Kasihan sampean BU………………..


ilustrasi

ilustrasi

Saat aku besuk kawan yang sedang sakit, sore itu di RS HAJI Surabaya, baru saja jam besuk di mulai, nampak pengunjung begitu banyak karena RS HAJI surabaya sekarang sudah begitu besar, banyak poli yang dibuka, banyak ruang perawatan yang di bangun, mulai yang VVIP, VIP sampai kelas biasa semua lengkap tersedia disana, tinggal seberapa banyak duit yang kita miliki atau pengen minta jenis pelayanan yang bagaimana, dengan dokter yang bagaimana.

Kawanku opname karena operasi Prostat, sudah mendingan saat aku besuk sore kemarin, tak ada tanda tanda serius dari penyakit yang dideritanya setelah operasi beberapa hari lalu, sebelah kanan dan kiri tempat tidur kawanku ada pasien menderita penyakit jantung koroner.

Di ruangan sebelah, kudengar tangis yang begitu keras, nampak seorang ibu sudah tergolek tak berdaya dikerubuti sanak saudaranya, mereka sambil nangis nangis, melihat ibunya sedang naza’ (merasakan sakaratul maut), Yaa Robbi, kenapa mereka makin menambah paniknya ibunya menghadapi sakaratul maut, seharusnya mereka mentalkinkan, membaca alquran, agar proses kematian itu cepet berjalan.

Di luar ruangan, anak anaknya berkumpul, mereka sambil meratap menangis menjelang ajal IBUNDAnya, mereka tak sengaja atau mereka memang seperti itu berkata : IBU, AKU SUDAH IKHLAS!, AKU RELA di tinggal IBU!, daripada IBU menanggung sakit seperti ini terus menerus, aku ga tega bu!, Yaa Allah, kalau memang IBUku harus menghadapMU sekarang, kami sudah merelakan.

Tak terasa air mataku menetes mendengar kata kata mereka, “IBU AKU SUDAH IKHLAS, AKU RELA di tinggal IBU”.
Teringat kata kata ibuku dulu saat aku masih muda, kebetulan besuk teman ibu yang terbaring sakit. Berkata ibuku : “azmi, ketahuilah, dan rasakan kalau kamu sudah menjadi orang tua kelak, apabila anak yang sakit, ibunya akan berdoa, Yaa Robbi, janganlah kau ambil anakku, berikan mereka hidup lebih lama, kalau KAU mengijinkan ambillah diriku daripada anakku yang mendahului diriku, tetapi kalau, emak ato bapak yang sakit, anaknya akan berdoa, Yaa Robbi, aku ikhlas……………..dst”.
Subhanallah, hari ini janji ibuku itu bener, Ibu, aku berjanji walaupun dirimu sudah tiada, aku masih punya kesempatan untuk berlaku ikhlas pada ibu bapak mertuaku. agar dirimu dapat melihat bahwa saat itu, aku tak berkata seperti mereka.

Perlu direnungkan :
Mereka tak sadar bahwa, sakit itu adalah cobaan gusti Allah, mereka juga ga tahu, bahwa gusti Allah paling suka dengan orang yang merintih dengan memanggil gusti Allah dengan asma’ul husnah.
Sakitnya seseorang kadang manusia beranggapan sebagai siksaan, padahal gusti Allah punya rencana berbeda dengan yang dipikirkan manusia.

Jika kamu tahu sakit itu :
1. Menghapus Dosa,
“Tiada seorang mu’min yang rasa sakit, kelelahan (kepayahan), diserang penyaki tatau kesedihan (kesusahan) sampai duri yang menusuk (tubuhnya) kecuali dengan itu Allah menghapus dosa-dosanya” (HR. Bukhari).

2. Tetap Mendapatkan Pahala Dari Amal Kebaikan Yang Biasa Dilakukannya Diwaktu Sehat
“Apabila seorang hamba sakit sedang dia biasa melakukan suatu kebaikan, maka Allah berfirman kepada malaikat: “Catatlah bagi hamba-Ku pahala seperti yang biasa ialakukan ketika sehat.” (HR. Abu Hanifah).

3. Memperoleh Pahala Kebaikan
“Tiada seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, kecuali Allah mencatat baginya kebaikan dan menghapus darinya dosa.” (HR. Bukhari).

4. Memperoleh Derajat Yang Tinggi di Sisi Allah SWT
“Seorang hamba memiliki suatu derajat di surga. Ketika dia tidak dapat mencapainya dengan amal-amal kebaikannya, maka Allah menguji dan mencobanya agar dia dapat mencapai derajat itu.” (HR. Thabrani)

5. Memperoleh Ganjaran Berupa Surga
“Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan membutakan kedua matanya dan dia bersabar, maka Aku ganti kedua matanya itu dengan surga.”(HR. Ahmad).

Catatan penting :
“Jika kamu menjenguk orang sakit, mintalah kepadanya (si sakit) agar berdoa kepada Allah untukmu, karena doa orang yang sakit seperti doa para malaikat.” (HR. Asy-Suyuti)

Kesimpulan :
Semoga kita selalu menjaga orang tua kita dengan sebaik baiknya amalan, untuk menyenangkan mereka, dan kita selalu berdoa agar orang tua kita dapat terus mendampingin kita, dalam keadaan susah maupun senang, janganlah berdoa dengan doa keputus-asahan, karena sesunggunya kita masih membutuhkan doa orang tua kita, karena ridho orang tua adalah ridho Gusti Allah
Semoga catatan ini bermanfaat untuk keluarga kita, amin.

NB: Abi Heri buat tambahan, do’akan minta yang terbaik bagi si sakit. Artinya kita pasrahkan sepenuhnya kepada Alloh.

Pakde Azemi
Menunggu pengumunan PSB SMADA Bangkalan
Sambil Nyeruput NESER COFFEE

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s