Catatan: Al Ukhuwah Wal Ishlah – SELAMAT IDUL FITRI, MOHON MAAF LAHIR BATIN


Agar Idul Fitri 1431 H benar-benar bermakna, sebaiknya seorang Muslim hendaknya memperhatikan adab berhari raya. Rasulullah SAW telah memberi contoh dan teladan tentang adab berhari raya.

Dalam Kitab Mausuu’atul Aadaab Al-Islaamiyyah, Syekh Abdul Azis bin Fathi As-Sayyid Nada menjelaskan adab berhari raya secara rinci. Lalu apa saja adab yang perlu diperhatikan saat berhari raya?

Pertama, niat yang benar. Niat yang benar merupakan dasar dari semua urusan. ”Wajib bagi seorang Muslim menghadirkan niat yang benar dalam segala perkara berkaitan dengan hari raya, seperti berniat ketika keluar rumah untuk shalat demi mengikuti Nabi SAW,” ungkap Syekh Sayyid Nada.

Kedua, mandi. Pada hari Idul Fitri hendaknya setiap Muslim mandi. Sehingga, kata Syekh Sayyid Nada, dapat berkumpul bersama kaum Muslimin lainnya dalam keadaan bersih dan wangi. Diriwayatkan dari Ibnu Umar RA, bahwa ia mandi pada hari raya Idul Fitri, sebelum berangkat ke tempat shalat. (HR Malik dalam kitab al-Muwaththa).

Ketiga, memakai wewangian. Saat akan shalat Idul Fitri, hendaknya setiap Muslim memakai wewangian dan dalam keadaan bersih.

Keempat, memakai pakaian baru. Menurut Syekh Sayyid Nada, jika seseorang mampu, disunahkan memakai pakaian baru pada hari raya Idul Fitri. Hal itu menunjukkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT dan menunjukkan kegembiraan pada hari raya.  Ibnu Umar RA memakai pakaian terbaiknya pada kedua hari raya. (HR Al-Baihaki).

Kelima, mengeluarkan zakat fitrah sebelum melaksanakan shalat. Sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW, seorang Muslim hendaknya mengeluarkan zakat fitrah sebelum shalat untuk menggembirakan fakir-miskin dan orang yang membutuhkan pada hari Ied tersebut.  Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk mengeluarkan zakat fitrah sebelum orang-orang keluar untuk shalat. (HR Bukhari-Muslim).

Keenam, memakan kurma sebelum berangkat darirumah pada hari raya Idul Fitri. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Ath-Thabrani, Rasulullah SAW sebelum berangkat shalat pada hari raya Idul Fitri memakan kurma terlebih dahulu. Dalam riwayat lain disebutkan, Nabi SAW tak berangkat shalat Idul Fitri kecuali setelah makan, sedangkan beliau tidak makan pada hari raya Idul Adha, kecuali setelah pulang dan makan dari hewan kurbannya. (HR at-Tirmidzi)

Ketujuh, bersegera menuju tempat shalat. Pada hari raya Idul Fitri, hendaknya setiap Muslim bergegas menuju tempat dilakukannya shalat I’ed.

Kedelapan, keluarnya wanita ke tempat shalat. Menurut Syekh Sayyid Nada, wanita dianjurkan untuk keluar menuju tempat shalat walaupun sedang haid. Sehingga, mereka dapat menyaksikan dan mendapat kemuliaan hari raya serta merasakan kebahagiaan bersama orang lain.

”Meski begitu, hendaknya wanita yang haid memisahkan diri dari tempat shalat. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Bukhari-Muslim, Nabi SAW memerintahkan gadis-gadis pingitan, anak-anak, serta wanita haid untuk keluar, namun wanita haid yang menyaksikan kebaikan dan dakwah kaum Mukminin, hendaklah mereka memisahkan diri dari tempat shalat.

Kesembilan, anak-anak juga keluar untuk shalat. Ibnu Abbas RA berkata, ”Aku keluar bersama Nabi SAW pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, kemudian beliau shalat dan berkhutbah…” (HR Bukhari-Muslim). Menurut Syekh Sayyid Nada, hendaknya anak-anak ikut keluar sehingga mereka ikut merasakan kebahagiaan hari raya, bersenang-senang dengan pakaian baru, keluar ketempat shalat, dan menyaksikan jamaah kaum Muslimin walaupun mereka tidak shalat karena masih kecil.

Kesepuluh, keluar untuk shalat dengan berjalan kaki. Keluar berjalan kaki untuk shalat termasuk sunah. Sebagaimana Nabi SAW keluar pada dua hari raya dengan berjalan kaki, shalat tanpa azan dan iqamat, dan pulang berjalan kaki melalui jalan lain.  (HR Ibnu Majah). Perbuatan inilah yang disukai selama tak memberatkan orang yang shalat.

Kesebelas, bertakbir denga suara keras sampai ke tempat shalat. Disunahkan bertasbih mulai dari keluar rumah sampai ke tempat shalat. Hal ini untuk menunjukkan syi’ar Islam.

Keduabelas, bersalaman dan saling mengucapkan selamat di antara orang yang shalat. Bersalaman  dan saling mengucapkan selamat akan membahagiakan jiwa yang merasa gembira pada hari Ied. Bisa pula sambil mengucapkan, ”Semoga allah menerima amal kami dan amal kalian.”

Ketigabelas, bersilaturahim. Menjalin silaturahim wajib pada setiap waktu. Namun, semakin dianjurkan pada saat hari raya Idul Fitri. Sehingga, semua anggota keluarga bisa senang dan bisa merasakan kebesaran hari raya itu.

Keempatbelas, saling bertikar hadiah dan makanan. Sudah menjadi tradisi, pada hari raya setaip tetangga bertukar makanan dan hidangan. Bahkan, dianjurkan untuk memberikan hadiah bagi mereka yang tak mampu.

Akhirnya, selamat hari raya Idul Fitri 1431 H, mohon maaf lahir dan batin.

Apabila ada getar hati yang tidak semestinya,

ada ucap kata yang salah dan menorehkan luka,

ada sikap perilaku yang menyinggung kalbu dan membuat pilu,

bagi yang merindu ‘hadiah’ dari Alloh berupa kemenangan dan ampunan,

bagi yang diundang dalam selebrasi Hari Raya Idul Fitri oleh-Nya,

dari lubuk hati yang penuh sesal,

teriring rintihan pilu penuh harap,

dengan mengubur dan meninggalkan kematian masa silam,

merindu masa depan penuh ampunan tulus,

===================================================

Maafkan semua khilaf dan salah yang selama ini telah diperbuat,

agar qalbu kelabu ini terbasuh dayuan ampunan dan maafmu.

Berharap Sang Maha Penyayang mencintai …

dalam dekapan kemurahan dan Rahmat-Nya …

===================================================

Terima kasih Sahabat … atas kemurahan hati dan maafnya…

Semoga Alloh senantiasa mencurahkan karunia dan rahmat abadi-Nya,

teruntuk sahabat terbaik nan mulia …

Jika aku meminta maaf

Bukan karena hari ini Lebaran

Tetapi karena Ridho Allah SWT Yang telah membukakan pintu kejujuran hati nurani

Untuk mengakui segala khilaf dan alpa Dengan segenap cemas dan sesal

Aku memohon maaf…

Kata Rumi, Makrifat itu rasakan api secara langsung,

bukan meracau tentang asap.

Anggur spiritual itu beda.

Maaf lahir batin…

Hari ini matahari tepat di atap khatulistiwa.

Ia kehilangan bayangannya di bumi.

Alampun ikut fitri.

Maaf atas bayangan kesalahanku.

Salam…

Lima tangkai sedap malam:

Tangkai pertama, kupersembahkan bagi malaikat pemberi rahmat.

Tangkai kedua, terkirim harumnya bagi syuhada yang menegakkan tauhid.

Tangkai ketiga, kuulurkan kepada kaum yang bertahan dengan lapar atas nama iman.

Tangkai keempat, menjadi bingkisan untuk ibu yang melahirkan anak-anak salih dan salihah.

Tangkai kelima, menemaniku menyambut hari kemenangan.

Sebelum Ramadhan pergi

Sebelum Idul fitri datang

Sebelum operator sibuk

Sebelum pending mulu

Sebelum pulsa habis

ebelum jaringan error terus

Dari hati ngucapin MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN…

Sebelas bulan Kita kejar dunia,

Kita umbar napsu angkara.

Sebulan penuh Kita gelar puasa,

Kita bakar segala dosa.

Sebelas bulan Kita sebar dengki Dan prasangka,

Sebulan penuh Kita tebar kasih sayang sesama.

Dua belas bulan Kita berinteraksi penuh salah Dan khilaf,

Di Hari suci nan fitri ini, Kita cuci hati, Kita buka pintu maaf…

Jika HATI sejernih AIR,

jangan biarkan IA keruh,

Jika HATI seputih AWAN,

jangan biarkan dia mendung,

Jika HATI seindah BULAN,

hiasi IA dengan IMAN.

Mohon Maaf lahir Dan batin…

Menyambung kasih,

merajut cinta,

beralas ikhlas,

beratap DOA.

Semasa hidup bersimbah khilaf & dosa,

berharap dibasuh maaf…

Mata kadang salah melihat.

Mulut kadang salah berucap.

Hati kadang salah menduga.

Maafkan segala kekhilafan.

Mohon maaf lahir dan bathin…

Maafin ya…

Melati semerbak harum mewangi,

Sebagai penghias di Hari fitri,

Mari ikhlaskan hati Ulurkan tangan silaturahmi.

Bila kata merangkai dusta..

Bila langkah membekas lara…

Bila hati penuh prasangka…

Dan bila Ada langkah yang menoreh luka.

Mohon bukakan pintu maaf…

Fitrah sejati adalah meng-Akbarkan Allah..

Dan Syariat-Nya di dalam jiwa..

Di dunia nyata,

dalam segala gerak..

Di sepanjang nafas Dan langkah..

Semoga seperti itulah diri Kita di Hari kemenangan ini…

Kata Kahlil Gibran:

Periksalah buku kenangan kemarin,

dan engkau akan tahu bahwa engkau masih hutang kepada manusia dan kehidupan.

Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta,

tiada terbagi dan tiada kenal ruang?

Tapi jika di dalam pikiranmu haru mengukur waktu ke dalam musim,

biarkanlah tiap musim merangkum semua musim yang lain,

Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan dan masa depan dengan kerinduan.

“Bahwa hari raya ‘idul fitri bukanlah untuk mereka yang berpakaian serba mahal dan mewah tapi idul fitri itu bagi mereka yang ketaatan dan kepatuhannya semakin meningkat”.

“Selamat hari raya Idul Fitri 1431H.

Sahabat.

Mohon maaf lahir dan batin.”

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s