JUDI di BUNGKUS PRESTASI …………….


Terinspirasi note Abah HeriSEKEDAR UNTUK DIKETAHUI” di dalamnya sarat dengan himbauan untuk tidak mengirimkan sms saat acara tePe menyuguhkan IMB (Indonesia mencari bakat), dibawa adalah cuplikan kalimat, yang menunjukkan kita terbodohi oleh KAUM NEOLIB sbb :

Jika dari satu SMS ini “bandar” mendapat 40% (artinya sekitar Rp 800), maka jika yang mengirimkan sebanyak 5% saja dari total penduduk Indonesia (Coba anda hitung, dari 100 orang kawan anda, berapa yang punya handphone?

Saya yakin lebih dari 40%), maka bandar ini bisa meraup uang sebanyak Rp 80.000.000.000 (baca: Delapan puluh milyar rupiah).

Jika hadiah yang diiming-imingkan adalah ? rumah senilai 1 milyar, ituartinya bandar hanya perlu menyisihkan 1,25% dari keuntungan yang diraupnya sebagai “biaya promosi”!

 

Mari Kita RENUNGKAN

 

  1. PERTAMA

Sekedar sharing, tentunya yang sepuh sepuh masih inget sekitar 1992 muncul program telekuis di RCTI dengan nama Jari Jari yang dipandu mas PEPENG (ciri khasnya telunjuk di puter puter), semua mata dan semua telinga akan selalu memandang Telepisi khususnya RCTI, khusus untuk menunggu munculnya mas Pepeng, gagang telepon siap pencet, seolah semua orang terbius dengan program telekuisnya mas pepeng.

 

Kejadian ini menimpa keluarga teman saya, punya anak masih duduk di bangku SD, tertarik dengan telekuisnya mas pepeng, tujuan anak ini sebenarnya “mulia”, apabila dapat hadiah dari RCTI akan dapat menyenangkan orang tuanya, setiap hari sebelum acara kuis kurang beberapa menit bocah ini, sudah menyambungkan telepon rumahnya pada nomor telekuis Jari jari mas Pepeng yang sudah dihapal. Akibatnya beberapa bulan tagihan telepon membengkak hingga 800 ribu, untuk ukuran PNS saat itu sudah tergolong besar, sehingga tekanan darah tinggi bapaknya NgeTOP, fatal bapaknya tak dapat bertahan hidup akibat kena serangan darah tinggi dan jantung, beberapa hari kemudian menghembuskan napas (innalillahi wa inna ilahi roji’un), semoga amal baiknya di terima Gusti Allah. Kini tinggal teman saya sebut saja nama Bu TIWI hidup tanpa suami, beban rumah tangganya tentu lumayan berat, karena saat itu gaji PNS tak seperti saat ini. Bu TIWI termasuk perempuan pendiam, untuk mendapatkan tambahan bu TIWI sempat sempatkan bawa dagangan ringan misalnya rokok untuk teman teman, kripik singkong pokoknya yang bisa dibawa yang dilakukan, dibalik kegigihan Bu TIWI menghidupi keluarganya (berdua), anaknya masih meneruskan “cita cita mulianya”, pengen membahagiakan orang tuanya dengan mengikuti telekuis jari jari mas Pepeng, akibatnya sudah dapat di duga tagihan telepon membengkak, bu TIWI kaget saat mau bayar rekening telepon, sehingga menunda untuk membayar rekening yang begitu besar, sudah garis bu TIWI untuk menerima kenyataan yang harus dihadapi, pusing memikirkan rekening telepon penyakit diabetes melitus<span> </span>menjadi jadi, hingga harus beberapa hari nginep di rumah sakit, biaya terus membengkak, bu TIWI minta pulang, di rumah karena tak dibarengi dengan rutin minum obat, singkat kata bu TIWI tak terselamatkan, bu TIWI harus menghadap Gusti Allah.

Itu sekedar gambaran sejarah lama koncoku.

 

  1. KEDUA

Mundurnya mas Pepeng dari program acara telekuis Jari jari, muncul beberapa acara telekuis yang lain, mulai dari acara masak memasak di barengi dengan hadiah, acara romadhon, acara sahur sahur, acara agama setiap pagi, acara acara pencari talenta apalah namanya semua diberikan hadiah dengan persaratan kirim sms atau telepon.

Coba kita bandingkan dengan TOGEL (Totohan Gelap), TOGEL kemungkinannya 1: 99 sehingga untuk mendapatkan hanya butuh selisih 99 saja, sedangkan telekuis bandingannya 1 : JUTAan orang, sehingga kemungkinan dapat sangat tipis bila dibandingkan dengan TOGEL, namun yang sedikit kemungkinan “dapat” ini justru diperkenan. Mengapa ? semua jawaban kita kembalikan pada pengelola negeri ini.

 

 

Al-maisir (tebak tebakan) sangat di larang oleh agama coba kita perhatikan kembali ayat gusti Allah  dibawah ini :

Al-Baqarah

[2:219] Mereka bertanya kepadamu tentang khamar {136} dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfa’at bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfa’atnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ” Yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir,

 

Al-maidah

[5:90] Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah {434}, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.

[5:91] Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).

 

Yang ingin saya garis bawahi dari note ini adalah, banyak orang sering baca dan para kiyai sering menerangkan ayat ini, namun kita saya sampean juga mereka (pak ustad/ustadzah) tak berdaya saat telekuis untuk menyelingi majelis yang mulia “tutur tutur agama”, subhanallah, sungguh miris apabila saya melihat ustad/ustazah, harus dijedah dengan KUIS KUIS (maisir), mengapa mereka tak mampu berkata “TIDAK” mengapa mereka bertabliq dengan selingan al-maisir ?, sungguh ironis di satu sisi menyuapi kaidah agama di sisi lain dicekoki “SETAN”

 

Ini hanya angan saya saja, saya tidak berprasangka buruk pada punggawa AGAMA ISLAM di negeri ini, namun sekedar pengen jawaban dari teman teman yang mengerti tentang TERJEMAHAN AYAT di atas, mohon maap apabila tak berkenan, selebihnya mari kita saling mengingatkan, agar kita dapat masuk surga mareng bareng.

 

 

Semoga yang sedikit ini dapat menjadi renungan para PUNGGAWA AGAMA ISLAM

Saya kurang pinter soal agama, tapi terjemahan ayat diatas jelas adanya, apakah kita perlu menafsirkan LAIN?

 

Pakde Azemi

Nyeruput Wedang Kopi Plus Onde onde Mojokerto

 

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s