Inget bapak-qu tunaikan Kurban


Lebaran Haji gene aku selalu inget bapak-qu. Mengapa ?, karena bapak-qu selalu memberikan nasehat nasehat yang baik menurut aku, namun belum tentu dapat diterima oleh orang lain. Karena itu dalam note ini yang <span>tak sependapat jangan “terlalu” apriori,</span> anggap ini sebuah pembelajaran seperti halnya perbedaan lebaran hari ini.

 

Nasehat bapak-qu, sebenarnya tak panjang, namun punya pengaruh yang besar dalam melakukan ibadah, berikut bincang bincang aku dengan bapak-qu:

Bapak-qu             : azemi, andai kamu esok ditakdirkan bisa menunaikan qurban, janganlah kamu serahkan pada panitia, seperti kebanyakan orang.

Aku                        : mengapa ?

Bapak-qu             : qurban itu kan ga ada amil, beda dengan Zakat harus melalui amil, ini yang kita kadang terbalik, zakat kita bagi sendiri. Sedangkan qurban kita serahkan kepada Panitia (amil)

Bapak-qu             : banyak yang dapat kamu ambil hikmah, apabila kamu dapat menyembelih sendiri dirumah, daripada kamu serahkan pada panitia secara mentahan.

Aku                        : menurut bapak, hikmah apa yang saya dapatkan ?

 

Bapak-qu             : Pertama, kamu dapat memilih hewan kurban “lebih bagus” sesuai dengan sarat

Kedua : Kamu akan merasa iri (cemburu), melihat orang lain dapat berkurban lebih gede dan bagus hewan kurbannya ini akan memacu kamu di tahun akan datang, sedangkan kalau  kamu serahkan pada panitia secara mentahan, kamu tak dapat menentukan hewan yang lebih bagus

Ketiga : panitia kurban yang menerima hewan kurban secara mentahan (uang tunai), cenderung menentukan harga dasar hewan kurban dengan standart rendah, ini agar mereka dapat donatur sebanyak mungkin.

Ke empat : perasaan napak tilas, kanjeng nabi Ibrahim-Ismail AS, akan semakin terasa, karena dengan hewan kurban yang kamu bagi sendiri, aku akan merasa punya kepedulian, dengan urut urut lebih jelas, sanak saudara kamu kamu dahulukan, tetangga dekat kamu, kemudian orang jauhm kalau kamu serahkan pada panitia, kamu ga tahu dibagikan kemana, padahal sanak saudara kamu, tetangga kamu masih membutuhkan.

 

Aku                        : bapak, kalau kita sendiri yang nyembelih kan ribet, sulit, perlu tenaga extra

Bapak-qu             : azemi, kalau kamu mau jujur, semua ibadah itu ribet, sulit, memerlukan tenaga extra, contoh sholat aja, kamu harus wudhu, pakai sajadah, pakai parpum, puasa harus melek malam hanya untuk saur, apalagi haji, harus keluar duit, kemudian di mekkah sendiri harus berdesakan dengan banyak orang, kalau kamu ga mau beribadah sulit dan ribet yooo ga bisa. Nah dari yang ribet itulah kamu diajarkan kesabaran, kebagusan, kecintaan, ketaqwaan ini yang penting, mendahulukan gusti Allah ketimbang yang lain, untuk Gusti Allah kamu akan memberikan yang terbaik, ini salah satu hikmah yang akan kamu dapat dalam beribadah. Masih banyak yang dapat ambil hikmahnya.

 

Bapak-qu             : belajarlah membiasakan diri dan untuk pembelajaran untuk anak anak kamu, agar dapat merasakan, napak tilas kanjeng nabi Ibrahim dan Ismail itu kudu kamu tanamkan pada anak anak kamu, sekaligus untuk melatih anak anak kamu, agar memiliki EMPATI pada orang yang kurang beruntung.

 

 

Kesimpulan :

  1. Kamu memiliki rejeki yang lebih, qurban dirumah itu jangan merasakan ribet, karena itu untuk pembelajaran pada anak cucu kita memiliki sifat empatI pada orang lain
  2. Berkurban itu akan lebih sempurnya apabila, hewan kurbannya lebih besar, lebih mahal, lebih bagus, dan dsb daripada harus dipatok dengan harga minimum
  3. Bahwa ritual peribadatan itu selalu dibarengi dengan keribetan, namun di dalamnya terkandung kecintaan kita pada Gusti Allah

 

Semoga bermanfaat

 

Pakde Azemi

Persiapan Nyembelih hewan Kurban

Arep Nyate yoo entuk, arep Gule yoo entuk

Tapi Elingo nek penyakit kabeh sing uakeh soko kewan kuwi…..

Pertigo, Kolesterol Asam Urat, Migran, darah tinggi

 

Iklan

1 Komentar

  1. Savannah House Remodeling

    Inget bapak-qu tunaikan Kurban | Pakde Azmi


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s