Catatan Putra Juragan: Antara Kenyataan dan Khayalan…


Pemikiran seseoranterasa bagaikan suatu putaran yang kacau balau dan tidak menentu..
Hmm..siapakah yang tahu apa yang sesungguhnya berputar di dalam pikiran..
Terkadang putaran itu kencang..terkadang putaran itu merupakan hal yang begitu tak jelas hingga mengaduk perasaan dan membuat seseorang ingin menangis namun tertahan tanpa alasan yang pasti..
Sebenarnya..mungkin segala sesuatunya terlihat samar ketika kita sendiri tidak mengerti apa yang sesungguhnya sedang berputar di dalam pikiran..
Terkadang memang suatu hal yang menyenangkan ketika kita bermain dengan perasaan yang ada dalam diri kita..

Namun..merupakan suatu hal yang membingungkan ketika perasaan itu mempermainkan kita sehingga membuat segala sesuatunya menjadi kacau balau dan berputar tanpa kendali..


Sesungguhnya..apakah yang sedang terjadi ketika roda putaran tersebut berputar tanpa henti?
Atau apakah yang terjadi ketika kita tiba-tiba merasa tidak sanggup untuk menafsirkan pemikiran dan hati kita sendiri?

Itu semua terjadi ketika kau merasa bahwa dirimu memiliki dunia sendiri..
Ya..terkadang memang kita ingin memiliki kisah, dongeng, dan dunia khayal sendiri yang ingin kita wujudkan di dalam hidup..
Dunia khayal yang seringkali menjadi impian tanpa batas memang disebabkan oleh terbentuknya perasaan hati yang mungkin pernah mengalami guratan yang terlalu dalam dan sulit untuk dibalut..
Luka itu sangat perih ,mencekam dan menyemburkan darah sehingga hati dan pemikiran menjadi rusak dan semakin terdorong untuk menciptakan dunia khayal yang awalnya mungkin terasa indah namun menjadi suatu hal yang membingungkan ketika khayalan tersebut memperbudak batin dan semakin tidak terkendali di dalam diri..

Perasaan adalah anugerah Sang Pencipta..
Dan kepekaan hati adalah karuniaNya..
Namun janganlah perasaan dan kepekaan tersebut dirusak oleh dunia khayal tanpa batas yang dibiarkan terus-menerus merasuk batin..
Karena dunia khayal tanpa batas sesungguhnya bagaikan ombak lautan ganas yang akan menerjang pemikiran, intuisi, dan logika..

Peliharalah perasaan dan kepekaan yang ada dengan rasa syukur..
Berpikirlah menurut karunia yang telah dianugerahkan oleh Sang Pencipta..
Dan ketahuilah..sesungguhnya anugerah untuk menjalani hidup dengan kendali yang ada di dalam pemikiranmu adalah anugerah Ilahi..
Karena kendali yang ada di dalam pemikiranmu sesungguhnya adalah kendali yang telah dipasang oleh Sang Pencipta..
Namun memang..terkadang kita melepaskan kendali tersebut dan mengikuti perasaan dalam dunia khayal kita..sehingga tanpa kita sadari..putaran yang ada di dalam pemikiran kita menjadi ganas, tidak terkendali, dan menciptakan karang yang keras namun dengan tanpa ampun meluluh lantakkan logika dan intuisi..
Ya..itu semua terjadi jika kau melepas kendali di dalam pemikiranmu yang sesungguhnya telah diberikan dan dipasang erat oleh Sang Pencipta..

Semua karena anugerahNya..
Karena itu sadarilah..
Kendali dalam pemikiranmu adalah karunia Sang Pencipta..
Yang menjaga keseimbangan pemikiranmu..
Dan yang membuat hatimu lemah lembut..

Sehingga air matamu tak tertahan ketika harus menangis..
Dan permainan perasaanmu tidak menjelma menjadi dunia khayal yang ganas bagaikan ombak yang menerjang logika dan intuisinya..
Sadarilah itu dan hiduplah dengan cinta dan anugerahNya senantiasa..
Dan jangan pernah melepaskan kendali pemikiran yang telah dikaruniakanNya kepadamu..

2 Komentar

  1. Yok opo nek khayaan sing positif, Pakde…
    Kan, siapa tahu bisa tercipta mahakarya dari hasil sebuah khayalan yang positit.

    🙂 Wasalamu’alaikum

  2. bener bener. pak Muhammad
    kabeh asale soko kayal dadi imaginasi terus di cipta ………….

    salam hangat
    pakde azemi


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s