Pak Po – Enak yaa semua punya MAMA, sedang aku ….


Ponakanku yang satu ini memang punya nasib kurang mujur dibandng dengan lainnya, beberapa tahun silam emaknya pergi kerantau, katanya sih ke negeri Pak Cik dan Mak Cik begitu beritanya, namun berita itu tak kunjung nyampek.

Meninggalkan keluarga untuk mencari napaqoh bagi perempuan (isteri) bukan sebuah kewajiban. Tetapi emaknya ponakan yang satu ini nekat untuk melakukan yang bukan kewajibannya tersebut, harapan yang ada pada benaknya adalah uang. Nyatanya hasil yang diberikan pada keluarga yang ditinggal tak jelas, dirinya masih ada atau sudah terlindas ganasnya persaingan, a’udzubillah min dzalik.

Malam itu ponakanku “bebe”, nampak kurang bersemangat dalam jamuan keluarga, dirinya menyendiri duduk dibawa sele sela kursi perjamuan makan, ku perhatikan dari jauh, semua mata kok ga ada yang memperhatikan kesedihan yang dialami, bapaknya, emasnya dan saudara2 dekat semuanya asik makan lontong kupat dengan opor yang lezat malam itu, namun “bebe“ duduk dibawa meja.

Setelah selesai makan, semua bubar meninggalkan meja, namun “bebe” tetep aja di bawa meja, dirayu masnya, bapaknya dan semua saudara2 dekat termasuk mbahnya ikutan merayu “bebe” tetep ga beranjak dari bawa meja. Aku mencoba dengan membawa ‘es cream CAPING”, ehh “bebe” mau juga diajak keluar dari persembunyiannya. Ku ajak jalan jalan ke toko buku yang deket dengan rumah “CORAMEDIA” ternyata “bebe” menyukai hunting buku buku bacaan, beberapa buku di tunjuk tanda dirinya suka, langsung saya ambil dan sebuah puzzle saya tenteng ke kasir. Puas dengan hunting buku “bebe” minta nonton permainan anak anak, untungnya ga mau beli, sambil duduk ternyata “bebe” curhat “ PakPo, kenapa “bebe” ga punya mama?”, kan “bebe” punya mama ?, ia punya, tapi mama kan ga pernah ada deket dengan “bebe”, ohhh karena mama kan cari uang untuk sekolah “bebe”, waah ngga’ Po, kata papa, mama belum kirim uang jadi “bebe” ga boleh minta minta yang papa ga bisa belikan!, ahh masak sih ?, bener Po!.

Tak terasa airmataku, mulai menekan tak dapat ditahan untuk tak keluar, ahirnya netes juga, lhoo Po, kok nangis ? kenapa apa po ?, ahh, bukan bukan nangis, ini kena ac pakpo ga kuat. Pak Po : “kalau mamaku pulang, “bebe” akan merahin mama”.  Lhoo kenapa ?, ia Po, : “karena mama sudah nyusahin papa, harus bikin nasi, nyuci pakaian, antar sekolah, sedangkan mama2 temen “bebe” semua dilakukan mamanya”. Itu ngga’ baek, be!, berani dengan orang tua itu kan dosa!

“bebe” cuman kasihan dengan papa, tiap hari masak, nyuci dan antar sekolah, “bebe”. Ya Robbi, kenapa anak sekecil ini (7tahun), da dapat berbicara seperti orang dewasa, padahal anakku seusia ini, belum dapat bicara apa apa kecuali maen, inikah akibat tekanan mental ataun kurang kasih sayang ibu, sehingga berinteraksi dengan orang orang sekitar secara bebas.

Kalau kita percaya : Ibu adalah madrasah terbesar dan paling berharga bagi Anak, madrasah penentu hidup mereka, membuat hitam atau putih, goresan diatas kanvas kehidupan ditentukan oleh Ibu. kalau Ibunya baik, maka InsyaALLAH mereka akan jadi anak solih/ah.

Kesedihan tak cukup ditutup dengan es cream, kegelisahan tak bisa disuap dengan kata kata manis, namun belaian dan kasih sayang ibu dapat menentramkan jiwa anak anaknya.

Daripada terus terusan menangis mending saya akhiri note ini, dengan harapan kaum ibu perlu berpikir ulang untuk meninggalkan keluarganya untuk mencari tambahan hidup yang belum tentu akan berbuah manis, namun hati yang dekat akan menentramkan keutuhan keluarga, marilah kita nerimo ing pandum (mensukuri yang kita dapatkan bersama suami isteri) tanpa menianggalkan jati diri sebagai kodrat kemanusiaan (isteri atau suami).

mohon maap apabila ada yang tak berkenan (kurang suka) dengan note pakdse kali ini !

Pakde Azemi

Bermain puzzle bersama “bebe”

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s