RENUNGAN …………………


ANDAI cara berpikir kita dalam berpuasa kita meniru proses “metamorfosis” dari ULAT hingga menjadi KUPU KUPU

  1. saat menjadi telor menjadi ULAT, tak ada yang menyenangi, nempel di dau n daun rusak, daun juga dimakam, nempel di dahan juga menyebab dahan kurang subur. Saat ULAT ini ibaratkan diri manusia sebelum puasa, kemana mana tak ada suka sering merusak, karena sipat merusaknya
  2. Saat menjadi kepompong, saat jadi kepompong inilah, ulat berpuasa, menjauhkan diri dari hingar biungardunia, saat itu ulat berdiam   diri, zikir. ini ibarat kita dalam menjalankan puasa, kita menjauhkan  hingar bingarnya dunia, mata dijaga, telinga dijaga, mulut apalagi, saat itu sipat rakus dibuang, sipat merusak di tinggalkan.
  3. Setelah sukses mengasingkan dari dunia, ulat berubah jadi kepompong, kemudian kepompong bermetamorfosis  menjadi Kupu kupu. nah saat itulah. ibarat manusia setelah puasa dia kembali menjadi fitri, yaitu manusia yang di eluh eluhkan, sama dengan kupu kupu, kedatangan kupu kupu di sebuah rumah, akan disambut gembira karena ada keyakinan (jawa) bila ada kupu kupu masuk  rumah, maka akan ada tamu membawa rejeki untuk keluarga tersebut. nah bila kita setelah idul fitri di eluh eluh oleh banyak banyak orang, maka puasa kita bisa dikatakan sukses, setelah 1 bulan bertapa di mesjid mesjid, dikir, ngaji dll.

semoga kita saat Iedul Fitri bener bener FITRI

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s