Ziarah Makam perlu tuntunan yang benar……………..


Minggu ini merupakan minggu terakhir menjelang bulan ramadhan, sehingga banyak menyempatkan diri untuk datang ke makam, dari sekedar bersih bersih makam, berdoa, sampai ada yang mengutarakan niatkan untuk segera menikah dengan pujaan hatinya (sekedar mohon restu), juga ada minta rejeki lancar lancar terus. Itu potret yang dapat terekam di belakang saya, saat ziarah ke makam.

Sebelum memasuki areal makam umum di pada hari hari seperti ini, penjual bunga untuk ditabur di makam makin banyak, dari bunga yang hanya sekedar tabur sampai banyak macam bunganya. dijual bunga dengan fariasi sesuai dengan macam bunga itu sendiri.
Mbok tun dan ning Pu’ah contoh penjual kembang untuk keperluan nyekar (peziarah makam), menuturkan : “hari ini pembeli bunga sangat banyak sedangkan kiriman bungan sangat terbatas”, “sehingga harganya sangat mahal”, “sedang saya tak dapat menjual dengan harga mahal, takut ga laku”. Hukum ekonomi berlaku juga disini, permintaan banyak sedang supply kurang, akibatnya permainan harga dapat dilakukan, persis cerita penjual ayam, waktu bercerita tentang peredaran dan harga ayam di TVone bagaimana dirinya harus patuh pada harga pasar, sedangkan harga pasar ada yang mempermainkan, akibatnya harga ayam potong tetep saja gak bisa diturunkan, kecuali pemegang kendali berkata “SIMSALABIM”.

Memasuki areal makam, selalu kita dikerubuti anak anak kecil yang sedang membawa sabit (arit) untuk yang laki laki dan yang perempuan membaca air dalam botol kemasan untuk di tuang di pusara bersama dengan bunga yang kita tabur, sedangkan bapak bapaknya, tanpa ba bi bu langsung aja main sikat membersihkan rumput rumput yang sebenarnya ga ada, tapi yaa itu dipaksakan untuk bersih bersih, belum lagi menawarkan memberikan pohon pohon kecil yang berfungsi untuk mengitari makam, agar nampak bagus, sedangkan harga yang dipatok huii luar bisa besarnya, apakah ini suatu rejeki yang dipaksakan atau memang harus kita berikan agar makam keluarga kita dapat terjaga keasriannya, walallahu a’lam.
Setelah kita selesai bersih bersih makam, banyak anak anak kecil laki dan perempuan yang meminta belas kasihan (sedekah) dari kita, jumlahnya wuii banyak amat, satu dikasih keluar yang lain, sambil menarik narik baju, agar diberi seribu kalo kita kalikan yaaa lumayan banyaklah, karena itu sebelum ke makam sediakan uang cukup agar kita dapat keluar makam setelah, bersih bersih makam selesai.

Kebiasaan (tradisi) memberi bunga pada makam di jawa disebut dengan NYEKAR, sungguh menambah semarak tradisi nyekar dari hanya sekedar memberi bunga sampai pada memberi kendi di makam untuk keperluan menyiram makam, padahal kendi setelah kita pulang (meninggalkan areal makam) kembali hilang tak tentu rimbanya.
Beberapa orang nampak khusu’ membaca alquran, ada yang berdoa, ada yang bercerita tentang dirinya, sepintas acara rutinitas nyekar ke makam seperti acara reunian antara yang masih hidup dengan yang sudah meninggal. Ada juga yang meminta minta sesuatu pada makam tertentu, seperti dagangannya agar laris, macam macam orang datang ke makam, dari yang sederhana sampai yang mentereng, ini nampag dari tumpangan mereka.

Berkah bagi peminta minta dan penjual jasa bersih bersih makam dengan mematok harga yang cukup pantastis, sepintas mirip pemaksaan, namun nampaknya mereka manut saja, tak nampak mereka suka apa tidak dengan cara cara yang dilakukan orang orang disekitar makam ?, tentunya setiap orang berbeda beda persepsinya.
Ada persitiwa menarik dari peziarah, saat makam ORTUnya akan dibersihkan dia menolak alasannya, Almarhum dan Almarhuma sudah berwasiat yang boleh membersihkan makamnya hanya keluarganya saja, selain itu tidak diperkenankan, sehingga orang orang yang menawarkan jasanya agak sedikit kecewa.
Saat pulang saya, kok tertarik dengan orang tersebut, kenapa ada wasiat seperti itu, saat diparkiran saya tanya, mas, kenapa ortu sampean kok sampai berwasiat seperti itu, ohhh itu yaa pak !, sebenarnya tak ada wasiat pak!, tetapi karena saya ga punya duit aja, bagaimana saya harus bayar orang sebanyak itu, padahal makam ORTU saya cuman satu, masak dibersihkan orang sebanyak itu, ohhh gitu yaaa, pinter juga sampean mas, makasih yaaa….

Dulur, ziarah ke makam itu perlu kita mengerti tuntunan, agar tak nyasar keluar jalur, seperti banyak yang mengatakan syirik Akbar (besar) yang mungkin sering terjadi di kuburan adalah:
• Menyembelih untuk penghuni kubur,
• Menunaikan nadzar kepadanya,
• Memberikan persembahan kepada penghuni kubur yang disertai dengan keyakinan dan perasaan cinta dan atau berharap dan atau takut terhadap penghuni kubur,
• Bertawakkal kepadanya,
• Berdoa kepadanya,
• Meminta pertolongan untuk mendapatkan kebaikan (isti’ânah) atau untuk lepas dari kesulitan (istighatsah) pada penghuni kubur,
• Thawaf pada kuburan, dan Ibadah lainnya yang ditujukan untuk penghuni kubur.

“Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” [ Al-An’âm: 88 ]

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” [ An-Nisâ`: 116 ]

dan firman Allah Subhânahu wa Ta’âla ,

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya, ‘ Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar. ’ .” [ Luqman: 13]

Terakhir, saat di makam berhati hatilah niat kita, jangan sampai kita terjerumus kepada syirik, walaupun awalnya kita sebenarnya pengen agar hati kita selalu ingat akan datangnya maut, tetapi apabila tanpa dibarengi dengan tuntunan Alquran dan Sunnah Rosulullah, maka habislah semua amalan yang telah kerjakan selama ini akibat dosa syirik itu sendiri.

Semoga ini dapat dipakai sebagai bahan renungan saat kita di makam

Pakde Azemi
Melirik yang Khusu’ kadang itu justru keliru,
Melirik yang biasa kadang itu benar

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s