dengan PIMILU Legislatip, PIL PRESS dan PILGUB, masyarakat nampak awang awangen (bahasa jawa) atau males malesan.
Ini terlihat dari saat akan berangkat, cara berpakaian sampai suasana di TPS sendiri tak nampak suasana ramai, dekor TPS juga sederhana sekali tanpa accessoris yang mencolok

Ibu ibu datang ke TPS dengan pakaian seadanya (daster), sedang bapak bapak tak kalah seremnya, hanya pake celana pendek dengan sandal jepit beda warna lagi wuiii pokoknya mereka kurang minat dengan PILWALI kota Surabaya, mereka datang ke TPS tak lebih karena mereka dapat undangan selebihnya tak ada, kenapa bisa demikian ?

Diantara pemilih yang pakde tanya; mereka menjawab sekenanya saja, yaa daripada tak dimanfaati mending datang trus nyoblos sekenanya, apa sampean kenal dengan yang sapean coblos?, walah pakde kok kenal, mereka datang kesini saja ga pernah, seharusnya mereka datang kesini agar kita kita ini kenaal, ehhhhh preeettt.

Lhoo kok nyoblos, bukannya sekarang jamannya nyentang / nyontreng ?, kota gede malah gebleg, untung saya buka, kalau tidak yaa ga sah karena kecoblos bawahnya.
Pilwali kota kok yooo kalah rame dengan PILKADES di desa saya pakde!: “mereka yang datang pake sepeda motor, mobil, becak dan bersorak sorak, padahal milihnya cuman nyemplungin biting (lidi), disini ayem seppi tak ada suara musik, wes pokok’e kurang nyaman pakde !”.

PILWALI Kota Surabaya, hanya diikuti 40% penduduk kota Surabaya, artinya GOLPUT lebih besar daripada pemilihnya ?, kenapa bisa begitu ?
Ada beberapa hal yang dapat kurang minatnya masyarakat berpartisipasi dalam PILWALI kota Surabaya (menurut survey yang tak bisa dipertanggung jawabkan) al :
1. Seringnya PEMILU diadakan mulai dari PILEG, PILPRESS, PILGUB, untuk mereka kurang memberikan manfaat yang signifikan:
2. Calon yang akan dipilih hanya dianggap mudah berjanji tanpa ada bukti yang signifikan
3. Umumnya masyarakat pedagang, sehingga lebih memilih bekerja daripada MEMILIH
4. Ada yang berharap dapat DUIT, tetapi tak datang akibatnya mereka yaa ga datang juga
5. Banyak yang bekerja di luar kota, dimana mereka tak diberi cuti untuk PILWALI kali ini
6. BOSAAAAANNNNN

Semoga yang terplih bisa menjalankan amanah dengan selurus lurusn ya dan sejujur jujurnya

Pakde azemi
02-juni-2010

Ditulis pada hari Rabu · Komentari · Suka

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s