Ternyata Cak DOEL Bisa ………………………….


ilustrasi

Cak doel, seorang tuna netra yang biasa mangkal di pertigaan jalan, tempat biasa saya cangkru’an, malam itu, tawa renyah mewarnai sekumpulan bakulan dan para sopir angkot dan tukang becak, ternyata mereka sedang meledek cak doel (ahli pijet repleksi), karena sebentar lagi akan memiliki putra pertama!

Cak doel, sampean hebatt! : demikian teriakan, mas darwis bakul tahu tek tek, sambil jempolnya di angkat ke atas. “Apanya yang hebat mas darwis?” : sela cak doel, sampean sudah di kasih kepercayaan gusti Allah untuk punya momongan.
Pakde, kok bisa yaa pakde cak doel melampiaskan hasrat gituan (biologis.red), padahal cak doel kan uto (buta) tak dapat melihat ?, waahhh kalau yang gituan tanya saja pada pelakunya: kataku.

cak darwis : cak doel sepurane (maap) yaa, pertanyaan saya ini kalau akan menyinggung perasaan jenengan (anda).
cak doel : tentang apa cak darwis ?
mas darwis : tentang perkawinan sampean!
cak doel : kenapa dengan perkakwinan saya ?
mas darwis : yaaa cuman pengen tahu aja, boleh ga cak ?
cak doel : ya boleh, kalau bisa saya jawab, kalau ga bisa gimana?, apa sampean ga gelo (kecewa)
mas darwis : waahh ga laah cak!
mas darwis : cak doel, sampean ketemu isteri pertama itu dimana ?
cak doel : ohhh itu, ketemunya di taman surya!
mas darwis : lhoo kok di sana, sedang apaan sampean disana ?
cak doel : waktu itu saya diajak, temen nonton wayang
mas darwis : heyy, sampean nonton wayang, maap cak, Sampean ga bisa….
cak doel : bener mas, saya ga bisa melihat, tapi kan bisa mendengar!
mas darwis : ohh yaa cak, apa sampean bisa menikmati wayang ?
cak doel : yaa bisa mas, wong saya ini kecil di jawa tengah ngoyogjokarto, orang sana semua pasti gemar wayang, tua muda, sehat apa ga seperti saya ini.

mas darwis : cak doel, ini pertanyaan yang serius cak!
cak doel : apa?
mas darwis : maap yaa cak, sampean kok yooo ngerti gelut (bersebadan red. dengan bahasa kocak) dengan isteri sampean ?
cak doel : haaaa haaaa haaaaaaaaaaa
mas darwis : cak, kenapa kok ketawa ?
cak doel : sampean kok yo ada ada saja mas !
mas darwis : aku serius mas, karena bayangan saya sampean ga bisa melakukan itu, kok yoo tahu perbuatan yang ga pernah sampean lihat cara melakukan.

cak doel : mas darwis, sampean kenal gusti Allah berapa tahun ?
mas darwis : wahhh pertanyaannya, kok begitu?, sejak kecil cak !
cak doel : sampean percaya ga, gusti Allah Rahman dan Rahim ?
mas darwis : waahh jadi anak TK, dengan pertanyaan sampean cak!
Cak doel : lhooo sampean pengen jawaban saya, apa ga ?
Mas darwis : iyaaaa, tapi yang itu mas, sampean kok bisa melakukan gituan!

ca doel : mas darwis, coba sampean baca lagi ayat ayat ini :

bismillahir rahmanir rahim
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, (QS. al-‘Alaq (96) : 1)
Dia telah Menciptakan manusia dari segumpal darah. (QS. al-‘Alaq (96) : 2)
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah, (QS. al-‘Alaq (96) : 3)
Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. (QS. al-‘Alaq (96) : 4)
Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS. al-‘Alaq (96) : 5)

Cak doel : mas darwis, sampean inget ga waktu kecil dulu, untuk menandai anak laki laki itu akil baligh, setiap manungso (manusia) laki akan merasakan “MIMPI BASAH”, nah saat itulah saya mengerti bahwa suatu saat nanti saya akan melakukan hal itu untuk melanjutkan keturunan.
KeRahman dan Rahimnya Gusti Allah itu sesuai dengan bunyi QS al-‘Alaq ayat 5. Semua itu gusti Allah yang menuntun manusia untuk melanjutkan, mengembangkan keturunannya, sehingga yang menurut sampean gelap itu sebenarnya menurut gusti Allah “TERANG” karena Gusti Allah saja yang dapat memilih siapa yang dapat memikul beban yang diberikan kepada dirinya. Saya sangat menikmati, hidup tanpa mata, tapi hati saya mungkin lebih peka dari sampean, sampean lebih berat bebannya dibandingkan saya, karena sampean lebih mudah melihat yang diharamkan Gusti Allah, sedangkan saya ga bisa, untung saya bukan ?

mas darwis, Kadang orang yang melek saja tak dikasih Gusti Allah melanjutkan keturunan, kenapa demikian ? yaa itu sesuai dengan “kemampuannya”

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (Q.S. Al Baqarah : 286)

Wes yooo mas, saya mau melanjutkan perjalanan mencari napaqoh, do’akan saya agar isteri saya nanti dapat melahirkan dengan selamat tanpa di CECAR opo kuwihh KOPERASI CESAR itu lhoooo mas. Pakde….. pakde kok bengong…. pakde …. pekde saya berangkat pakde…. ohhhh yoooo yooo cak doel.

Subhanallah, ternyata orang buta itu tak semuanya susah hati, mereka malah bersukur seperti cak doel ini, katanya alhamdulillah tak dapat menikmati kemaksiatan, karena mungkin dirinya tak sanggup menerima kenyataan itu.

Yoo wes konco, tuku sekoteng nang pasar turi, cekap semanten olehe aku ngerumpi, bekupon omahe doro, nek kandang omahe jaran…………….. wes terusno dewe cohhhhh!!!

Alhamdulillah entuk seruputan PANTA MEYAH plus gedang Godog wes gerang kok goblok

Pakde azemi
Semoga bermanfaat

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s