Wanita Ayu itu kini LUNGLAI …..


ilustrasi

ilustrasi

Ibu Citra Hafid (nama samaran), adalah seorang wanita karir disebuah BUMN terkenal di kota ini, sejak remaja Citra selalu menjadi rebutan mulai soal asrama maupun soal pekerjaan, trengginas (workholic) demikian kira kira kata yang pas, tak pernah ada kata capek, malas, ga bisa, semua pekerjaan di lahap habis, sehingga sering pekerjaan teman dibantu agar cepet selesai.

Sejak tahun 2000an, Bintang Ibu Citra mulai nampak bersinar, resiko yang ditanggung setiap hari Ibu Citra harus berangkat pagi pulang sore, bukan hanya itu saja seringnya ibu Citra mengikuti seminar seminar tentunya sebagai “keynote speaker”, study banding keluar negeri sering dilakoni, ini semata mata karena pekerjaan yang menyebabkan dirinya harus selalu bersikap propesional.

Sebagai Ibu rumah tangga, kodrat kewanitanya selalu mengedepan, Ibu Citra selalu menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga dengan memasak sendiri, demikian untuk makan malam selalu disempatkan walaupun badannya sudah merasa letih, untuk menjaga keharmonisan rumah tangganya.

 

Kenyang dengan pekerjaan, Ibu Citra juga manusia, Pebruari 2010 harus REHAT ke dokter, awalnya disarankan untuk cek darah, karena ada kista (benjolan) di payudaranya, dari hasil test darah dan poto  rontgen torak – dianalisa dokter bahwa Ibu Citra dinyatakan kena Kanker Payudara, saran dokter untuk diangkat salah satu payudaranya, agar tidak menjalar ke tempat lain.

Vonis dokter menyebabkan mental Ibu Citra jatuh, semua keluarganya dikumpulkan mulai suami, anak anak janoko, pronocitro, ibu bapaknya juga kedua mertuanya, saudara ipar, untuk diminta pendaptnya soal penyakit yang dideritanya. Semua sepakat agar ibu Citra menjalani Operasi. Keputusan berat untuk berkata “iya” dalam menjalani operasi besar atau menyerah dengan mengikuti progranm kemoterapi sebanyak 35 kali yang panasnya amit amit.

 

Akhirnya tanggal 27 Pebruari 2010 Ibu Citra, menyerah dengan keputusan dokter harus operasi, persiapannya, harus opname dahulu sebelum operasi dilakukan, ini untuk menentukan apakah Ibu Citra bisa di operasi atau ngga’, ini berhubungan dengan dokter anestesi (bius), juga pesan kamar operasi, karena harus antree, langkah awal dokter mengambil sampel darah untuk diuji di Laboratorium, uji urin dan lain lain, kemudian poto rontgen, uji jantung, untuk memastikan bahwa ibu Citra, tidak memiliki penyakit yang akan berkibat saat dilakukan operasi. Hasil analisa dokter operasi bisa dilakukan, untuk menjaga tekanan darah dan jantung selama menunggu operasi dokter selalu melalukan visite setiap pagi dan sore tak lupa menanyakan obatnya sudah di minum dan makannya bagaimana ?

 

Bulan Maret 2010 – operasi dilaksanakan, Alhamdulillah berjalan lancar dan sukses, sehari di ruang ICU, kemudian ke ruangan perawatan, lama memang untuk memulihkan stamina pasca operasi, memerlukan waktu beberapa minggu, visite dokter silih berganti mulai dokter penanggung jawab operasi sampai psikolog untuk memulihkan mental pasca operasi payudara, agar kepercayaan diri pulih.

 

Masalah makin runyam saat suaminya ga dapat menerima kenyataan, bahwa isterinya harus lama berbaring di rumah sakit, apalagi penyakitnya sulit disembuhkan (payudara hilang). Malam itu seperti biasa suami dan anak anaknya serta saudara saudara sedang kumpul untuk menghibur ibu Citra, tiba tiba suami berkata ; “Ma, papa kawin lagi yaa, mama kan lama sembuhnya!, bagaimana ma, boleh ngga’ ?”. suasana yang tadinya cair jadi beku, semua mata memandang pada suami bu Citra, sedangkan bu citra sendiri hanya dapat meneteskan airmatanya, tak mampu untuk menjawab kata kata suaminya, suasana makin gaduh, saat anak anak mereka menyeret bapaknya sambil marah marah untuk keluar ruangan karena dianggap ga etis, sedangkan bapaknya menolak perlakuan anak anaknya tersebut, tinju antara anak dan bapak 2 lawan 1 akhirnya bapaknya babak belur.

 

Kejadian semalam, menyebabkan jantung Ibu Citra tak terkendali, dokter harus pontang panting memeriksa dan memasang alat untuk menambah oxigen karena napas Ibu Citra kurang stabil. Dokter marah marah pada suami ibu Citra, karena pasien operasi payudara sangat sensitip, perlu waktu lama untuk memulihkan mentalnya, mendatangkan seorang psikolog bertujuan untuk memulihkan kepercayaan diri, namun semua itu dirusak suaminya.

 

Kajadian semalam bukan hanya menyebabkan Anfal Jantung, namun menyebabkan Ibu Citra harus mengalami koma sejak awal April hingga 12 Oktober 2010. Saat saya diberitahu Ibu Citra sudah mengalami kemajuan kesadarannya, saya pengen membesuk beliau, mungkin kedatangan saya dapat sedikit memberikan arti dalam pemulihan beliau. Saat aku masuki ruangan, aku melihat Ibu Citra berbaring tak memiliki daya, hanya air matanya saja tumpah tak terbendung, Yaa Robbi, sungguh berat cobaan yang kau timpahkan kepada Ibu Citra, namun kuasaMu, semua manusia tidak mengetahui ada apa dibalik ini semua, Engkau tak mungkin memberikan beban, kecuali hanya sebatas kemampuan yang mereka miliki, insya’ Allah, Ibu citra mampu menerima dan ikhlas dengan cobaan ini, sebagai manusia kami tak mampu melihat apa di balik ini semua, semoga secepatnya kenikmatan itu KAU berikan kembali kepada ibu Citra, amin.

 

Cerita dibalik Koma Ibu Citra, suaminya bener bener bertingkah, dia punya WIL, 2 buah mobilnya dijual, katanya untuk biaya pengobatan ibu Citra, padahal seluruh pengobatan di tanggung Kantor Ibu Citra, bukan saya merendahkan suami Ibu Citra, dia adalah seorang PNS yang bekerja sebagai staff rendahan di sebuah keluarahan yang gajinya tak seberapa karena golongan IIC, dibandingkan dengan gaji Ibu Citra sebagai HDR  di sebuah BUMN terkenal di kota ini mencapai 15jutaan setiap bulan belum bonus bonus dan Salary Seminar apalagi Biaya perjalanan Ke Luar Negeri, tentunya tak sedikit harta yang terkumpul dari jerih payah ibu Citra, namun sayang cobaan yang berikan kepada suaminya tak dapat disikapi dengan arif, apalagi mereka sudah dikaruniahi 2 putra yang ganteng ganteng dan pandai.

Akibat tingkah suami Ibu Citra, terjadi perang terbuka antara anak dan bapak, perlawanan anak terhadap bapaknya dilatarbelakangi kecintaan putranya kepada Ibunya, mereka merasa bapaknya tidak pernah melihat kebaikan ibunya, dan yang menyakitkan teganya bapaknya berucap pengen nikah lagi saat ibunya berbaring lemah di rumah sakit. Perang terbuka ini, menyebakan suami ibu citra diusir oleh anak anaknya, semua kunci mulai pagar hingga dalam rumah diganti baru, termasuk kunci lemari Ibu citra mereka ganti, bahkan ada lemari yang mereka buang, karena dianggap hasil jerih payah bapaknya, subhanallah, sungguh benar firman gusti Allah :

“Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu adalah fitnah dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. (Al-Anfal: 28)”

 

surah At-Taghabun ayat 15, Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu adalah fitnah (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.

 

Kesimpulan :

  1. Untuk semua kaum LANANG, pelajaran berharga ini perlu kita renungkan dan dalami sampai merasakan getaran dalam hati kita, bahwa perkawinan itu adalah mengikat janji untuk setia tidak saling menyakiti lahir batin, saat cobaan tiba jangan kita berpaling untuk mencari pembenaran dan kesenangan diri sendiri
  2. Perlu refisi visi dan misi kita mencari harta, kalau kita menempatkan surat Al-Anfal: 28 dan surah At-Taghabun ayat 15.  Maka kita pasti hati hati dalam mengemban begitu banyak harta yang kita miliki, karena makin banyak harta yang kita miliki, itung itungan dengan gusti Allah nanti di Yaumil Kiyamah makin lama, beda dengan yang tak miliki harta, pertanyaan cuman dikit.
  3. Perlunya kita memberi makan Rochani disamping kita selalu memberi makan jasmani kita, karena dengan keseimbangan tersebut, kita mampu melihat dan menimbang kadar kepasrahan kita terhadap Gusti Allah

 

Semoga pengalaman ini tidak menular pada konco konco semua, dan harapan saya semoga ada manfaatnya, untuk note ini saya sudah mohon ijin pada keluarganya untuk saya posting dengan catatan nama dan rumah sakit dirahasiakan agar tidak terjadi polemik yang merugikan keluarga, karena penulisan note bukan untuk inpestigasi, melainkan sekedar pembelajaran batin, saya pikir pembaca memaklumi.

 

Pakde Azemi

Mencari Pembenaran memang sulit untuk benar, karena yang benar haqiqi adalah Gusti Allah.

Hujan hujan begini, nyeruput teh ijo campur kopi LUWAK gimana rasanya

 

Iklan

1 Komentar

  1. home Repair companies savannah ga

    Wanita Ayu itu kini LUNGLAI ….. | Pakde Azmi


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s