Atribute Sarjana di Tanggalkan Demi Cita Cita……………


Menjelang subuhan, tepatnya sebelum imsak, sebuah pickup grandmax dengan muatan penuh leh oleh khas kota batu, seorang bapak yang kira kira baru berumur 30anTahun dengan celana pendek memberikan komando pada beberapa anak muda belasan tahun, untuk menata dagangan diatas pickup yang sedang parkir di depan sebuah hotel di kota batu, nampaknya mereka sudah tahu jadwal pelatihan ToT (Training of Trainers) hari itu akan berakhir, temen saya yang kebetulan akan kemesjid kenal dengan pemilik pickup, mas Wito, gimana kabarnya, sapanya, teman saya menjawab, alhamdulillah, kemdian saya diperkenalkan dengannya. Sepintas tak ada tongkrongan seorang Sarjana apalagi tamatan S2, tapi dari kalimat yang tersampaikan, orang akan langsung mengenal, bahwa dia adalah seorang marketing ulung.

Namanya renyah “gepeng”, begitu ia dipanggil. Setiap orang yang mendekat pasti akan di berikan tip tip untuk memilih Leh oleh, agar mereka tak terlalu kesulitan saat membawa Leh oleh tersebut, misalnya ditanya bapak naik apa kemari, bila jawabnya naik mobil, maka akan ditunjukkan makanan khas apa yang harus dibawa, bila naik motor, dia akan menunjukkan makanan apa yang harus dibawa dan bagaimana cara meletakkan di belakang motor, bila dijawab naik angkutan umum, maka dia sudah siap untuk memberikan solusi pada konsumen yang datang.

Tertarik dengan cara mereka merespon sertiap permintaan customer (konsumen), saya pengen kenal lebih dekat dengan pak gepeng. Isengh saya tanya, mas apa bener sampean kata temen saya ini, sampean lulus Sarjana Ekonomi ?, “heee ia” : dia jawab. Lalu kenapa sampean kok bakulan seperti ini ?. Begini ceritanya pak, sejak kecil (SD) saya pengen punya mobil, SMP, SMP sampai saya kuliah di Gajah Mada milih jurusan Ekonomi agar saya dapat bekerja di sebuah perusahaan dengan gaji tinggi dan bisa beli mobil, itu cita cita saya, setelah lulus sarjana saya bekerja di sebuah Bank Swasta terkenal di Kota Malang, 2 tahun saya rasakan, tetep saya ga bisa bisa beli mobil, saya putuskan pekerjaan yang selalu pakai dasi tersebut, dengan masuk pada sebuah perusahaan Kontraktor, sambil kuliah S2 saya bekerja hingga 2 tahun, ternyata salary yang saya dapat juga tak dapat saya pakai untuk beli mobil, kemudian saya ajukan pengunduran diri, saya utarakan keinginan saya pengen beli mobil, perusahaan mengusahakan untuk mengambil dengan cara angsuran, saya berpikir, nanti beli bensinnya dan perawatannya bagaimana ? padahal salarynya tetep ga naik, maka saya memutuskan menolak tawaran perusahaan dan saya putuskan untuk berhenti bekerja.

Hari pertama saya ga bekerja, orang tua saya marah besar, karena merasa dipermalukan anaknya, kenapa demikian ? karena orang tua saya bangga anaknya memakai dasi saat bekerja, padahal mereka ga tahu kalau gajinya ga cukup beli mobil, dan marahnya lagi hingga kini saya bekerja pakai celana pendek yang robek robek begini, orang tua saya tambah malu katanya.
Saya langsung survey ke pasar berapa harga apel dan kemana harus dijual, kemana beli sayur dan kemana harus dijual, hari pertama saya lakukan dengan mambawa motor, kulakan apel kemudian saya jual di dekat hotel dan villa villa, hasilnya alhamdulillah, besok saya lakukan hal yang sama, hingga saya menemukan pelanggan tetap dari surabaya untuk sayuran dan selebihnya saya tetep menjajakan apel di hotek dan villa, 6 bulan kemudian tabungan sudah bisa saya katakan banyak, saya mulai beralih melirik Leh oleh khas kota batu ini, nah disini saya mulai berkembang, penawaran pinjam uang di bank datang, saya ambil, kemudian datang lagi dari bank lain saya ambil sampai ada 3 bank yang saya pinjami untuk modal saya. Hasilnya tahun ke 2 saya sudah bisa beli Mercy E-230, berturut setiap tahun saya membeli mobil mobil mewah, ada Toyota – Alphard – Vellfire V (2009), ada BMW seri 5, Avanza, Honda Jazz, Toyota Yaris, saat ini isteri saya ke kota Malang tinggal tunjuk mau pakai mobil yang mana, heee malah bingung, kalau dulu bingung ga punya mobil sekarang malah bingung karena kebanyakan mobil.

Bener juga, orang ini rejekinya luar biasa, semua dagangan yang di bawa habis setelah saya pulang dari masjid, yang saya ga habis pikir cara marketingnya itu yang membuat saya berdecak kagum, saat orang mendekat, beli satu item, kemudian di arahkan pandangannya ke item lainnya, dengan cerita sambil di sobek bungkusan kripik pisang, dgn khas cerita dan perkataannya, icipi saja sebelum imsak pak ini ga bayar, dan bawa saja ga papa gratis, tentu saja penerimanya malu dan beli 2 bungkus lagi, setelah pembeli hilang tak lama datang temen2nya mendekat, tanya ada kripik ini kripik itu, mungkin dikira setelah beli akan diperlakukan sama dengan teman terdahulu, ternyata salah, mereka setelah bayar tak diberi apa apa, padahal mereka telanjur beli banyak, heeee keceleeeee.

Ini sekedar gambaran bahwa janji Gusti Allah itu benar : “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11, TAKDIR Gusti Allah bisa : berupa kesenangan bisa juga berupa kesulitan. Orang akan bisa menerima takdir gusti Allah yang berupa Kesenagan, tetapi banyak yang tidak siap menerima takdir gusti Allah berupa kesulitan. Padahal tidak semua kesenangan orang lain itu akan cocok untuk diri kita, Gusti Allah Maha mengetahui, siapa dan dapat apa, siapa akan diberi yang bagaimana, karena sifat gusti Allah tak pernah memberikan beban pada seseorang kecuali sebatas yang ia mampu lakukan.

Semoga dapat di ambil hikmah yang ada didalamnya

Oleh oleh ToT di kota BATU
Pakde Azemi

Iklan

2 Komentar

  1. saya suka saya suka ! x)

    • makasih banget, semoha silaturahimnya menyenangkan


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s