Isteriku Ridho, tetapi Gusti Allah tidak……………


Saat duduk dipertigaan jalan, kumpul dengan bakul dawet, bakul tahu, bakul batagor, bakul jamu, bakul es tebu juga tongkrongan tukang becak dan sopir Angkot. Persoalan keluarga bisa juga keluar di tengah jalanan yang keras, tanpa disadari uneg uneg itu mengalir, tanpa dikomando, muncul kalimat : “Pakde kang Hari ini dulunya sugih pak, tetapi sekarang kok mau jualan es tebu, mesak’e pak, coba sampean, aja bagaimana cderita sesungguhnya.
Kang Hari, yang ada disebelah, Mesem, bener yaa kang, sapa saya pada kang Hari, heee, itu cerita lama pakde, sekarang kita mikir kenyataannya saja pakde, kan menarik juga untuk diteladani, kalau sampean gak keberatan, sharing po’o ke pakde, siapa tau uneg uneg itu bisa melepaskan kepenatan sampean yang terpendam paling dalam.

Kang Hari, pegawai BUMN bidang konstruksi di kota ini, jabatan mapan sebagai supervisor Quality Control, tentu banyak pula salary yang diterima, apalagi sering lembur dan seminar ke luar kota, belum harus kontrol perusahaan yang ada di daerah. Bejibunnya pekerjaan tak membuat kang Hari malas bekerja, namun bejibunnya pekerjaan, malah membuat kang Hari makin bersemangat melalukan pekerjaan itu.

Di rumah Ibu Hari Setiawan, panggilan untuk ny. Kang Hari setia menunggu kapan saja sang suami datang, dimeja makan selalu menunggu masakan untuk makan malam, bila sewaktu waktu Kang Hari datang malam itu, pagi juga tetep tersedia menu sarapan pagi, untuk menyambut datangnya sang pangeran sebelum berangkat kerja. Ibu Hari sosok wanita setia, sebelum menikah dengan kang Hari dia bekerja di sebuah Bank swasta terkenal di kota ini, namun karena kang Hari melarang isterinya untuk bekerja, maka bu Hari keluar dari pekerjaan yang sebenarnya sangat disukai.

Hidup diperumahan Elite, menyebabkan pasangan kang Hari dan nyonya terisolir dari kehidupan bersosialisasi dengan masyarakat seperti mereka kecil dulu, rumah gede dengan luas tanah 25 x 60 meter dihiasi pagar mewah ukuran jangkung, makin memutus rantai sosialisasi dengan masyarakat sekitar, bu Hari hanya sekali sekali saja keluar rumah di antar pembantu rumah tangga yang sudah dianggap seperti saudaranya sendiri, pakaian, perhiasan juga cara berdandan tak nampak kalau mereka adalah pembantu rumah tangga. Kegiatan rutin selain belanja ke Hyper market, bu Hari paling hanya arisan keluarga di kantor Kang Hari. Kata orang Kang hari dan Bu Hari adalah pasangan yang serasih, kang Hari tinggi besar serta Tampan, sedangkan Bu Hari wanita imut (mungil) cantik dan sederhana. Semua akan berdecak kagum apabila pasangan ini melintas dihadapan mereka.

Rutinitas kang Hari di kantor menambah sepi rumah yang mereka tinggali, rumah sebesar itu hanya di huni Kang Hari, isteri dan 2 putri yang masih kecil kecil plus Pembantu rumah tangga cuman 1 plus suaminya yang menjadi tukang kebun dan seorang supir pribadi Bu Hari, sedangkan Kang Hari sudah mendapatkan jatah Supir dari kantor.
Jabatan Kang Hari dipromosikan dari Supervisi Quality Control menjadi Deputi Bidang Usaha Jasa, makin tinggi jabatan, makin rutin Kang Hari meninggalkan rumah akibat tugas kantor yang harus dinomor satukan, namun Kang HYari selalu memberitahukan isteri dan anak anaknya dimana posisi dirinya saat itu, dengan menelepon ataupun sms mana yang sempat dilakukan, itu menjadi obat untuk keluarganya.

Malam yang menghancurkan harapan
Malam itu Kang Hari, tidak ada acara kantor, sehingga Kang Hari bisa berkumpul dengan isteri dan anak anaknya, rumah yang biasa sepi malam itu terdengar suara tawa penghuni, anak anak Kang Hari demikian bahagianya, semalam di temani Papa mereka, sendah gurau, main games, tebak tebakan, semua ditumpahkan malam itu, seperti pelampiasan dendam kebahagiaan. Malam sudah larut, kang Hari mengisaratkan anak anaknya untuk segera tidur, RINDU dan kamu GENDIS, ayoo sekarang kalian ke kamar, besok kalian sekolah, papa ga mau kalian terlambat bangun, jangan lupa berdo’a sebelum tidur, yaa pa, jawab anak anak kang Hari.
Kang Hari dan Ibu, juga segera beranjak dari ruang keluarga menuju kamar tidur, Kang Hari bercerita tentang adanya usaha perebutan jabatan dari pihak pihak tertentu yang menginginkan jabatan yang dia sandang, karena itu sedikit saja Kang Hari tak dapat menyelesaikan pekerjaan, baik di kota ini maupun diluar kota, akan berdampak pencopotan jabatan, mama: ucap kang Hari, mama harus sabar yaa, kalau papa sekarang jarang pulang!, karena urusan di kota lain lebih rumit dibanding dengan di kota ini, “ia, mama ngerti itu!”, ucap bu Hari. Ma, yaa, papa mau tanya apa mama ga marah yaa?, tanya apa?, mana pernah mama berani ngebantah papa!, begini ma, pekerjaan papa di luar kota itu kan seringnya ga pulang, kerinduan papa pada mama ituloh ma, kadang tak bisa di tahan, ngerti ga ma?, yaaa, mama ngerti, kamar hotel papa sering dimasuki perempuan yang menjajahkan diri untuk bisa dipakai instan (wts elite), tapi papa takut dosa, karena zina itu adalah dosa besar, bagaimana kalau papa punyya isteri lagi, dikota lain?, haaa!, bu hari kaget, mosok papa tega, menduakan saya, sih ?, apakah mama ga bisa melayani papa dengan sempurna?, apakah papa sekarang kurang puas dengan mama?, bukan, bukan itu ma, sabar dulu, papa hanya pengen mencegah perzinaan, karena disamping dosa besar juga rawan kena penyakit, bagaimana kalau penyakit itu akhir kena ke mama?, papa ga mau begitu, papa tetep sayang mama dan anak anak, ini hanya untuk mencegah …… zina begitu kan pa? Jawab bu hari setengah marah!.
“Papa”: ucap bu hari, mama ga keberatan papa beristeri lagi, tapi mama takut, gusti Allah marah kalau akhirnya papa ga bisa adil pada mama, anak anak juga pada isteri baru papa!, insya’ Allah ma, papa akan selalu bersikap adil, papa percaya kok mama akan selalu mendukung papa, dalam memecahkan permasalahan serumit apapun.

2 tahun kemudian, perkiraan bu Hari tak meleset, bahwa Kang Hari sekarang sudah jarang pulang lagi ke rumah, telepon juga makin jarang, anak anak mereka selalu tanya, ma, kenapa sekarang kok jarang pulang telepon saja sekarang jarang?, papamu sekarang makin sibuk, kamu sabar aja yaa, kalau kesibukan berkurang papa kamu akan menemani kamu lagi seperti dahulu.
Isteri ke 2 kang Hari, bukan termasuk orang yang cantik, menurut ukuran pejabat di BUMN, tetapi kang Hari tak bisa melepaskan diri dari kekangan isteri ke 2nya, permintaan, permintaan yang berlebihan selalu dituruti, mulai minta dibelikan rumah, mobil hingga shoping ke luar negeri, selalu di turuti. Kang Hari bagai terhipnotis untuk selalu berkata he ehh saja tanpa kata “tidak” sedikitpun, apa kata isteri ke 2 selalu kontan dilakukan. Hidup dalam pemerasan seperti itu sudah disadari oleh Kang hari sebenarnya, tetapi Kang Hari tak sanggup berontak dari cengkreraman itu.

Tahun 3 kemudian, ada pemeriksaan BPKP, di BUMN tempat Kang Hari bekerja, ditemukan selisih keuangan yang sangat mencolok pada pembukuan yang dilakukan pada devisi Bidang Usaha Jasa, kang hari sebagai penanggung jawabnya, harus mempertanggung jawabkan kemana uang yang raip?, saat itu juga harus dikembalikan atau diproses ke ranah hukum, Lunglai Kang Hari menerima kenyataan tersebut, isteri isterinya dikumpulkan untuk memecahkan permasalahan tersebut, isteri ke2 menolak untuk ikut campur dalam permasalahan ini, karena merasa masih 3 tahun berkeluarga kok sudah diikutkan dalam permasalahan berat. Sedangkan bu Hari, sebagai isteri pertama, mengatakan: “papa, kalau memang papa pengen menyelesaikan permasalahan yang membelit kita ini, papa harus berani, melepas semua aset kita, rumah, perhiasan, mobil, dan semua yang kita miliki, mama ikhlas, apapun akan mama lakukan untuk membebaskan papa dari kesalahan yang papa lakukan, harta akan dapat kita raih kembali setelah papa terbebas dari masalah, kita bisa hidup seperti awal awal kita berkeluarga tanpa ini itu, namun kita merasakan kebahagiaan, lakukan pa, kita mengontrak rumah untuk sementara.

Setelah semua selisih keuangan di BUMN tempat kang Hari bekerja sudah di tunaikan, masih ada masalah lagi yang lebih menghancurkan hari kang Hariu yaitu keputusan dari Direksi memberhentikan kang Hari dari perusahaan, Lengkap sudah penderitaan kang Hari saat itu.
Korban PHK sebenarnya banyak, tetapi mereka yang memiliki jabatan tinggi akan gamang melakukan usaha yang remeh temeh, mereka akan berusaha melamar ke banyak perusahaan, padahal mereka lupa kalau nama mereka sudah diketahui oleh beberapa perusahaan, sehingga usaha melamat akan sia sia.

Kang Hari, setelah terPHK, jalan jalan menyusuri jalan seluruh kota, untuk menemukan apa yang bisa dilakukan setelah dirinya tak lagi mendapat pekerjaan. Sampai di rumah selalu disampaikan pada isterinya, untuk mendapatkan solusi, pilih pilih akhirnya Kang Hari Memutuskan untuk jualan Es SARI TEBU. Keliling dengan nggowes becak yang dimodifikasi sedemikian rupa, diberinama “ES SARI TEBU – KANG HARI”.
Perjalanan menjuaal Es Sari TEBU, awal awalnya memang tak ada yang minat, isterinya, malah menganjurkan untuk menjual ketampanan Kang Hari untuk menjerat ibu ibu kampung, agar tertarik untuk membeli, caranya kereta dorongnya diberi pengeras suara dengan dibekali lagu lagu karaoke lagu lagu hit masa kini, dan Kang Hari harus menyanyi sambil nggowes kereta dorongnya. Bener saran Bu Hari manjur, ibu ibu genit jadi mendekat saat Es Sari Tebu Kang Hari datang, mereka berebut untuk beli sambil nyanyi dan sekali sekali mentowel, lengan, punggung bahkan ada yang berani towel pipi, wuiiihhh LARIIISSSS, ayo ayooo sebelum kehabisan, tinggal dikit lagi, SARRI TEBBUU KANG HAREEEEE

Hingga kini usaha Kang Hari masih harus menapaki, perjalanan hidup yang redup akibat salah urus, perjalanan hidup yang geser karena tak menapi rel yang telah digariskan Gusti Allah, Kang Hari sangat sadar akan keterpurukan itu akibat dirinya terlalu lelap dengan dunia, tak mau memperhatikan saran saran isterinya, napsu dikedepankan, sedangkan akibat di kurang diperhatikan.

Andai setiap orang memperhatikan ayat dibawah ini :

“Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja” [An-Nisa : 3]

Dan dalam ayat yang lain Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman “Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri (mu) walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian” [An-Nisa : 129]

Maka, setiap orang akan berfikir untuk beristeri lebih dari satu, karena kita mau merujuk pada An-Nisa: 129

NOTE ini tidak bermaksud untuk menentang POLIGAMI, karena hak saya tak sampai melarang orang berbuat sesuatu, tetapi note ini hanya sebagai pencerahaan, agar mempertimbangkan perbuatan sebelum melakukan. Karena makin kita memasuki alam lain, saat itu juga masalah baru akan terbuka.

Sebelum melakukan POLIGAMI tak ada salah kita baca LINK di bawah agar mengenal dahulu bagaimana Baginda Rosul, nikah dengan isteri isterinya
http://gus7.wordpress.com/2008/10/27/mengenal-isteri-isteri-nabi-muhammad-saw/

setelah membaca LINK diatas, apakah kita masih pengen punya isteri dengan meniru yang dilakukan baginda Rosulullah, kita masih berbicara SUNNAH tapi tak meniru bagaimana dan perempuan yang bagaimana yang di NIKAHI baginda Rosul.

Mari Kita tidak berpolemik, tetapi mari kita berbuat arif dalam mensikapi ajaran Agama kita, sebelum orang lain justru, mengambil ajaran ini untuk dijadikan pedoman mereka, lihat saja, berapa banyak umat Islam sebelum makan berdoa, padahal ajaran Islam sudah jelas dan sempurna, nyatanya ajaran itu sudah diadopsi oleh pemeluk agama non muslim.

Pakde Azemi
Sambil Nyeruput Es Sari Tebu Kang Hari

2 Komentar

  1. pakde terimakasih, cerita pakde betul” sangat mewakili perasaan wanita sholeha yang tak ingin di poligami namun tak mampu melawan kehendak suami. Semoga banyak suami yang dapat memikirkan ulang & jauh kedepan sebelum mengambil tindakan untuk berpoligami.

    • mb’ erien : makasih kalau suka, pakde cuman sekedar berhalusinasi, sambil berpikir masa depan keluarga, semoga ada manfaatnya untk usemua keluarga yang sedang berbahagia


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s