Kok Gitu Pak…………..


ilustrasi

ilustrasi

Perjalanan berlayar dengan fery setiap hari selalu aku lakukan, karena untuk sampai ke tempat mengajar aku harus menyeberang selat madura, karena itu aku termasuk pelanggan setia walaupun sudah ada Jembatan SURAMADU, tak dapat menarik diriku untuk berpindah ke lain hati heeeee.
Seperti biasa aku duduk mencari tempat yang tak banyak penumpangnya di seblah kanan kiriku, agar aku dapat leluasa memandangi terbitnya matahati setiap pagi. Subhanallah, memandang Matahari terbit setiap hari, menambah keyakinanku akan kebesaran Gusti Allah, Matahari yang begitu besar berwarna jingga, pelan pelan menampakkan jati dirinya makin lama makin nampak besar, dunia tadinya gelap berganti terang dengan sinar mentari, adakah yang kita pikirkan bahwa mentari naik tanpa ada tiang penyangga dan tak ada yang menarik, mereka tak pernah terlambat sedetikpun, Yaa Robbi begitu Indah dunia ini melalui kebesaranMU, sungguh beruntung manusia dapat menikmati.


Tak seperti biasanya ada yang duduk disebelahku, seorang lelaki setengah baya, berbadan atletis, sambil menenteng koran harian pagi dengan WARTA SEPAK BOLA DUNIA – headline – Lebih MEMBARA daripada FINAL EURO 2008. Bapak, disini ga ada yang menempati ?, “ohhh ga ada pak, silahkan! :kataku.

“Bapak mau kemana ?” : tanya lelaki itu padaku, ohh saya mau kerja !. bapak kerja dimana? Saya ngajar di SMADA Bangkalan, ohhh gitu. Kalau bapak, mau kemana? Tanyaku. Saya mau ke Pamekasan: jawab lelaki itu. Kerja di pamekasan ? tanyaku, ohh bukan!, saya kerja di Surabaya. Sekarang mau pulang berarti?, ahhh tidak juga, saya mau istirahat, lhooo istirahat kok di Pamekasan!, bukannya kalau istirahat ke MALANG ?, bener, tapi saya pengen menenangkan diri ? emangnya ada apa, kok sampe menenangkan diri segala ?.

Saya baru saja keluar dari LP Medaeng, ohhh, mulai keder nich diriku melihat orang yang baru keluar dari LP, emangnya bapak kena masalah apa ? waaahhh saya ini ga salah pak? Lhoo kok bisa ?
Ceritanya begini, saya adalah sopir truck kontainer , dari pelabuhan Tanjung Perak dibawa ke Jalan Margomulyo, setiap hari saya melakukan perjalanan dengan truck gede tersebut.
Singkat kata, saat saya melintasi perempatan jalan Perak timur dengan jalan Jakarta, ada sepeda motor ngebut (saya ga tahu, saya tahu setelah diberi tahu polisi), sepeda motor tersebut menabrak ban belakang kontainer, karena kendaraan saya besar ditabrak sepeda motor tak dapat saya rasakan, seperti lalat hinggap di gajah, setelah saya sampai di pertigaan perak dengan Jl Gresik (Palmboom), polisi memberhentikan kendaraan saya, katanya : saya telah ditabrak sepeda motor, penmgemudinya meninggal.
Yaaa begitulah, saya dikenakan pasal kelalaian menyebabkan meninggalnya seseorang, maka saya dihukum 2 tahun penjara.

Apa yang dipikirkan, lelaki ini?. Dia hanya resah, untuk merehabilitir dirinya tak mudah, apakah masyarakat dapat menerima dirinya setelah keluar dari LP. Padahal dirinya bnuka n pesakitan uyang perlu dikurung di LP, namun karena kecerobihan orang lain menyebabkan dirinya harus menanggung akibat dari perbuatan orang lain.


Renungan agar kita berpikir seblum berbuat sesuatu, apakah perbuatan kita tyidak menyababka orang lain sengsara ?

“Dan sungguh Kami akan menguji kalian, sehingga Kami melihat siapa dari kalian yang benar-benar sebagai mujahidin (orang-orang yang berjihad) dan siapa pula dari kalian yang benar-benar sebagai orang-orang yang sabar, dan Kami sungguh-sungguh akan membeberkan isi hati kalian.” (QS. Muhammad ayat 31)

“Tidaklah Allah akan biarkan kaum Mu’minin seperti yang kalian berada padanya sekarang, sehingga Allah pisahkan orang-orang yang jelek dari orang-orang yang baik. Dan tidaklah Allah menjadikan kalian mengetahui perkara ghaib. Akan tetapi Allah memilih dari Rasul-Rasul-Nya siapa yang Dia kehendaki untuk mengetahui perkara yang ghaib. Oleh karena itu, berimanlah kalian kepada Allah dan kepada Rasul-Rasul-Nya. Maka bila kalian beriman dan bertaqwa, maka bagi kalian akan mendapatkan pahala yang besar.” (QS. Ali Imran ayat 179)

“Dan sungguh-sungguh Kami akan uji kalian dengan ketakutan, dan kelaparan, serta kekurangan harta, kematian dan kekurangan hasil pertanian. Dan beri kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang bila mereka ditimpa suatu musibah, mereka akan menyatakan: Sesungguhnya kami ini adalah milik Allah, dan kami semua akan kembali kepada-Nya. Mereka itu akan mendapatkan limpahan shalawat dari Tuhan mereka, dan mereka akan mendapatkan rahmat dari-Nya. Dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapatkan petunjuk dari-Nya.” (QS. Al-Baqarah ayat 155-157).

Pakde Azemi
Menunggu Ponakan yang datang DAFTAR
Sambil nyeruput AENG MINULral

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s