Hari ini kawin emas MERTUA saya


Usia perkawinan 50 tahun, sangat berarti untuk kedua mertuaku, sampai sampai mereka minta padaku: “azemi tolong perkawinan EMAS bapak dan ibumu kali ini diadakan tasyakuran dengan mengundang orang orang yang kurang beruntung (papa) ke rumah agar mereka ikut seneng seperti senengnya bapak dan ibumu”.

Pelajaran berharga yang saya dapat, dengan perkataan mertua saya ini, adalah senengkan orang yang ga pernah makan enak, agar mereka sekali sekali menikmati makanan yang pernah kita makan. Sungguh luar biasa kalimat yang keluar dari mertuaku ini, sedangkan saya sendiri belum pernah berfikir, perlunya kita makan, duduk bersama dengan orang yang kurang beruntung, saran ku saat itu, apa tak sebaiknya kita datangi saja panti asuhan?, azemi, panti asuhan itu sudah banyak yang memberi santunan setiap tahunnya, mereka dapat jatah makanan dari selebritis, sedang orang orang yang ada dijalanan, mereka tak pernah kita jamak, kita ajak gurau, kita sedot aroma badanya, agar kita bisa merasakan, sesunggunya kenikmatan yang kita miliki ini bener bener nikmat, setelah kita bersanding dengan mereka, kata orang jawa ojok mandeng nang duwur terus, yo sekali sekali ndiluk (jangan terus menerus melihat ke atas, sekali sekali melihat ke bawah), agar hidup ini ketemu nikmatnya.

Sebagai menantu, saya belum pernah bersuara lebih keras dari suara mertua, belum pernah memakai singlet didepan mertua, apalagi celana pendek, belum pernah makan dengan sendok bunyi klitik di depan beliau, tak pernah duduk lebih tinggi dari duduk mereka, namun itu semua tak cukup bagiku untuk menebus semua yang telah diberikan kepada isteri saya sejak lahir hingga hari ini, karena keikhlasan yang mereka berikan tak dapat diganti dengan apapun milikku.

Selamat atas PERKAWINAN EMAS MERTUA-Q Bapak SOEGIRI dengan ibu SAMIATI, semoga kesabaran, ketawakalan, dalam menjalani hidup ini dapat ditiru oleh putra putri beliau, anak mantu dan semua cucu cucu serta cicit cicit, semoga beliau masih diparingi seger kewarasan oleh Gusti Allah.

Maapkan catatan ini dibuat sambil nyerut degan dan melon
Sehingga kalimat beletotan tak beraturan dan rasanya kurang manis, tapi saya lebih suka melihat mertua-Q tersenyum hari ini daripada saya harus pergi meninggalkan mereka hanya hari ini.
Makanan khas PEKALONGAN soto KEBO dan makanan khas MADIUN PECEL pedes madiun

Pakde azemi

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s