CERITA MALEM JUMAT KLIWON


ilustrasi

ilustrasi

SOPIR TAXI ILEGAL RS dr SOETOMO PANIK !
Pakde, ini ada cerita konyol kesimpulannya, Sopir itu menangis bukan karena kehilangan harta, tetapi lebih karena kehilangan paket “kardus” yang berisi mayat pasien RS Dr. Soetomo.

Malam itu cuaca di Surabaya hujan lebat, sehingga dingin AC di RS dr. Soetomo membuat orang disana harus memakai JAKET untuk menghangatkan badannya.
Ada perempuan dan lelaki menangis dipojokan kamar mayat, supri seorang Sopir TAXI ILEGAL yang selalu mangkal di RS dr. Soetomo, menghampiri kedua orang tersebut. “mas, mba’ kenapa kok nampak sedih banget”?, ini memang awal para Sopir ilegal menawarkan diri. “Iya mas”; jawab lelaki tersebut, kalau sampean ga keberatan ceritakan pada saya; “sapa tahu saya bisa membantu sampean”.
Begini mas, saudara saya tadi malam meninggal. Yang membuat saya sedih, jenasahnya tak boleh dibawa pulang, kalau tak mempergunakan AMBULANCE rumah sakit, padahal taripnya tuh yang membuat saya ga bisa bayar, mereka minta 2.8juta untuk mengantar ke BANYUWANGI, belum Sopirnya minta tip sendiri sebagai uang lelah. Itulah mas yang membuat saya pengen nangis se kenceng kencengnya malam ini, agar seluruh rumah sakit mendengar.

Oh, itu permasalahan sampean yaa?, gampang mas!, kalau sampean mau, saya bisa menolong, menolong bagaimana?, begini; bagaimana kalau dibawa pakai mobil saya, tapi mas harus membeli kartus TV yang besar dahulu, nanti dimasukkan di kardus TV, kemudian kita bawa bareng bareng ke Banyuwangi, bagaimana,deals ?
Ongkosnya berapa mas, yaaa kasih saja 1,2 juta, kan sudah murah daripada pake AMBULANCE Rumah Sakit. Iya mas kalau segitu saya punya, tapi bayarnya di Banyuwangi yaaa mas ?

Mas supri (Sopir) membelikan KARDUS di jl. Semarang, kardus di dapat, langsung mereka bawa RS dr. SOETOMO. Sopir yang sudah lihai bermain main dgn mayat mengadakan deal, deal dengan SOPIR AMBULANCE untuk membawa mayat ke tempat yang tak jauh, agar proses keluarnya mayat dari Rumah Sakit LANCAR. Bener proses berjalan lancar hingga mayat sudah pindah dari AMBULANCE ke SUZUKI APV.

Perjalanan dimulai dari surabaya menuju Banyuwangi, supri sekali sekali melirik spion sambil nyedot rokok jarum dalam dalam, mas, sampean sareh aja kalau capek, nanti kalau sampai di pasir putih kita sholat subuh di sana dahulu yaaa ?, iyaa mas ga pa pa.
Lagu eddy silitonga, menemani perjalanan mas supri terdengar : “biar biarlah sedih, asalkan kau bahagia, biar biarlah sedih usah kau kenang lagi, biarlah kini hidupku sendiri….”.

Jam 3.45. mas supri membelokkan mobilnya ke sebuah masjid di pinngir jalan dekat pasir putih, Mas,mas, mba’ sudah sampai pasir putih mas, ayo kita subuhan dulu.
Selesai subuhan, mereka istirahat di teras masjid sambil mengamati mobil yang diparkir di halaman masjid, nampak ada orang yang ngintip kaca mobil, mas sapa tuh yang ngintip kaca mobil kita ?. yaa orang iseng kali, mereka kan ga pernah liat mobil bagus, supri meringiss heee heee, sampean ini isok ae mas, kalau sudah ga ngantuk ayo kita kemon, neruskan perjalanan. Oke mas ……

Masih gelap saat itu, mobil baru keluar halaman masjid, ada kijang pickup mepet nyuruh supri ketepi, waah ada apa nich, penumpang pickup itu berhamburan turun mendekati mobil supri, tanpa ba bi bu, mulut kedua penumpang dan supri di LAKBAN, mereka berteriak : “ayo mana duit kamu”, dan kardus itu mereka angkat ke pickup dan tak berapa lama mobilpun lenyap dari pandangan.
Jemaah masjid yang sedang lewat melihat mereka di LAKBAN, mendekat dan membuka LAKBAN.
Disini terjadi kepanikan. Kalau mereka lapor polisi kardus mereka hilang dicuri perampok, maka mereka disalahkan, karena membawa mayat tidak dengan AMBULANCE, kalau tidak lapor mereka juga disalahkan, kerampokan kok ga melapor.
Saling menyalahkan tak ada gunanya, pikiran mereka cuman satu bagaimana caranya agar mayat tersebut dapat ditemukan dengan aman tanpa dicurigai polisi, sebagai pembunuhan ?

Sedangkan mayatnya sekarang ada dimana, itu yang tak dapat diceritakan, karena rampoknya ga memberitahukan.
Atau mayatnya sekarang sudah dijual dagingnya di pasar legi juga tidak ada beritanya, untuk mengetahui selanjutnya biarkan TIM 86 (transTV) yang memburuh perampoknya sampai ketangkap tanpa diketahui pak POLISI.

Makanya jangan ngirit, akibatnya kamu bisa kejepit bisa bisa kamu pailit, karena harus memberi duit pada beberapa orang agar tak menjerit jerit……………..

Cerita ini hanya piksi lhoooooo ga ada di dunia nyata, kalau dunia maya yooo cuma ini…….
Diinspirasi SOPIR AMBULANCE – saat minum wedang TAHU dipertigaan jalan NGAKAK bersama: tukang BECAK, abang BATAGOR, Penjual Bakso MALANG, Mie AYAM, Tahu TEK TEK, Wedang RONDE.
KUMPULAN PARA BAKUL, MANOL dan SOPIR Pertigaan JALAN.

Ayo ndang di seruput wedang tahune…
Ajok lali nyamil perut ayam, godo telo, tahu belek !

Pakde azemi
11 juni 2010

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s