MANTEN di “Tangisi Supir Angkot”


Ramenya manten di jalan Kampung , makin lama makin membuat resah para sopir angkot?, lhoo kok bisa ?, cak pardi, bercerita suka duka jadi supir angkot di jalan KAMPUNG.
Pakde sampean kan orang islam? Iya kenapa? Saya mau tanya ? lhoo sampean sendiri bukan islan ta? Ia saya juga islam pakde, tapi saya pikir pikir, orang orang kampung ini bener apa salah, apa islamnya yang salah ? waduchhh, kok ngomong begitu sampean ?.


Begini pakde, saya pernah denger hadist begini :
Nabi yang mulia Muhammad saw bersabda: “Setiap jiwa diwajibkan bersedekah..”, lebih lanjut beliau bersabda: “Ucapan yang baik adalah shodaqoh, menyingkirkan duri dari jalan adalah shodaqoh, setiap langkah menuju shalat adalah shodaqoh”.

Nah sekarang kita ke masalah yang saya alami pakde, kamaren saya bener bener APES pakde, kenapa begitu ?, sehari saya ga kerja, karena jalannya di pake untuk MANTENAN, sebab adanya MANTEN NUTUP jalan, abislah rejeki saya, saya harus puter jalan jalan bukan rutenya, pakde tahu ga akibatnya?, ga tahu, emang kenapa ?, saya hanya menghabiskan BBM bukan black berry messenger, tapi Bahan bakar Minyak, sorenya saya ga narik alias berhenti kerja, karena jelas ga ada penumpang naik, daripada tekor kan mending saya MOGOK kerja aja, heeee

Coba pakde pikirkan: “menyingkirkan duri dari jalan adalah shodaqoh”, artinya pakde, kalau menaruh duri itu dosa pakde, ini menurut saya lhoo pakde!, trusss gimana?, bila menaruh duri saja dosa bagaimana menaruh kursi kursi di tengah jalan ? apakah ga lebih gede dari duri ? ada juga yang menaruh POLISI TIDUR, itu kan merusak angkot pak ? menurut pakde bagaimana ?

Waduch cak pardi, begini yooo, soal manten itu pakde ga bisa kasih coment, tapi kalau masalah sodaqoh dan polisi tidur pakde sepakat dengan sampean cak !.
Polisi tidur itu da ga islami bener yang memasang, masak jalan di aspal kan untuk kelancaran jalan, sekarang kalau di kasih polisi tidur kan mending di paculi aja semua biar semua jalan LAMBAT, kalau di hubungkan dengan singkirkan duri, yaaa pejabat KAMPUNG itu lebih JAHAT dibanding TERORIS, coba berapa kali becak yang jempalitan (terguling) saat melintas PLISI TIDUR, bahkan di depan rumah pakde, ada ibu mau ke rumah sakit, akan melahirkan karena lewat polisi tidur brcaknya jempalitan, akibatnya bayinya HAMPIR keluar, apakah itu ga memalukan keluarga si IBU tersebut ?, banyak juga penjual makanan dorong seperti bakso. Batagor, tahu tek, hampir jempalitan (terguling) rombongnya saat melerwati polisi tidur. Banyak yang bilang kampung di Surabaya semua dipasangi polisi tidur, itu indikasi masyarakatnya JAHAT (kejam), apakah ini bener ungkapan demikian?, yang jelas belum ada penelitian tentang signifikasi antara Pemasangan Polisi Tidur dengan TABIAT JAHAT………

Coba baca ayat dibawah ini :
Alloh berfirman dalam QS Al-An’am 160, “Barang siapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barang siapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan)”.

Dulur2ku, Jalan kampung di deket rumahku, hampir setiap 1 minggu sekali ada kegiatan MANTEN, SUNATAN, apa saja selalu menutup jalan, sehingga supir angkot merasakan akibat dari penutupan jalan, aku tak mengerti apakah menurut UU Lalu lintas boleh jalan Kampung yang dilewati ANGKOT (bisa dikatakan jalan protokol) diperkenankan untuk ditutup se sering itu, yang jelas, setiap ada kegiatan pasti ada ijinnya, pertanyaan yang ada dalam benak para supir angkot, apakah pernah dilakukan evaluasi layak tidaknya sebuah jalan di tutup untuk kepentingan “MANTEN”, tentunya banyak merugikan banyak pengguna jalan tersebut, utamanya para supir angkot yang harus mengais rejeki di sana.

Kesimpulan :
1. Dari bunyi hadits …………………… menyingkirkan duri dari jalan adalah shodaqoh………….. mensiratkan pada kita sebaiknya tidak mengadakan kegiatan kegiatan yang merugikan banyak orang
2. Perlu ada evaluasi untuk memberikan ijin penutupan jalan protokol
3. QS Al-An’am 160, …………………………… dan barang siapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya ………….. artinya kalau penutupan jalan yuang merugikan banyak orang dikatagorikan perbiatan jahat, maka Gusti Allah akan itung itungan dengan kita.
4. Marilah berlapang dada untuk menerima kritikan orang lain, demi kemaslahatan banyak orang.

Semoga bermanfaat

Pakde azemi
Isuk isuk nyeruput KOPI KAPAL LAYAR
Dengan camilannya Jajan Pasar LUPIS, KLANTING, serawut, cenil dll

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s