Curhatnya Dermawan…………


Seperti biasa setiap ada kenduren di mesjid dengan membaca surat yasin dilanjut dengan tahlil, malem tadi cuaca sejuk karena gerimis sekitar kampung menambah hikmat kenduren malem itu.

Selesai kenduren biasanya saya lanjutkan dengan sholat sunnah dan membaca alquran sambil menunggu waktu isya’ tiba. Jeda waktu menunggu isya’ itu datang Kang Rohman yang biasa di panggil ABAH ROHMAN, masyarakat kampung selalu memanggil ABAH untuk mereka yang telah menunaikan ibadah Haji. Sedang saya sendiri selalu memanggil kang Rohman, karena umur saja yang lebih tua Kang Rohman.

“Assalamu’alaikum” : sapa kang Rohman, “wa’alaikum salam” : jawabku. :Mas Azemi” : sapa Kang Rohman, “ada apa kang”, jawabku. “Bisa nggak kita ngomong serius ?” : tanya kang Rohman, “soal apa kang ?” tanyaku balik, “ini soal perasaan saya” : jawab kang rohman, “emang ada apa dengan perasaan sampean?”: tanyaku lagi. “Kang kita bicara di teras saja yaa, ini masjid ga bagus kalau kita berbicara diluar kontek vertikal” : kataku pada kang Rohman, kang Rohman mantuk (oke)

“Ya Kang, katakan apa perasaan sampean yang mengganjel itu ?” : kata ku

“Begini mas, saya kan selalu sholat di masjid ini, sampean tahu sendirikan, tidak semua orang orang yang sholat disini, memakai pakaian yang memadai untuk menghadap gusti Allah?”, “maksud sampean gimana kang saya ga ngerti?” : tanyaku , “begini mas, jemaah masjid ini kan tak semuanya punya rejeki yang baik, sehingga pakaian yang dipakai untuk sholat, menurut saya tidak mencerminkan kebersihan, kata orang suroboyo kemproh (jorok), melihat yang demikian, saya menawarkan pada mereka, mau ga saya kasih sarung, baju koko dan kopiah yang baru untuk dipakai saat sholat dimasjid ini ?, jawab mereka serentak mauuuuuu !, Alhamdulillah saya seneng, saya kasih mereka masing masing 1 stel (sarung, baju dan kopiah)

Sampean tahu ngga’ mas, kalau yang saya kasih itu tak pernah mereka pakai, alasan mereka saya pakai untuk jumatan, eman, saya simpen dulu. Maap yaaa mas, saya jadi ga enak bicara masalah sedekah, mereka itu bukan hanya saya kasih sekali saja, setiap 5 bulan saya kasih, kenapa ?, maap mas, saya jijik kalau mereka pakai sarung yang jelek (lusuh), robek2 dan jarang di cuci, baunya ituloh mas, saya jadi males ke mesjid ini, maksud saya memberikan berkali kali, agar mereka mau pakai, memang sih hanya 2 orang saja dari sekian orang yang saya kasih, cuman yang dua ini membuat hati saya kurang suka, menurut sampean apakah mereka masih perlu di kasih terus ?, kan mereka ga pernah pakai itu pemberian saya ?, eman mending diberikan orang di mesjid lain !

Begitu yaaa Kang !, begini kang, saya dulu pernah diberi nasehat bapak : azemi, biasakan kamu memberi orang, mulai dari yang kecil misalnya permen, kemudian belikan soto seterus seterusnya, asal jangan kamu memberi orang sesuatu yang menyebabkan orang sakit misalnya rokok, karena pemberian yang dimakan (telan) akan menjadi daging, nah daging itu yang akan menjadi saksi yang tak tertulis namun nyata adanya, bahwa ini adalah pemberian kamu, bagaimana kalau kamu memberikan rokok, minuman keras dll, maka itu juga akan menjadi saksi bahwa kebanyakan minum kebanyak rokok sehingga…………………….”.

Sebelum sampean menyesali pemberian itu apalagi sampean sampai berucap, ini akan menyebabkan keikhlasan sampean diragukan orang, padahal niat sampean pengen mereka ke masjid dengan pakaian pantas untuk menghadap gusti Allah.

[2:263] Perkataan yang baik dan pemberian ma’af {167} lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.

Kang Rohman !, bagi mereka mungkin lho ini, pakaian yang sampean kasih itu terlalu baek (bagus), mending disimpen aja dan dipakai pada saat ada acara penting, misalnya sunatan, mantenan, lebaran termasuk kendurenan seperti ini, walaupun sampean sering memberi. Kalau saya melihat rejeki sampean dengan rejeki orang itu kan ga sama, sehingga cara memandang barang juga berbeda, menurut sampean biasa biasa saja bisa saja, menurut mereka itu istimewa, karena itu Kang sampean harus mulai menyamakan persepsi dengan mereka, sebab itu jangan memberikan sesuatu pada orang lain melebihi yang mereka jangkau, ini akan berakibat seperti itu, coba sampean kasih mobil, mereka tidak akan bisa pakai, mu beli bensin gimana, kalau beret diserempet orang gimana, parkirnya bayar berapa ?, penyiksaan…………………

Seperti note saya kemaren

“orang kaya yang baik adalah orang kaya yang suka berderma (ghaniyyun kariimun), yang memberikan harta terbaik yang ia miliki (ghaniyyun hamiidun) dan yang tetap rendah hati dan menjaga perasaan orang yang diberi derma (ghaniyyun haliimun).”

Mungkin ini masukan yang dapat saya berikan untuk sampean, TOLONG TEMEN atau PONAKAN

MUNGKIN ADA TEMEN yang dapat KASIH MASUKAN, saya ucapkan terima kasih……..

Semoga dapat menjandi renungan untuk kita semua……………

Pakde Azemi

Maem Nasi Goreng Chef Budhe seruputane wedang JAHE…

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s