Saling Suudzon berbuah manis………………


Kali ini pulang dari Bandung, saya putuskan untuk naik kereta api (mutiara selatan), tak seperti biasanya saya seneng naik BUS atau PESAWAT TELEPON, naik kereta api lebih rileks dan banyak kenalan pikirku begitu, apalagi saat itu aku kena sakit mata sehingga perlu pakai kaca mata hitam, agar tidak menular pada orang lain, juga harus banyak istirahat, ini alasan mengapa harus naik kereta api.

Stasiun Bandung sudah banyak berbenah, tak seperti 10 tahun lalu, kios kios makanan dan minuman sudah tak perlu cari cari lagi pengen apa sudah tersedia disana.
Saat mau beli tiket kereta saya dikejutkan oleh seseorang kebingungan membawa tas koper sesekali orang tersebut ngendap ngendap di balik tembok pilar stasiun.
Baca lebih lanjut

MASIH BANYAK WONG CILIK JUJUR


Cangkru’an di perempatan jalan selalu menimbulkan inspirasi, kali ini perbincangan dengan para sopir angkot, sopir taxi tak ketinggalan penjual batagor, tahu tek dan tahu campur, mereka sedang ngerumpi di warung mba La. Cak wahid sopir taxi cerita kalau taxinya tadi ada HP tertinggal, karena takut ga dapat persenan dari pemilik HP, maka HPnya dititipkan di kantor pusat Taxi. Cak Rus bertanya : kenapa kok ga diantar saja ke tempat penumpang terakhir ?. Jawab cak wahid : wah ga bisa cak, kalau saya antar ke rumah penumpang terakhir, takut tekor bensin, kan rumahnya jauh, biasanya orang hanya kasih sekenanya saja, tanpa melihat jauh dekat dan berapa bensin yang harus saya beli, ini sedan cak!, bukan angguna, heeee.
Baca lebih lanjut

dari note Abah Heri : BAHAYA HUTANG.


Dari ‘Aisyah r.a. isteri Nabi saw, bahwa Rasulullah saw. sering berdo’a dalam shalat, “Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur, aku juga berlindung kepada-Mu dari kejahatan Dajjal, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan kematian. Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan dosa dan lilitan hutang.” Ada seorang yang bertanya kepada beliau, “Mengapa Anda sering kali berlindung kepada Allah dari lilitan hutang?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya apabila seseorang terlilit hutang, maka bila berbicara ia akan berdusta dan bila berjanji ia akan pungkiri,” (HR Bukhari [832] dan Muslim [589]).
Baca lebih lanjut

Terlalu Berani untuk Mati …………


Dingklik

Dingklik

Cangkru’an dengan wong pinggiran, bakul tahu tek, tahu campur, mie ayam, tukang becak, sopir angkot, abang batagor di perempatan,m duduk dijembatan lalu lintas kampung.

Pembicaraan mengarah pada: kok banyak sih orang mati di kampung ini, sebulan ini sudah tercatat 26 orang meninggal, artinya hampir setiap hari ada 1 orang meninggal.

Perbincangan lebih serius saat cak to (parto) cerita dikampungnya ada orang mati tak disangka sangka (tragis). Ceritanya begini kata cak to : seorang bandar judi namanya sebut saja Bang Jack, ia adalah bandar taruhan di kampung, mulai sabung ayam, aduhan merpati, sampai togel, dia terkenal seorang yang disiplin menjalankan bisnis “JUDI”, tak satupun berani ingkar apabila kalah dan dia juga tak mau ingkar kalau kalah, artinya “JUJUR” dalam perjudian.
Baca lebih lanjut

PERLUnya kita lakukan Tabayyun ……………


Dunia maya dan banyaknya operator murah, bisa saja menjerumkuskan kita dalam ketidaknyamanan orang laen, apalagi da masuk pada pribadi, bisa menyakitkan juga bisa menggelikan…..

Kemaren pagi (senin 20 september 2010), kira kira pukul 10.05 saat akan mengajar, datang murid dengan mata berkaca kaca tanya : pakde apakah sms ini bener ?, HP disodorkan saya baca : Innalillahi wa inna ilahi rojiun, telah menjnggal dunia bapak Ali Djakfar rasyid (guru MTK) smada Bangkalan –  begitu cepet berita menyebar baik melalui Pezbook maupun SMS yang saya terima, yang ga abis pikir kenapoa sih murd2ku kok yaaa ga bisa mikir jernih, PAK GURUnya ada di SEKOLAH dan ngajar dirinya, lhooo kok bisanya mereka sampai mewek mewek begitu ?, saya beritahukan dengan nada guyon, reza bila bener berita itu anaknya pasti telepon begini : “PAKDE AKU GA PUNYA BAPAAAAAAK (mie sedap mode on)” heeee sambil ketawa.
Baca lebih lanjut

Kematian itu Ghaib………………..


ilustrasi

ilustrasi

Merasa salah ada tetangga depan rumah percis meninggal, saat saya berada di Bangkalan. Undangan Halal Bil Halal sangat wajib untuk di datangi, karena acara tersebut bertujuan untuk bersilaturahim sekaligus, acara maap maapan dengan bersalaman, tentu ini menyenangkan, sebab acaranya begitu meriah dan gayeng. Acara selesai pukul 11.45, namun hujan mengguyur kota Bangkalan, sehingga tertahan ga bisa pulang secepatnya pukul 13.00 hujan agak redah kupaksakan untuk pulang, sampai di depan rumah kok ada temat mandi jenazah, kutanyakan, ada apa nich ?, ohh mas sutris bojone (suami) ning TUN meninggal tadi pukul 08.00 dimakamkan pukul 12.00. Ya Robbi, tetannga meninggal saya ga tahu, secepat itukah kematian ?, tanpa harus memberitahu lebih dahulu jangan pergi ntar saya “PULANG”, seperti itukah kematian harus secepatnya dikebumikan, tanpa menunggu sanak dan keluarga !
Baca lebih lanjut

Pak Po – Enak yaa semua punya MAMA, sedang aku ….


Ponakanku yang satu ini memang punya nasib kurang mujur dibandng dengan lainnya, beberapa tahun silam emaknya pergi kerantau, katanya sih ke negeri Pak Cik dan Mak Cik begitu beritanya, namun berita itu tak kunjung nyampek.

Meninggalkan keluarga untuk mencari napaqoh bagi perempuan (isteri) bukan sebuah kewajiban. Tetapi emaknya ponakan yang satu ini nekat untuk melakukan yang bukan kewajibannya tersebut, harapan yang ada pada benaknya adalah uang. Nyatanya hasil yang diberikan pada keluarga yang ditinggal tak jelas, dirinya masih ada atau sudah terlindas ganasnya persaingan, a’udzubillah min dzalik.
Baca lebih lanjut