Ayo SENYUM bersama ISLAM !


Assalamu’Alaikum INDONESIA –

Miris rasanya kalau mendengar,melihat di tayangan TePe, orang Islam menghujat saudaranya sendiri, sesama muslim kok begitu sih ?

Apa yang salah dengan agama ISLAM ?

Mari kita  perhatikan kata ISLAM dari Aspek kebahasaan Dalam bahasa Arab, Islām berarti “berserah diri” dan merupakan suatu Dīn yang berarti “aturan” atau “sistem” (QS Al-Maidah:83). Secara etimologis, kata tersebut diturunkan dari akar yang sama dengan kata salām yang berarti “damai”. Kata ‘Muslim’ (sebutan bagi pemeluk agama Islam) juga berhubungan dengan kata Islām. Kata tersebut berarti “orang yang berserah diri kepada Allah” dalam bahasa Indonesia.

Ada kata berserah diri, ada kata  sistem ada kata DAMAI” dari kalimat diatas bisa kita tarik kesimpulan yang paling enak ISLAM adalah agama yang akan memberikan kesejahteraan, kedamaian, menata dengan aturan.

Sebagai muslim sebenarnya tak bermaksud menggurui karena memang saya bukan guru agama, tak ingin mencederai karena memang dilarang, namun marilah kita duduk bareng, sharing untuk mewujudkan ISLAM yang sesuai dengan USWAHnya (tuntunannya) KANJENG NABI MUHAMMAD saw.

 

Rosulullah perlu kita pakai sebagai Uswah (teladan) dalam mensiarkan agama ISLAM, ini pernah dipraktekkan oleh para Wali di tanah Jawa, mereka arif tak emosi dalam mensiarkan agama Islam, tak pernah ngamug ngamug, tak pernah merusak, tak pernah mencederai hati orang lain, mereka sampaikan ayat demi ayat dengan perantara budaya setempat. Mari kita telusuri jejak wali di tanah Jawa, setiap daerah yang disinggahi para Wali, menjadi makmur, jadi kota terkenal, walaupun pakaian mereka nampak aneh oleh penduduk setempat saat itu,mari kita flash back dengan syair syair wali :

“Lir ilir, lir ilir

Tandure wis sumilir

Tak ijo royo-royo tak sengguh kemanten anyar

Cah angon, cah angon penekno blimbing kuwi

lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dodo iro

Dodo iro, dodo iro

kumitir bedahing pinggir

domdomona jlumatono kanggo sebo mengko sore

mumpung gede rembulane

mumpung jembar kalangane

yo sorak ooooo, sorak hiyooo”

 

coba pehatikan betapa asik para wali melafaskan syair untuk menggugah masyarakat Jawa agar masuk ISLAM – tak ijo royo royo tak sengguh kemanten anyar – yang datang wali dgn pakaian  aneh (hijau), Cah angon penekno blimbing  = ambilkan blimbing = Blimbing itu ibarat rukun islam karena ujungnya ada lima belum ada blimbing ujung 6 atau 7 – lunyu lunyu yoo penekno kanggo mbasuh dodo iro =sulitpun ambilkan untuk membersihkan jiwa anda.

DAN SETERUSKNYA ini adalah sebuah ungkapan, bahwa para wali sangat arip dalam mentransfer agama kedalam jiwa masyarakat Jawa. Mereka dengan sabar memberikan perumpamaan perumpamaan yang gampang, agar masyarakat dapat dengan jmudah mencernah maksud yang  akan mereka berikan (masih inget note pakde tentang APEM ?)

Kembali pada cara cara para punggawa Agama Islam saat ini, saya ga ngerti ayat ayat yang diajarkan, sehingga timbul kalimat ISLAM TERORIS, ISLAM GARIS KERAS, ISLAM GARIS LEMBUT, ISLAM LIBERAL, kenapa kita terkotak kotak dengan macam macam ISLAM.

Jangan terbelenggu dengan kata kata ISLAM akan terbelah menjadi 77 aliran. Saya sangat yakin belahan yang dimaksud adalah ISLAM yang bukan memiliki nabi Muhammad pakai nabi selain Muhammad, Islam yang mengajarkan bukan Al quran, Islam yang pengen merenopasi Alquran. Nah kalau Muhammadyah, NU, Persis, itu masih dalam tataran Islam yang Kaffa karena itu mari kita samakan persepsi dalam memandang Islam biarkan kilafiyah itu ada, jangan kita terkelupas dari Islam  karena beda mahzab.

 

Mari kita perhatikan sifat sifat nabi / rosul :

Siddiq, amanah, fatonah, tabligh

1. Siddiq / siddik / sidiq / sidik Siddiq berarti benar dan perkataan dan perbuatan. Jadi mustahil jika seorang nabi dan rosul adalah seorang pembohong yang suka berbohong.

2. Amanah / Amanat Amanah artinya terpercaya atau dapat dipercaya. Jadi mustahil jika seorang nabi dan rosul adalah seorang pengkhianat yang suka khianat.

3. Fathonah / Fathanah / Fatonah Fathonah adalah cerdas, pandai atau pintar. Jadi mustahil jika seorang nabi dan rosul adalah seorang yang bodoh dan tidak mengerti apa-apa.

4. Tabligh / Tablik / Tablig Tabligh adalah menyampaikan wahtu atau risalah dari Allah SWT kepada orang lain. Jadi mustahil jika seorang nabi dan rosul menyembunyikan dan merahasiakan wahyu / risalah Alaah SWT.

 

 

Andai Penggawa Agama Islam, saat ini memiliki sifat sifat Rosulullah :

  1. Siddiq perkataan dan perbuatannya benar , tentunya tak ada yang takut dengan pemeluk agama Islam
  2. Amanah, dipercaya, melakukan sesuatu memang karena ada yang  ga benar dengan negera ini, bukan dikit dikit demo dikit demo, demo kok dikit dikit hiiii (pinjam kata kata pelawak surabaya), karena demo dapat merugikan banyak orang, satu sisi kita berjuang di sisi lain kita merugikan, jangan berkata, ini demi kepentingan masyarakat banyak sebelum kita bener bener melakukan kajian ilmiah, bahwa masyarakat memang perlu di bantu dengan DEMO.
  3. Fathonah : Cerdas, pantai, seorang pemimpin harus cerdas, artinya pandai mengatur strategi, bukan sebagai korlap DEMO atau KOMANDAN TERORISME, tidak semua persoalan harus dilakukan dengan perang, sering nabi cuman berdoa saat dirinya dianiayah. Tentu kita ingat bagaimana Malaikat Jibril Marah saat melihat nabi berdara darah, padahal malaikat itu tak punya napsu (sifat marah), karena jengkelnya Habibullah (kekasih Allah) kok di aniayah : “ya Rosulullah, ijinkan Bukit ini saya timpahkan kepada mereka?, namun Rosulullah, berkata : “mereka itu belum mengetahui, andai mereka tahu, akan berbondong bondong masuk Agama islam”, Subhanallah. Doa Kanjeng nabi Muhammad saw, jadi kenyataan kini mereka sebagai pembela Islam sejati. Banyak cerita cerita kelembutan Rosulullah mengalahkan kerasnya hati orang kafir, seperti cerita YAHUDI BUTA yang selalu disuapi Rosul, orang yang selalu meludahi Rosul saat sholat Subuh, saat sakit, rosulullah orang pertama yang menjenguk, duh gusti, mereka isin langsung masuk islam.
  4. Tabligh : kita masih ingat dengan kalimat “ sampaikan walaupun satu ayat”, nah sebisa kita bertutur tentang Islam, berikan kalimat yang indah indah tentang Islam, jangan berikan yang serem serem, banyak penyampaian tausiah yang menakutkan dikit dikit NERAKA, dikit dikit neraka, neraka kok dikit heeee ngulang.com seharusnya kita tuturkan yang enak enak, seperti masuk surga itu murah, cuman menyingkirkan duri/paku di tengah jalan, cuman senyum itu sudah masuk sodaqoh, kemudian kita angkat dikit lagi hingga mereka dapat menerima dengan sempurna.

Semoga yang sedikit ini bermanfaat

Mohon maap apabila kurang berkenan untuk yang tak sependapat

 

Wassalam’

 

Pakde Azemi

Nyeruput Wedang Pokok Plus Kucur Madure

 

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s