Minul Pulanglah Nak………………………


Sore itu aku kedatangan tamu , Yu (mbakyu) Gennah, dia dulu bekerja di sebelah rumah sebagai PRT, lama sudah ia pulang kampung semenjak anaknya minul, menjadi TKI di negeri jiran, kata orang sekarang : “yu Gennah mendadak kaya”, bagai mendapat uang kaget dari acara sebuah stasiun TePe.

Sore itu yu gennah melaksanakan nazarnya, apabila anaknya si minul pulang ke Indonesia, ia akan datang ke mantan majikannya dan seluruh warga kampung deket majikannya saat dirinya bekerja dulu di Surabaya, sebab saat pulang tanpa pamitan.

Ke datangan yu Gennah di rumah membuat seluruh isi rumah terbelalak kagum, dengan busana muslimah busana muslimah (jilbab) warna merah maron, pertanda yu Gennah sedang berbuah bunga hatinya, gelang keroncong, kalung emas dengan bertahta mutiara, juga giwang berlian, menunjukkan sang pemilik adalah orang kaya, apalagi di depan rumah bertengger mobil jazz warna silver, sungguh menambah decak kagum, tak menyangka yu Gennah dulu sebagai PRT kini berubah , menjadi yu Gennah deHape (sugih) mantan majikan dan orang2 sekampung sudah kalah sugih. Namun yu Gennah tak menampakkan sikap yang congkak, yu Gennah tetep bersahajah, santun dalam berkata, tatapannya tetep menunduk.

Yu gennah berceritera, mengapa dirinya datang ke Surabaya, bukan untuk menyombongkan diri dengan kekayaan yang dimiliki, tetapi sebagai pembayaran KAUL (nazar) yang pernah diucapkan, apabila si minul (putrinya) kembali ke Indonesia.

Aku mulai tertarik dengan nazar yu Gennah! : Yu, kenapa sampean kok sampai nazar segala sih?, apakah ada masalah berat yang menimpah si minul di negeri orang ?.
Begini pakde!, “minul, kata orang di negeri seberang, bukan sebagai PRT lagi, tetapi sudah menjadi “WTS” yang sedang laris larisnya disana!. Kok sampean tahu ?, awalnya saya ga percaya pakde!, karena di desa orang yang paling mentereng rumahnya yaaa rumah saya, karena itu saya anggap semua lagi ga enak ati (sirik). Lama lama saya kena pengaruh gosip tersebut, malahan ada yang menunjukkan poto segala, disitu saya percaya, saya shock pakde!, harta yang begitu banyak rasanya tak berarti buat saya. Saat itulah, saya nazar pergi ke surabaya, karena dulu saya ga pamit saya waktu PULKAM.

Yu Gennah, mencari info tentang nomor HP si minul, karena nomor yang diberikan dahulu sudah tidak dapat dihubungi, banyak dukun dan paranormal di datangi dengan tujuan agar si minul bisa pulang ke Indonesia!. Namun semuanya gagal tanpa hasil, walaupun sudah banyak biaya yang dikeluarkan, sampai akhirnya saya datangi pak modin desa, siapa tahu ada solusi yang dapat meringankan penderitaan diri saya. Kata pak modin, “sebaiknya yu Gennah ikut UMROH”, sontak hati saya gemetaran, saya katakan : “pak modin, saya ga bisa sembahyang, saya ga bisa ngaji, ntar disana saya mau baca apa?”. Kata pak modin: Yu . sampean, ga bisa ngaji Gusti Allah ngerti, sampean ga bisa sembahyang gusti Allah ngerti, tapi berjanjilah (nazar) setelah semua kaul (nazar) sampean kelaksanan (terkabul), sampean kudu ngelakoni (melaksankan) sembahyang dan ngaji, dados pundi yu? (bagaimana), inggih pak modin (iya pak) saya janji. Begini yu!, saat UMROH ada tempat tempat tertentu, menurut agama islam setiap berdoa Istijabah (Maqbul)/ maknyus/ selalu dikabulkan diantaranya :

di mekkah :
– Di Multazam
– Hijir Ismail
di Madinah yaitu :
1. Di Raudah
2. Di Masjid Quba

di tempat itu, sampean minta dengan bahasa jawa yang sampean bisa, mau ngoko (kasar), kromo (alus) atau kromo inggil (alus sekali), juga panggil anak sampean, pokok apa yang bisa sampean ucapkan yaa ucapkan saja, wes ngerti ora yu ?, inggih pak modin.

Pendaftaran UMROH dilakukan Yu Gennah, walaupun hatinya takut karena tak mengerti apa apa tentang agama, sehari hari dirinya tak dibekali pemahaman tentang agama, yang tahu hanya ada gusti Allah kang Moho Suci, Moho Agung, wes gitu aja, soal sembahyang bagaimana tak pernah dia dapatkan.

Sampai di kota Mekkah, melihat ka’bah, saya nangis pakde!, saya berteriak : “Yaa Gusti Allah, aku memasuki rumahMU yang begitu gede, ka’bah yang saya lihat hanya di TePe, kini bisa saya lihat dengan mata saya, yaa Gusti, mugo mugo dungo kulo jenengan kabul’aken (mudah mudahan doaku KAU kabulkan). Saya cari Multazam dan Hijir ismail, disitu saya berdo’a: “Yaa Gusti Allah di RumahMU ini, aku berdoa, Pulangkan anakku si minul dari negeri jiran, minul minul pulanglah nak, emak gak rela dirimu menjadi PELACUR, emak ga rela dirimu melakukan perbuatan itu, minul minul emakmu wes cedak karo Gusti Allah (aku sekarang sudah deket dengan gusti Allah), dengan kuasa Gusti Allah awakmu bakal di usir dari negeri Jiran, setelah emak pulang nanti, minul sadarlah nduk, bondo dunyo ga dadi opo opo, urip bener itu tuntuane sing kuwoso, ayo nul pulanglah.

Saat di Madinah saya cari Raudah dan Masjid Quba, disana saya berdoa, Yaa Gusti Allah di RumahMU ini aku berdoa, pulangkan anakku si minul dari negeri jiran, minul minul pulanglah nak, emak gak rela dirimu menjadi PELACUR, emak ga rela dirimu melakukan perbuatan itu, minul minul emakmu wes cedak karo Gusti Allah (aku sekarang sudah deket dengan gusti Allah), dengan kuasa Gusti Allah awakmu bakal di usir dari negeri Jiran, setelah emak pulang nanti, minul sadarlah nduk, bondo dunyo ga dadi opo opo, urip bener itu tuntuane sing kuwoso, ayo nul pulanglah.

Selama UMROH, saya tak melakukan apa apa pakde!, karena saya ga ngerti apa apa, karena itu, saya selalu berpencar dengan jemaah lainnya, sebab saya malu dan pengen berdoa lebih khusu’, saya selalu mencari tempat yang dipesen pak modin, saya nangis pakde!, saya ga kuat menahan air mata, sambil sesenggukan saya berdo’a, banyak orang melihat, karena suara saya kadang keras sekali, karena terbawa emosi, tapi saya tetep berdoa ga perduli orang mau bilang apa.

Semua sibuk beli oleh oleh, tapi saya sibuk masuk masjidil haram, untuk berdoa, tak ada waktu tanpa berdoa, ini saya lakukan agar anak saya tidak tersesat jalan. Hari terakhir, saat mau pulang dari masjid, saya didekati lelaki tua berjubah putih, jenggotnya rapih sekali, Assalamu’laikum, ibu dari Indonesia ?, “iya pak kiyai”, saya perhatikan sampean beberapa hari dalam berdoa kok selalu menangis, ada masalah berat ?, “iya pak kiyai!”. Semua masalah, saya ceritakan. Pada kiyai itu menyuruh saya berdoa, agar dirinya bisa mengamini, setelah saya berdoa, kiyai itu berucap, “amin”, setelah saya bedoa dia, berucap, amin. Setelah selesai gantian saya yang minta pada kiyai ini. Pak kiyai boleh saya minta didoakan?, minta didoakan apa?, doakan saya agar bisa cepet membaca alquran (ngaji), cepet bias baca bacaan sholat. Yaa : “saya yang berdoa, sampean yang ngamini yaa!”. Sampai doa itu dibacakan pak kiyai. Saya berucap amin, hingga doa itu selesai.

Saat sampai di Surabaya, saya mulai degdegan, takut orang kampung tanya, apa yang dilakukan saat Umroh!, begitu nyampe didesa, malah saya ga disambut orang desa, orang desa malah ribut melihat AMBULABCE yang berhenti di depan rumah saya, pintu Ambulance di buka persis saat mobil saya sampai di depan rumah, saya melihat wanita muda tergolek lemah tak punya daya, lunglai, tak bisa bicara, seperti tersambar petir, apakah in i sebuah keajaiban?, sungguh JAWABAN Gusti Allah tak pernah tertunda bagi orang orang khusu’ bedoa.

Saat itulah pakde, saya percaya Gusti Allah itu Welas Asih, Gusti Allah itu punya banyak pasukan, manusia tak punya daya dengan keterbatasan ruang dan waktu, tapi Gusti Allah tidak.
Sudah yaa pakde saya, juga masih pengen berbagi dengan orang kampung yang lain.
Assalamu’alaikum.

Apa yang bisa disimpulkan :
– Janji Gusti Allah menunjukkan tempat istajabah saat berdoa, bener adanya!
– Keseriusan berdoa selalu dijawab tanpa di tunda oleh Gusti Allah
– Do’a Ibu selalu terangkat tanpa hijab, karena ketulusannya
– Tak ada sarat bahasa apa dan orang bagaimana untuk mengahadap Gusti Allah
– Gusti Allah seperti seperti yang dipikirkan manusia, kalau baik yaa manusia baik, kalau …..

Ada bebera hal yang perlu diperhatikan kata kata jawa di bawa :

Aja dumeh sugih banda, (jangan sombong jadi kaya)
Yen Pangeran paring lara, (bila gsusti Allah memberi sakit)
Banda akeh tanpa guna, (kekayaan tak ada gunanya)
Doktere mung ngreka daya. (dokter hanya berusaha)

Kesombongan tak ada gunanya kalau kita tak mampu berbuat banyak

Mari kita perhatikan ayat dibawah :
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (Al-Munafiqun: 9)

“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu): di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (At-Taghabun: 15)

Doa Ibu untuk Anaknya (Jalaluddin Rakhmat)
Ya Ghaffar, ya Rahim
Kau letakkan di rahim kami anak-anak ini
Kau amanatkan diri-diri mereka pada lindungan kasih-sayang kami
kau percayakan jiwa-jiwa mereka pada bimbingan ruhani kami
Kau hangatkan tubuh-tubuh mereka dengan dekapan cinta kami
Kau besarkan badan-badan mereka dengan aliran air susu kami

Wahai Zat yang nama-Nya menjadi pengobat
yang sebutan-Nya penyembuhan
yang ketaatan-Nya kecukupan
sayangi kami yang modalnya hanya harapan
dan senjatanya hanya tangisan

Semoga bermanfaat dan dapat dipakai sebagai rengungan untuk menentukan masa depan kita

Pakde Azemi
Nyeruput Wedang Jahe dan Nyamil Tahu Gosong

4 Komentar

  1. wah postingannya siip pakde..

    salam kenal dari saya..

    http://kanvasmaya.wordpress.com/

    • makasih mas, kalau suka!
      semoga silaturahim ini dapat terus berlanjut

  2. ijin link ya pakde..

    • Alahmdulillah, sangat seneng sekali mas
      semoga bermanfaat untuk orang lain


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s