PAKDE Kondangan di SUROBOYO maemnya DUDUK


Note ini di terinspirasi dari statusnya konco :

Matt Bedas HARI sabtu 4 -des.2010 aku ada acara mantenan di srby.tempatnya di XQ GRAND BALLROOM jl.kupang raya indah 15 srby…maklum yg py acara bos istri sy juragan mas yg asli etnis tionghua..tp enak yg namanya makanan tiap tamu 1 meja 2 org..dgn 7 kali ganti menu..di iringi dgn lagu mandarin yg asyik banget….mau ikut?? ayo… jarang lho kl di madura…pinginkan..??

Matt Bedas yoo..ben ono sing minat pak dee..nek meduro mangan jalan..nek srby mangan nang mejo…haaa..haaa…aaaaaaa

11 jam yang lalu melalui Facebook Seluler · Suka

Dari kalimat yang dilontarkan temen satu ini, kita dapat berkesimpulan, wabah standing party sudah merambah sampe ke daerah daerah, orang bangga dengan maem sambil jalan jalan, entah ini budaya darimana dan bagaimana asal muasalnya, sampai bangsa ini yang dulunya dianggap punya tata krama dalam makan, saya dulu bila maem bersama bapak, apabila sendok saya bunyi kletik, bapak nampak kurang suka matanya mkendelik (melotot), apalagi sambil bercakap cakap, wuihhh bisa marah banged…..

Dari Anas dan Qatadah ra, dari Nabi SAW: Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri, Qotadah ra berkata:”Bagaimana dengan makan?” beliau menjawab: “Itu lebih buruk lagi”. (HR. Muslim dan Turmidzi)

Dari *** Hurairah, Nabi SAW bersabda: “Jangan kalian minum sambil berdiri ! Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan !” (HR. Muslim)

Dulur, saat ini sudah menjadi tradisi disetiap kondangan, baik kalangan wong SUGIH maupun yang masih kroco, selalu prasmanan tanpa disediakan kursi untuk makan, alasannya kan standing party, maem sambil berdiri dan cakap cakap, alasan laen juga untuk ngirit kursi, yang paling menakutkan alasannya adalah takut di anggap “KATROK” Ndeso, sebab prasmanan memang makannya sambil berdiri itu sudah menjadi kebiasaan masyakarat Indonedia yang sudah mulai seneng model keBULE-BULEan, Masya’ Allah, kenapa kita lebih Takut dikatakan Ndeso ketimbang kita berfikir, bahwa makan sambil berdiri dan bercakap cakap itu tak di rekomendasi AGAMA ISLAMm artinya kanjeng Nabi Muhammad saw, sangat melarang Umatnya makan sambil berdiri.

Saya temukan sebuah catatan disebuah blog yang membahas masalah makan sambiul berdiri :

Dr. Ibrahim Al-Rawi melihat bahwa manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan tegang, organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras, supaya mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga bisa berdiri stabil dan dengan sempurna.

Ini merupakan kerja yang sangat teliti yang melibatkan semua susunan syaraf dan otot secara bersamaan, yang menjadikan manusia tidak bisa mencapai ketenangan yang merupakan syarat tepenting pada saat makan dan minum.

Ketenangan ini bisa dihasilkan pada saat duduk, dimana syaraf berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minum dengan cara cepat.

Dr. Ibrahim Al-Rawi menekankan bahwa makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus.

Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (Vagal Inhibition) yang parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak.

Dulur, bener juga kalimat kanjeng Nabi Muhammad saw, apabila penelitian Dr. Ibrahim Al-Rawi itu tak kita ragukan, sungguh Islam Sangat Indah dan SANTUN untuk mengatur manusia dalam melakukan segala aktifitas, agar kita selamat dan tak mengalami hambatan dalam melaksanakan keperluan yang kita lakukan, sebut saja kita ke WC, islam juga mengajarkan doa.

DO’A MASUK WC [بِسْمِ اللهِ] اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ.’Dengan nama Allah. Ya Allah, se-sungguhnya aku berlindung kepadaMu dari godaan setan laki-laki dan perempuan’ [HR. Al-Bukhari] DO’A KELUAR DARI WC غُفْرَانَكَ’Aku minta ampun kepadaMu’ [HR.Seluruh penyusun kitab Sunan, kecuali An-Nasai]

Semua yang kita akan dan akhiri saelalu den gan doa, masuk dan keluar masjid, saat akan dan bangun tidur, sampai saat kumpul dan setelah dengan isteri kita selalu diawali dengan dan diakhir dengan doa. Itulah Islam, doa selalu jadi pedoman dalam setiap aktipitas.

Kesimpulan :

Dulur, mari kita kembali (back to basic) dalam menjamu makan tamu kita, karena salah kita dalam memperlakukan seseorang dalam menikmati hidangan, kita akan di hadang dengan ”. (HR. Muslim dan Turmidzi)

Dulur, marilah kita mulai dari diri kita, keluarga kita, lingkungan kita, hingga sampai pada negara ini untuk selalu memegang pada rujukan sempurna seperti yang diajarkan Kanjeng Nabi Muhammad saw.

Dulur, tidak semua yang dikatakan “JADUL”, “KATROK” itu sebuah kemunduran, bisa juga sebaliknya yang kita katakan “MODERN” malah sebuah kemunduran

Kadang saat Kondangan, banyak yang enggan maem, karena inget pesen kanjeng Nabi Muhammad saw, namun kadang perlunya menghormati sohibul Hajat, hingga mengorbankan “hati”

Semoga bermanfaat

Pakde Azemi

Kangen Sharing Note

Sambil Nyeruput Teh Ijo dengan warna tetep Coklat

Camilan JAJAN PASAR manyar

Iklan

1 Komentar

  1. […] THREAD INI DIOLAH DENGAN MERANGKUM BERBAGAI SUMBER Quote: sumber1 sumber2 sumber3 sumber4 sumber5 sumber6 sumber7 sumber8 […]


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s