SAMBANG TEMAN kena STROKE


gayane wong sugih

gayane wong sugih

NOTE JUMATAN sebagai PENCERAHAN QOLBU

Sore kemarin aku sambang (silaturahim), temanku yang sedang diberi cobaan Gusti Allah, kena penyakit Stroke. Awalnya aku tak memiliki pretensi apa apa, nantinya saat aku berada dirumah teman tersebut. Sebut saja namanya Bang Jaiz dan Ning Biba isterinya. Bang Jaiz, awalnya adalah seorang saudagar kaya, usaha galangan kayu yang dimiliki di daerah surabaya utara dan toko busana muslim yang tersebar di beberapa kota di Jawa Timur, menjadikan dirinya dapat menikmati lezatnya kekayaan yang telah mereka rasakan bertahun tahun, banyak tetangga merasa sungkan menyapa dirinya akibat kekayaan itu, sehingga jarang tegur sapa antara dirinya dengan para tetangga, inilah penyebab dirinya terkucil dari kehidupan kampung, terkucil dari gerak tawa orang orang kampung, dia sibuk dengan semua usaha (bisnis) yang dimiliki, pagi sore, malampun mereka selalu saja menghitung hitung stock barang, tentunya juga menghitung hitung keuntungan yang akan di dapat.

Tahun 2005-2007 awal Gusti Allah mulai memberikan peringatan, dengan beberapa toko busana di beberapa daerah kerampokan atau kemalingan, akibatnya beberapa usaha mulai mengalami kolap, akibat kekurangan modal, tahun 2008 satu toko busana yang paling besar terbakar, dan tahun 2009 galangan kayu terlibat ilegal loging, akibatnya harus berurusan dengan pihak yang berwajib, lengkap sudah penderitaan Bang Jaiz, memudarnya usaha yang digeluti menyebabkan dirinya kena penyakit stroke.

Dalam perbincangan saat aku silaturahim, bang Jaiz menangis: “azmi, maapkan saya yaa, kalau saat itu tak pernah bertegur sapa saat saya sugih dahulu!,”, sudahlah bang, gak usah dipikirkan, yang penting sampean sehat saja sekarang, ntar kita bisa bermain seperti waktu kita kecil dahulu yooo?, bang Jaiz, hanya mesem, saat aku ajak bercanda.

Bang Sampean, sebenarnya pengen apa sih?, kan semua telah abang rasakan dahulu, kalau sekarang udah di minta gusti Allah, itu yaa relakan saja, “iiiiyaaaa” :jawab bang jaiz, dengan suara khas orang kena penyakit stroke. Nah sekarang sampean harus punya semangat untuk sembuh !, bang jaiz mengangguk.

stroke

stroke

Setelah ngobrol agak lama, mata bang Jaiz mulai berkaca kaca, ku tanya; “kenapa sampean kok mbrebes mili (berkaca kaca)”, jarinya menunjuk Victory (jari telunjuk dan jari tengah di angkat), aku ga ngerti maksudnya, “apa maksudnya bang ?” : tanyaku
Aaaaakku taakk biissssaaaa, meeelaaakuukaaann duuaa (maksudnya aku ga bisa melakukan 2), ku tanya apa itu? Dijawab : saaaattuuu pergi ke Mekkah duuuaaaa meeeniiiikaaaahkaaann anaaaakkkuu sendiri (maksudnya dia pengen menikahkan anaknya sendiri bukan mudin yang menikahkan anaknya dengan serah wali).

Yaa Robbi, dulu saat bang Jaiz masih kau beri kenikmatan, ternyata belum dipergunakan dengan baik rupanya, belum maksimal dirinya mengerjakan perintah agama, Yaa Allah, ya Rozak yaa Alim, janganlah aku dan temen2 FBku, tak kau berikankan kepandaian untuk mengelola rezeki yang kau berikan itu, sebagai tabungan untuk menemui diriMu kelak, yaa Latif, berikan aku dan temen FBku memiliki hati yang lembut sehingga bisa mencerna apa yang terlihat dan terdengar saat ini, dan memiliki mulut yang lembut dalam berkata kata.

Kesimpulannya :
Dari sambang konco (Bang Jaiz), bisa aku simpulkan sebagai ungkapan untuk dirikiu dan temen temen FBku agar :
1. Jangan kamu sisa siakan waktu sehatmu hingga kamu jatuh sakit
2. Jangan kamu sisa siakan kekayaanmu hingga kamu jatuh miskin
3. Ingatlah Gusti Allah, senyampang kita masih sehat dan kaya
4. Mari kita mulai memiliki kesadaran diri dengan gerakan menabung untuk akherat, kita mulai dari gerakan recehan hingga meningkat ke lembaran cek milyaran…………
5. Jangan Sampai kita kena bunyi ayat di bawah ini :

Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. (Al Baqarah 7)

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? (Al Jatsiyah 23)

Rasanya merinding kita sebagai kiat setelah membaca dua ayat diatas. Marikan kita lakukan yang mudah mudah saja, maril kita mulai dengan yang sepeleh dahulu, jangan kita paksakan diri dengan yang berat, padahal yang ringan tak pernah kita lakukan, marilah lakukan senam sodaqoh, aerobik dzikir agar otot, otak dan ongkos kita naik ke suarga terpenuhi.

nitip renungan yang baik di bawah untuk kita camkan dan kita hunjamkan ke dalam hati (qolbu) kita, agar senantiasa waspada

TAHUKAH KITA Hadith Qudsi: Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat, sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahari-Ku. Tahukah kamu bahwa neraka jahanamKu itu:
1. Neraka Jahanam itu mempunyai 7 tingkat
2. Setiap tingkat mempunyai 70,000 daerah
3. Setiap daerah mempunyai 70,000 kampung
4. Setiap kampung mempunyai 70,000 rumah
5. Setiap rumah mempunyai 70,000 bilik
6. Setiap bilik mempunyai 70,000 kotak
7. Setiap kotak mempunyai 70,000 batang pokok zarqum
8. Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 ekor ular
9. Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hasta mengandung lautan racun yang hitam pekat.
10. Juga di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 rantai
11. Setiap rantai diseret oleh 70,000 malaikat

pakde Azemi
Nyeruput EH WANGI Cak Somad

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s