Terlalu Berani untuk Mati …………


Dingklik

Dingklik

Cangkru’an dengan wong pinggiran, bakul tahu tek, tahu campur, mie ayam, tukang becak, sopir angkot, abang batagor di perempatan,m duduk dijembatan lalu lintas kampung.

Pembicaraan mengarah pada: kok banyak sih orang mati di kampung ini, sebulan ini sudah tercatat 26 orang meninggal, artinya hampir setiap hari ada 1 orang meninggal.

Perbincangan lebih serius saat cak to (parto) cerita dikampungnya ada orang mati tak disangka sangka (tragis). Ceritanya begini kata cak to : seorang bandar judi namanya sebut saja Bang Jack, ia adalah bandar taruhan di kampung, mulai sabung ayam, aduhan merpati, sampai togel, dia terkenal seorang yang disiplin menjalankan bisnis “JUDI”, tak satupun berani ingkar apabila kalah dan dia juga tak mau ingkar kalau kalah, artinya “JUJUR” dalam perjudian.

Bang Jack memiliki seorang cucu bernama Yasmine. Yasmine adalah balita cantik, manja dan pandai, dibandingkan dengan balita seumurannya, sebab itu Bang Jack selalu membangga banggakan cucunya, sebagai anak yang cerdas dan cantik, kebanggaan Bang Jack melebihi kebanggaannya pada bisnis perjudian, untuk cucunya semua bisa lakukan, tak ada kata tak ada untuk Yasmine, semua keinginan Yasmine terpenuhi, pengen mobil2an pakai baterai yang dapat dinaiki dibelikan, pengen boneka gede langsung ada, pokoknya apapun yang diminta pasti dipenuhi, termasuk apabila Yasmine sakit bisnis perjudian diliburkan

“Musim Demam berdarah melanda kampungku”, cerita cak to, sebelah rumah Bang Jack terkena Demam Berdarah, beberapa hari kemudian cucu Bang Jack Yasmine juga terkena dan harus opname di rumah sakit, makin hari Yasmine, makin lemah saja, Bang Jack mulai cemas, rasa ketakutan ditinggal Yasmine mulai dirasakan, temperamen kerasnya mulai nampak siapa saja yang salah bicara akan dimarahi abis abisan, termamsuk dokternya di goblok goblok, dianggap lambat dalam memberikan solusi.

Malam itu Cucu Bang Jack, Yasmine tak dapat ditolong, Yasmine menghembuskan napas terakhir. Bagaimana marahnya Bang Jack, di rumah sakit marah pada dokter, suster, dan semua orang yang mencoba menghalang halangi pelampiasannya di rumah sakit, proses kepulangan jenasah Yasmine dipercepat Rumah Sakit. Tidak sampai di Rumah Sakit Bang Jack melampiaskan kekesalannya. Yang lebih mengerikan lagi saat di rumah, Bang Jack mengancam pada setiap orang yang di dekatnya agar mengakui bahwa Yasmine tidak meninggal, Yasmine hanya tidur, tentu orang yang dipaksa hanya bisa mengangguk setuju daripada makin konyol melihat Bang Jack marah marah. Makin malam marahnya Bang Jack makin tak terkendali, ada inisiatip memanggil Polisi, tetapi masih belum ada yang berani melakukan.

Malam itu rupanya Bang Jack harus berhadapan dengan Gusti Allah “secara langsung”, mengapa ? karena ngamugnya Bang Jack sudah tak terkendali kalimat yang keluar : Hey Allah, jangan hanya berani mengambil nyawa cucuku, dia masih belum banyak dosa, dia masih polos, kalau memang berani ini saya, ambil nyawa saya yang sudah banyak dosa, akan saya hadapi nanti neraka yang kau janjikan, sambil mengangkat dingklik (bangku panjang untuk cangkru’an di warung/seperti gambar note ini), dan melempar lemparkan dingklik ke atas, kemudian di ambil lagi, apa maksudnya banyak yang tak paham, mungkin akan melempar Gusti Allah yang dianggapnya ada diatas, beberapa kali dingklik dilemparkan, mungkin sudah nasibnya dingklik menimpa kepalanya, tersungkurlah Bang Jack tak sadarkan diri (koma) di rumah sakit beberapa hari, menurut dokter ada pendarahan di otak Bang Jack, tak lama Bang Jack menghembuskan napas.

Kematian Bang Jack dianggap misterius karena berani melawan Gusti Allah, banyak yang enggan mensholatkan, tahlilan tak ada yang mau datang, keluarganya sampai nyewa orang untuk mau membacakan tahlil untuk Bang Jack, tentunya bukan orang kampung disana.

Subhanaallah, kok ada manusia seperti Bang Jack, Jadi inget statusku kemaren :

mata melek tak dapat melihat, telinga 2 tak dapat mendengar, hidung tak berfungsi mencium, hati juga tak dapat merasakan = begitu kalau gusti allah menutup kenikmatan –  Al-baqoroh : [2:7] Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka {20}, dan penglihatan mereka ditutup {21}. Dan bagi mereka siksa yang amat berat

Dulur, semoga kita tidak memiliki hati yang keras dan tertutup hidayah, seperti Bang Jack, karenanya mulailah kita latih melembutkan hati dengan selalu berdzikir………………

Semoga ada manfaatnya

Surabaya 22 Sepetember 2010

Pakde Azemi

bersama orang orang yang pengen pinter

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s