PERLUnya kita lakukan Tabayyun ……………


Dunia maya dan banyaknya operator murah, bisa saja menjerumkuskan kita dalam ketidaknyamanan orang laen, apalagi da masuk pada pribadi, bisa menyakitkan juga bisa menggelikan…..

Kemaren pagi (senin 20 september 2010), kira kira pukul 10.05 saat akan mengajar, datang murid dengan mata berkaca kaca tanya : pakde apakah sms ini bener ?, HP disodorkan saya baca : Innalillahi wa inna ilahi rojiun, telah menjnggal dunia bapak Ali Djakfar rasyid (guru MTK) smada Bangkalan –  begitu cepet berita menyebar baik melalui Pezbook maupun SMS yang saya terima, yang ga abis pikir kenapoa sih murd2ku kok yaaa ga bisa mikir jernih, PAK GURUnya ada di SEKOLAH dan ngajar dirinya, lhooo kok bisanya mereka sampai mewek mewek begitu ?, saya beritahukan dengan nada guyon, reza bila bener berita itu anaknya pasti telepon begini : “PAKDE AKU GA PUNYA BAPAAAAAAK (mie sedap mode on)” heeee sambil ketawa.

Bagaimana PAK ALI DJAKFAR setelah saya beritahu ?, heee mesem, katanya : yang meninggal itu tetangga saya satu pagar, heee wong saya ngurus rejeki sertipikasi di Bank MANDIRI, yaaa Alhamdulillah semoga kita semua sehat”

Untuk itu perlunya kita TABAYYUN (cek n recek) sebelum berita itu kita beritahukan pada rang lain, agar tidak menjadi pitnah, sudah ke 3 kalinya berita kematian guru SMADA ttermasuk saya sendiri pernah diberitakan tabrakan di SOLO (1 april 2008) ehhh ternyata april MOP, juga bapak H. Ansori juga diberitakan meninggal tabrakan. Tapi alhamdulillah semua beruta itu tak menjadi kenyataan, kamu semua dalam keadaan seger waras.

Untuk temen temen FB, murid murid yang masih aktip atau yang telah menjadi Alumni marilah kita saling mendoakan agar kita dan guru guru yang kita cintai selalu seger waras, sama sukses dan sehatnya seperti kita semua.

Marilah kita baca note di bawa ini mungkin ada manfaat, agar kita selalu berpoikir panjang sebelum berbuat……………

Tabayyun

Tabayyun adalah mengecek kebenaran suatu berita, agar tidak simpang siur dan menimbulkan fitnah. Setiap usaha utk membelokkan kebenaran dianggap fitnah, jadi yang namanya gosip, walaupun gak berbahaya, tetap saja fitnah, dan ini lebih kejam dari pembunuhan, jadi masalah ini sangat sensitif dalam Islam.

Suatu ketika, Abdullah bin Ubay, seorang pemuka kaum di Madinah yang merasa ‘tersingkir’ akibat keberadaan Nabi Muhammad saw. pernah berkata-kata buruk tentang umat Islam. Dia bicara di depan para pendukungnya yang tidak lebih dari 10 orang.

Zaid bin Arqam, yang waktu itu belum baligh (masih anak-anak), kebetulan lewat dan mendengarnya. Karena masih anak2, dia dibiarkan saja oleh Abdullah bin Ubay dan konco-konconya.

kemudian Zaid bin Arqam datang kepada Rasulullah saw. dan menyampaikan kata-kata buruk Abdullah bin Ubay tersebut. Rasulullah saw. memberikan 3 pertanyaan : 1. “Mungkin kamu marah padanya?” Zaid menjawab “tidak” 2. “Mungkin kamu tidak jelas mendengarnya?” Zaid menjawab “tidak” 3. “Mungkin ada kata-katanya yang kamu lupa?” Zaid kembali menjawab “tidak” Disini ada pelajaran penting, tiga pertanyaan di atas mewakili tiga kemungkinan penyebab kesalahpahaman di tubuh umat. Tiga kemungkinan itu adalah : 1. Tidak objektifnya orang yang mendengar berita, mungkin karena marah, sedih, atau perasaan-perasaan subjektif lainnya, sehingga ia menanggapi suatu berita tidak sebagaimana mestinya. Itu sebabnya Rasulullah bertanya apakah Zaid sedang marah kepada Abdullah bin Ubay. 2. Pendengar tidak mendengar seluruh kata-kata sang pembicara (mungkin karena hanya sepintas lalu atau ada suara ribut di sekitarnya), sehingga makna yang ia tangkap pun sangat berbeda. Itu sebabnya Rasulullah bertanya apakah Zaid mendengar kata-kata Abdullah bin Ubay dengan sangat jelas atau hanya samar-samar. 3. Pendengar tidak mendengar seluruh kata-katanya si pembicara, hingga maknanya bisa sangat berubah. Kalimat “aku benci pada perbuatan dia” sangat berbeda dengan kalimat “aku benci pada dia”. Karena itu Rasulullah bertanya apakah ada kata-kata Abdullah bin Ubay yang lupa ia sampaikan kepada Rasulullah. Zaid menjawab ketiga pertanyaan dengan mantap. Rasulullah saw. mengenal anak itu sebagai anak yang jujur. Tapi apa yang beliau lakukan selanjutnya? apakah beliau mengutus orang utk memenggal leher Abdullah bin Ubay? Tidak. Beliau menunggu Abdullah bin Ubay untuk datang padanya dan menyampaikan penjelasannya sendiri. Dan Abdullah bin Ubay benar-benar datang karena takut akan diusir dari Madinah. Ia menyampaikan sumpah palsu bahwa ia tidak pernah mengatakan kata-kata buruk tersebut. Tapi kemudian turun ayat Al-Qur’an yang menyampaikan kebenaran berita Zaid bin Arqam teresbut. Barulah Rasulullah saw. benar-benar percaya. Sejak itu, beliau memalingkan wajahnya dari Abdullah bin Ubay.

Begitulah tabayyun. Apakah Anda objektif? Apakah Anda mendengar dengan jelas? Apakah Anda mendengar secara lengkap? Kalau ketiga pertanyaan ini sudah dijawab, maka mintalah penjelasan, baru ambil keputusan.

(copy paste, dari salah satu artikel di Bunga Rampai. Semoga bermanfaat bagi yang membaca.)

Sumber :  http://soniazone.wordpress.com/2008/12/20/tabayyun/

Pakde Azemi

Sedang Merayu dan bercengkeramah  dengan Gusti Allah – dengan MUNAJAT CINTA

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s