HIDAYAH GUSTI Allah Melalui Banyak Cara


Masih ingat kisah UMAR Ibnu Khattab, seorang bertemperamen keras, keyakinan yang begitu kuat akan ajaran MOYANGnya, tak satupun penduduk Quraisy, berani nentang keinginannya, anak perempunnya dikubur hidup hidup, hanya karena cintanya akan ajaran moyangnya. Namun Gusti Allah memberikan HIDAYAH dengan mempertemukan dengan adik perempuannya yang sedang membaca Al-Quran surat Thaha :
Thaa haa.
QS. Thaha (20) : 1
Masih ingat kisah UMAR Ibnu Khattab, seorang bertemperamen keras, keyakinan yang begitu kuat akan ajaran MOYANGnya, tak satupun penduduk Quraisy, berani nentang keinginannya, anak perempunnya dikubur hidup hidup, hanya karena cintanya akan ajaran moyangnya. Namun Gusti Allah memberikan HIDAYAH dengan mempertemukan dengan adik perempuannya yang sedang membaca Al-Quran surat :

Thaha :
Thaa haa.
QS. Thaha (20) : 1
Kami tidak menurunkan Al Qur’an ini kepadamu agar kamu menjadi susah.
QS. Thaha (20) : 2
Tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah).
QS. Thaha (20) : 3
Yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi.
QS. Thaha (20) : 4
(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas Arsy.
QS. Thaha (20) : 5
Kepunyaan-Nya-lah semua yang ada di langit, semua yang di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah.

Sebelumnya perlu saya beritahukan bahwa ini adalah cerita “PIKTIP”, tak ada hubungan dengan propesi seseorang. Karena nama dan tempat bekerja hanya kebetulan kalau menang disebutkan.
Kali ini akan bercerita tentang seorang dokter ahli Jiwa dan Direktur sebuah Rumah Sakit Swasta ternama di kota Surabaya sebut saja namanya Prof, DR,Dr. Selamet Riyadi,S.KJ. Beliau praktek di sebuah tempat praktek pribadi di jalan TIDAR Surabaya, pasien yang datang rata rata orang orang berduit, karena masalah keluarga, masalah usaha yang bangkrut, masalah perselingkungan pokoknya, komplit semua di reparasi sang dokter dengan jitu dan Alhamdulillah sembuh.

Suatu malam, sang dokter dapat pasien spesial (khusus), karena sudah lama mereka berkawan di lapangan tennis, sebut saja namanya pak Jayusman, maka perlu waktu yang agak panjang untuk mendiagnosa pasien khusus ini :
Jayusaman : dokter, hari ini saya dilanda keresahan yang sangat ?
Dokter : coba ceritakan, bagaimana runutnya sampai akhirnya sampean mengalami stress seperti ini
Jayusman : dulu usaha saya hanya hum industri, pesanan datang dari bakul ider (pedagang kecil/asongan), makin lama pesanan merambah ke toko toko di pasar turi, terus ke Mall Mall. Untuk memenuhi permintaan tersebut, saya harus menjual semua barang barang yang saya miliki untuk dijadikan tambahan modal, usaha saya makin berkembang, banyak BANK yang menawarkan jasa kepada saya untuk pinjam duit, tetapi saya masih ragu, karena usaha saya makin berkembang, maka saya beranikan diri untuk mengambil pinjaman di BANK.

Dari sana awal keresahan saya alami, pesanan yang dulu besar, makin hari makin surut semenjak saya mengambil pinjaman di BANK. Inilah yang menyebabkan saya stres karena saya khawatir usaha saya ini akan bangrut, BAGAIMANA DOK, agar saya ini ga GILA HARTA (takut bangkrut) ?

Dokter : pak jayus, sampean ini kan beragama, apakah sampean sudah bayar jakat, sedekah bumi, sembayang ngadep gusti Allah ?
Jayusman : apa itu perlu dok ?
Dokter : kata kiyai saya, TOMBOH ATI itu ono LIMO, seperti lagu mas OPICK itu lhoo pak ?
“Tombo ati iku limo perkarane, Kaping pisan moco Qur’an lan maknane, Kaping pindo sholat wengi lakonono, Kaping telu wong kang sholeh kumpulono, Kaping papat kudu weteng ingkang luwe, Kaping limo dzikir wengi ingkang suwe”.

Jayusman : sampean juga ngelakoni itu yooo DOK ?
Dokter : lhaa iya tohh ?
Jayusman : berarti Dokter juga takut SEPI PASIEN
Dokter : Kok bisa begitu ?
Jayusman : Kalau ga takut sepi untuk apa pakai TOMBO ATI segala, wong ATInya wes MAREM
Dokter : Pak Jayus, setiap manusia itu punya masalah, saat itulah diperlukan TOMBO ATI

Sepulang pasien, saat berbabring di kasur hati dokter Selamet, mengalami keresahan yang sama seperti dialami pak jayus, bagaimana seandainya pasien saya surut, apakah saya bisa meraih kembali jaman kememasan itu ?
Makin hari pertanyaan itu makin keras dalam diri dokter Selamet, pengen minta advis sejawat dokter gengsi, masak dokter ahli jiwa minta advis kejiwaan, inilah pangkal dari malapetaka seorang dokter jiwa yang tak dapat mengendalikan jiwanya, karena terhantui pertanyaan pasien sendiri.
Hari Sabtu Sang Dokter terbang ke Jakarta, tak tanggung tanggung, pengen ketemu pakar agama, agar dapat menyelesaikan kegundahan hati dokter ahli jiwa ini.
Ketemu K.H.ZIDAN ALI MURTADO, kemudian timbul perbincangan sbb :
Dokter : Lamlekum, Pak Ustad
Ustad : wa’alaikum salam, silahkan duduk pak, apa yang dapat saya bantu
Dokter : diceritakan ihwal pertemuan dgn pasiennya, sampai pada kesimpulan kenapa setelah itu saya sendiri kok yang mengalami hal serupa pak ustad ?
Ustad : Sampean sendiri sholat ga ? kok bisa memberikan nasehat seperti itu ?
Dokter : waaah, kalao saya sejak kecil ga pernah sholat pak ustad !
Ustad : Lahhh, gimana sampean bisa kasih nasehat yang tak sampean lakukan ?, itu kan perbuatan orang konyol, maap pak dokter ?
Dokter : ga apa apa ustad, saya harus bagaimana pak ustad ?
Ustad : sampean kudu sholat, karena sholat itu dapat menentramkan jiwa
Dokter : Bagaimana saya sholat, saya sendiri ga tahu tata cara sholat !
Ustad : yaaa, sebisanya saja, setelah itu beli buku tuntutan sholat sambil baca sampean lakukan. Ini sajadah mungkin bermanfaat untuk memotivasi sampean sholat.

Sepulang dari Jakarta Dokter Selamet mulai melakukan ritual sholat, pertama dia ambil air wudhu, yaaa cuman membasuh muka saja kemudian kaki, setelah itu ambil sajadah pemberian ustad kemaren, bingung dimana tempat sholat yang paling bagus, dipilih sudut ruangan yang sepi (nyentong bahasa jawanya), malam itu digelar sajadah, duduk bersila, tangan di letakkan di dada persis seperti orang sedang sholat, sambil membaca bismillah bismillah bismillah bismillah bismillah berkali kali nunduk tegak nunduk tegak nunduk tegak nunduk tegak kemudian selesai.

Kesesokan hari, beli buku tuntutan sholat di Gramedia Jalan Basuki Rahmat, dipilih yang ada GAMBAR tata cara mengerjakan sholat lengkap dengan bacaannya, kemudian difoto copy perbesar 4 x besar buku agar gambar nampak jelas dan untuk mempermudah melakukan tanpa harus buka buka buku lagi, tinggal di JEJER foto copyan dan lihat.
Selesai praktek, dokter Selamet melakukan Ritual sholat seperti pertama dilakukan, dengan memperhatikan gambar tata cara wudhu doklter berwudu, kemudian menggelar sajadah, foto copy di jejer, mulailah ritual dilakukan pertama tambiraturihram, dgn membaca BISMILLAH, kemudian bacaan selanjutkan hanya mebaca BISMILLAH BISMILLAH BISMILLAH BISMILLAH beberapa kali kemudian ruku’ baca BISMILLAH BISMILLAH I’tidal baca BISMILLAH BISMILLAH sampai salam.

Esok hari sebelum berangkat ke Rumah Sakit, telepon Ustad K.H.ZIDAN ALI MURTADO di Jakarta,
Dokter : Assalamu’alaikum Ustad !,
Ustad : “Wa’alaikum salam”, jawab ustad di gagang telepon,
Dokter : “pak ustad, bagaimana ini saya cuman bisa membaca BISMILLAH saja saat sholat ?,
Ustad : “ohh, itu sudah bagus!, menurut Kanjeng nabi Muhammad SAW, orang yang baik itu apabila dalam hidupnya hari ini lebih baik daripada hari kemarin.
Dokter : Maksudnya apa pak ustad ?
Ustad : kalau hari ini sampean hanya bisa bismillah besok kalau dapat ditambah lagi yang lain, artinya, sebaiknya sampean cari guru pembimbing sholat yang tak menyebabkan sampean sungkan !
Dokter : ohh gitu yaaa pak ustad, yaaa terima kasih, Assalamu’alaikum
Ustad : wa’alaikum salam

Pulang dari Rumah Sakit langsung ke Masjid Al-Falah Surabaya, menemui Takmir masjid mengutarakan niatnya, agar dirinya dapat dibimbing, melakukan sholat dan membaca Al-Quran yang benar.
Karena seorang dokter dan dimotivasi diri yang kuat tak lama (beberapa minggu) belajar membaca alquran dan praktek sholat dapat dilakukan.

Hari Kamis Sore sengaja praktek ditutup lebih awal, artinya jumlah pasien dibatasi, di tunda esok hari, karena Dokter Selamet akan ke TP (Tunjungan Plasa) beli baju baru, stelan jas baru, sepatu, parfum khusus, tak lupa beli perlengkapan sholat.
Hari Jumat pagi Seluruh isi rumah KAGET, karena Pak Dokter sudah berpakaian mirip orang kondangan, isteri dan anaknya bertanya : “Pak, mau ketemuan dengan Pak Wali apa Pak Gubernur hari ini?. “hari ini Bapak akan bertemu dengan pemilik Walikota dan Gubernur !”, anak dan siterinya “ ohhh, maksudnya ?, Bapak akan bertemu dengan Guisti Allah, pemilik Jagad dan Penentram Jiwa, anak dan isterinya langsung pinsan mendengar bapaknya ngomong kalau akan sholat di Al-Falah.
Dokter Selamet berangkat ke Rumah Sakit, semua mata terbelalak memandang Dokter yang tak seperti biasanya pakai jas, pakai Kopiah sepatu mengkilap, “mau kemana pak?”, mau ketemuan dengan Gusti Allah!, hooo, apa saya ga salah denger, pak?, anda ga salah dengar saya akan Jumatan di Mesjid Al-falah jam 10.30 nanti agar dapat baris pertama dan dibelakang IMAM.
Masuk masjid, ada orang memanggil pak dokter, pak dokter!, ohhh pak Jayus, alhamdulliah rupanya kita sekarang terlepas dari PENYAKIT HATI.

Dokter Selamet setiap Kamis Sore selalu membeli baju dan jas baru untuk persiapan menghadap pemilik jagad dan oenentram Jiwa GUSTI ALLAH swt.

terinspirasi KEPENATAN wong Pinggiran berdampak Stress, termasuk PEJABAT dan PENJAHAT juga dapat mengalami sterss BERAT buktinya PASIEN RS. JIWA MENUR makin hari makin penuh.
Semoga kita tak jadi pasien RS. Jiwa MENUR

Ayo Nyeruput TEH Wangi Cap GANDULAN
pakde azemi

1 Komentar

  1. Hi Your site runs up honestly slow for my situation, I don’t know
    who’s issue is that however , twitter and facebook starts fairly immediate.
    Well, I am going to thank you very much for adding brilliant article.
    I assume it has already been useful to many individuals who came here.
    I should say that you really have done brilliant work with this plus wish to find
    much more brilliant things through you. Soon after viewing the post, I’ve book-marked your web blog.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s