Seandainyan memilih pemimpin itu seperti memilih IMAM


Gegeran Reshuffle Kabinet dan Gonjang Ganjing pitnah ga becus pada seorang menteri, akan makin menjadikan bangsa ini, memiliki banyak orang frustasi, akibatnya akan dibayar negara ini adalah makin banyak permusuhan. Orang yang tergusur akibat geseran KABINET yang telah mereka duduki masa’Allah empuknya rasa keliweran dengan mobil milyaran itu dan tak pernah diterpa macet.

Ada yang berpendapat sebaiknya Presiden Intropeksi diri, apakah ga salah order, atau memang mereka ga diberi hak luas untuk berkreasi atau berimpropisasi seperti pemain “LENONG”, makin dibahas makin panjang pitnah yang akan timbul. Dalam note ini tak dibahas adanya jual beli jabatan atau sering disebut dengan politik “DAGANG SAPI” – kalau itu bener berarti para politikus ini memang blantik blantik sapi (penjual sapi).

Seandainya kita memilih pemimpin itu seperti kita memilih IMAM SHOLAT, insya Allah kabinet ini ga akan gonta ganti  menteri, kenapa demikian ? karena porsi dan jabatan yang mereka emban sesuai dengan porsi masing masing, tidak melihat dari keluarga mana dan anak siapa ?, dari kelompok mana ?.

 

Untuk menjadi makmum ga sulit, semua orang boleh jadi makmum, kaya, kere, pinter bodoh, copet, koruptor, guru, atau pasukan kuning, semua bebas memilih jadi makmum, sama seperti kita untuk menjadi rakyat, setiap orang bisa menjadi rakyat tak ada syaratnya, tetapi untuk menjadi IMAM tidak semua orang boleh, walaupun punya keinginan. Untuk menjadi IMAM harus dipilih orang yang paling ALIM, karena orang ALIM insya’ Allah ngerti sarat rukunnya berjamaah, sebab IMAM itu akan memimpin banyak orang kalau pemimpin ga ngerti visi dan misi berjamaah hancurlah sholat berjamaah. Apabila ada 2 orang yang ALIM, maka pilihlah yang paling fasih dalam melantunkan alquran, kalau satu fasih yang satu Cadel, maka yang dipilih adalah yang fasih.

Memilih IMAM tidak boleh karena tuanya, seringnya ke masjid, apalagi suka ambil sandal (koruptor), malah dilarang, karena termasuk orang hyang tak dapat ADIL.

 

IMAM akan mengerti dan mau menerima kritikan apabila terjadi kesalahan, asal cara mengingatkannya betul, nah itu tata cara AGAMA ISLAM dalam hidup berJAMAAH yang tak beda jauh dengan memimpin negara. Apabila IMAM ga ngerti rukun dan sarat berjamaah, maka ia akan ngotot menjaga gengsi agar tak nampak salah, masa’ Allah ini bila terjadi dalam sholat berjamaah.

 

Semoga yang sedikit ini dapat direnungi oleh pemimpin negara ini, agar tujuan mendapatkan negara ADIL MAKMUR Gemah Ripah Loh Jinawi dapat diwujudkan.

 

TAMBAHAN :

Abah Heri :  Nambahi sedikit pakde, imam itu juga harus bijak. Dia harus tahu persis siapa jamaahnya.

 

Wassalam’

 

Pakde Azemi

Berdoa bersama Wong Cilik untuk Keutuhan Bangsa

Nyeruput Wedang ronde JEMBER Kertoarjo

 

 

Iklan

1 Komentar

  1. I like the helpful info you provide in your articles.
    I’ll bookmark your blog and check again here frequently.
    I am quite certain I will learn lots of new stuff right here!
    Best of luck for the next!


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s