Bila Wanita Dominan Lelaki Tak Berdaya


Peristiwa mutilasi KramatJati, sungguh menggegerkan kaum LANANG, betapa tidak pelakunya adalah isterinya sendiri.

Penggalan berita : “Muryani memotong dulu kepala suaminya, Karyadi, dan langsung membuangnya. Setelah itu, dia berdagang. Sepulang dagang, melanjutkan mutilasi”.

Subhanallah, kok Tega teganya Muryani melakukan ini semua, jangan cari penyebabkan, mari kita introspeksi diri……………….

 

Peran isteri dalam rumah tangga sebagai SOKO (tiang), sedangkan suami adalah Pagar, kalau kita telisik lebih dalam lagi fungsi pagar hanya sebagai bemper agar rumah terproteksi ancaman dari luar. Sedangkan SOKO (tiang) lebih berfungsi untuk menegakkan rumah itu sendiri, pengertian lanjut adalah apabila pagarnya ambruk, rumah masih kokoh berdiri, namun apabila SOKO (tiang) yang bergerak, maka rumah itu akan ambruk. Karena itu seorang suami saat dirinya bergerak keluar dari rumah (selingkuh) rumah tangga tersebut insya’ Allah masih bisa bertahan tegak, namun apabila isterinya yang selingkuh, maka rumah tangga tersebut akan AMBRUK.

 

Ada beberapa kewajiban isteri terhadap suami, menurut buku yang saya baca antara lain :

  1. Wajib mentaati suami, selama bukan untuk bermaksiat kepada Allah SWT.
  2. Menjaga kehormatan dan harta suami
  3. Menjaga kemuliaan dan perasaan suami
  4. Melaksanakan hak suami, mengatur rumah dan mendidik anak
  5. Tidak boleh seorang istri menerima tamu yang tidak disenangi suaminya.
  6. Seorang istri tidak boleh melawan suaminya, baik dengan kata-kata kasar maupun dengan sikap sombong.
  7. Tidak boleh membanggakan sesuatu tentang diri dan keluarganya di hadapan suami,
  8. Tidak boleh menilai dan memandang rendah suaminya.

 

Wanita disebut sholehah apabila, mampu menjalankan point point diatas, sebaliknya rumah tangga akan AMBRUG apabila pint point diatas disepelehkan. Contoh  nomor 1 saja, isteri wajib taat pada suami, sepanjang bukan untuk kemaksiatan,bagaimana apabila isteri tidak taat pada suaminya, pastilah akan ada benih benih perselingkuhan diantara mereka, mungkin suaminya atau isteri, karena tak taat pada suaminya, sehingga CURHAT pada orang lain, kalau pada lelaki lain, akan ditampung sebagai tumpangan yang menggembirakan, untuk sama sama berlayar.

 

Sebuah hadits : Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara faraz-nya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak daripadanya. Rosulullah SAW bersabda: “Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang solehah.” (HR. Muslim)

 

Ada yang bilang pernikahan itu indah, sebenarnya bukan indah namun INDAH SEKALI, permasalahan yang timbul akan dapat kita minimalkan bila ada managemen konflik dalam rumah tangga.

1. Siap dengan hal yang tidak kita duga dalam rumah tangga kita wajib siap menerima hal hal yang tak terduga, misalnya suami atau isteri naik pangkat, konsekwensinya pekerjaan bertambah, jam kantor molor, atau sebaliknya suami atau isteri turun pangkat, biasanya ini yang cepet memicu konflik rumah tangga.

 

2. Memperbanyak pesan

Biasanya awal awal berumah tangga, masih kaku untuk membiasakan diri unttuk mengingatkan satu dengan lainnya, bagaimana cara menaruh sepatu, berpakaian, makan bareng, ini nampak sepeleh apabila tidak diperhatikan akan menyebabkan konfkik awal berumah tangga. Saling meningatkan adalah solusi terbaik sebelum konflik berkepanjangan

 

3. Tentang aturan Dalam rumah tangga sebaiknya dibuatkan aturan walaupun tak tertulis, misalkan bagaimana cara mengingatkan apabila salah satulupa menutup kran air, kebersamaan membersihkan rumah, kamar bersih, bak mandi bersih, pakaian rapih, pakaian wangi, tas kerja siap, antar sampai pintu menjadi kebiasaan rutin.

 

Note ini bukan untuk membelenggu emak emak yang bekerja membantu suami, namun sekedar sharing – saling mengingatkan, bahwa kegagalan kita dalam merajut rumah tangga, kadang diawali dengan masalah masalah sepele yang kurang kita perhatikan, kadang kita sebagai pribadi merasakan adanya ketertindasan secara pribadi, apabila kita mempergunakan rasionalitas, maka runyam rumah tangga kita. Seorang muslim atau muslimah punya rujukan alquran  seperti :

dalam surah Ar Ra’d ayat 28 : “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”.

 

Dzikir ada tiga :

  1. dzikir hati yakni dengan mengingat Allah dan berbagai nikmat-Nya,
  2. dzikir lisan yakni dengan banyak menyebut/memuji Allah SWT (ucapan yang lazim adalah : Subhannallah, Alhamdulillah, Laa ilaha illa Llah, Allahu Akbar),
  3. dzikir amal, yakni dengan melakukan apa yang diperintahkan-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Niscaya dengan zikir kepada Allah pada tiga jenis dzikir tersebut, hati kita tidak pernah lagi merasa gelisah (tenang). Allah si pencipta manusia, tentu lebih tahu bagaimana cara membuat kita tenang daripada diri kita sendiri.

 

Marilah kita renungkan kembali Peristiwa Mutilasi KramatJati, Betapa dominan perempuan saat itu, sehingga dia tega memutilasi suami sendiri, ini karena mereka sudah tak memiliki pegangan dan sandaran yang pas untuk dirinya, seorang muslimah, jangankan untuk memutilasi, berkata kasar saja pada suami, dirinya malu dan takut akan murka Gusti Allah. Subhanallah !

Semoga keluarga kita selalu diberikan petunjuk Gusti Allah, sehingga wujud dari keluarga SAKINAH  Mawaddah wa Rahma benar benar ada dalam rumah tangga kita, amin…

 

Semoga bermanfaat

 

Wassalamu’alaikum

 

Pakde Azemi

Menangisi Mutilalsi Kramatjati, kok yooo Tego

mohon maap apabila note ini kurang berkenan untuk yang tak suka…..

 

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s