Kematian itu Ghaib………………..


ilustrasi

ilustrasi

Merasa salah ada tetangga depan rumah percis meninggal, saat saya berada di Bangkalan. Undangan Halal Bil Halal sangat wajib untuk di datangi, karena acara tersebut bertujuan untuk bersilaturahim sekaligus, acara maap maapan dengan bersalaman, tentu ini menyenangkan, sebab acaranya begitu meriah dan gayeng. Acara selesai pukul 11.45, namun hujan mengguyur kota Bangkalan, sehingga tertahan ga bisa pulang secepatnya pukul 13.00 hujan agak redah kupaksakan untuk pulang, sampai di depan rumah kok ada temat mandi jenazah, kutanyakan, ada apa nich ?, ohh mas sutris bojone (suami) ning TUN meninggal tadi pukul 08.00 dimakamkan pukul 12.00. Ya Robbi, tetannga meninggal saya ga tahu, secepat itukah kematian ?, tanpa harus memberitahu lebih dahulu jangan pergi ntar saya “PULANG”, seperti itukah kematian harus secepatnya dikebumikan, tanpa menunggu sanak dan keluarga !

Tetanggaku ini termasuk orang yang sabar, dia menderita sakit tumor usus sudah lama, beberapa kali di operasi, makin lama makin menurun saja kesehatannya, saat lebaran menampakkan kesegaran, kata orang mas tris ini kok seger yaa hari ini (saat lebaran), makan lahap, minum menikmati, layaknya orang ga punya penyakit, semua bersyukur, semoga ini keterusan saat itu semua berharap, karena mas tris ini bukan termasuk keluarga “the have” yang harus setiap kali mengeluarkan duit untuk berobat, keluarga ning TUN adalah keluarga sederhana, sejak mas tris ga bekerja karena sakit, ning TUN kudu beralih menjadi penopang keluarga, tapi yaa namanya juga perempuan, tak sehebat lelaki untuk mengais rejeki.

Saat cangkru’an dengan keluarganya, banyak yang ta’ziyah silih berganti, lamat lamat (pelan) ku dengarkan suaratembang lagu puji pujian bahasa jawa, biasanya di tembangkan di masjid setelah adzan untuk menunggu imam dan jamaah sholat qobliyah, kira kira bunyinya begini :

Ayo konco podo elingo, mati iku bakale teko,

(temen temen ingatlah, kematian itu akan datang)

awak bakal di dusi nganggo banyu kembang,

(badan akan dimandikan dengan air kembang)

tonggo tonggo podho nyawang do tangisan koyo wong nembang

(tetangga datang, menangis seperti orang nembang (nyanyi)

do tangisan koyo wong nembang.

(menangis seperti orang nembang (nyanyi)

siro mati bondho ra melu bojo ayu bejo sing nemu

(kematian harta tak ikut, isteri cantik untung yang akan mendapatkan

tumpak`ane kereto jowo, rodho papat rupa menungso,

(naik kereta jawa, ridanya empat berupa manusia)

jujugane omah guwo, tanpo bantal tanpo keloso.

(menuju rumah yang berupa gua, tanpa bantal dan kasur)

Omahe ra ono lawange turu ijen ra ono kancane,

(rumahnya tanpa berpintu, tidur sendiri tak berkawan)

Di tutupi anjang- anjang. Diurug lan di siram kembang

(ditutupi kayu, ditaburi tanah dan di siram air kembang)

Duh Gusti Allah

(duh gusti Allah)

Kula nyuwun pangapura

(saya mkinta ampunanMU)

Ning sayange wis ora ana guna

(tapi itu tak ada gunanya)

Rasanya merinding mendengarkan tembang tembang bahasa jawa itu, seolah kita diingatkan, bahwa kematian itu pasti datang tak ada yang tahu kapan dimana dan bagaimana nasib kematian kita

“Tiap – tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada

Kami kamu dikembalikan”. QS.Al-Ankabut

(29) : 57.

[62:8] Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”.QS. Al-Jum’ah (62) ayat 8

Kesimpulan :

  1. Kematian itu ghaib, maka siap atau tidak, seneng atayu tidak, berani atau tidak kita akan harus hadapi, karena itu pikirkan bekal yang akan kita bawa
  2. Contoh mas tris diatas, seyogyanya, dapat kita pakai sebagai rujukan untuk berbuat baik senyampanmg masih seger ini.
  3. Jangan menunda kebaikan, sebab bila nyawa sudah tercerabiut dari raga, kita hanya berupa seonggok daging dan tulang yang tak bisa berbuat, saat itu kita dimandikan untuk yang terakhir kali dan ditangisi untuk yang terakhir kali
  4. Marilah mumpung kita masih dapat melirik, liriklah amalan sholeh, mumpung masih dapat mendengar dengarlah ayat ayat cinta pada gusti Allah, mumpung masih bisa maem makanlah yang halal dan toyiban, mumpung masih bisa berjalan, perbanyak jalan menuju ke masjid, mumpung masih bicara bicaralah yang baik baik

Allaahummainnaa nas aluka Salaamatan Fiddiin Wa ‘Aafiyatan Fil Jasadi Wa Ziyaadatan Fil‘Ilmi Wa Barakatan Fir Rizqi Wa Taubatan Qablal Maut Wa Rahmatan Indal Maut WaMaghfiratam Ba’dal Maut Allaahumma Hawwin ‘Alainaa Fii Sakaraatil Maut WanNajaata Minnannar Wal ‘Afwa Indal Hisab Rabbanaa Laa Tuzigh Quluubanaa Ba’daIdzhadaitanaa Wa Hab Lanaa Milladunka Rahmatan Innaka Antal Wahhaab.

Semoga bermanfaat

Pakde Azemi

Bersama keluarga Alhamarhum Mas Trisno

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s