Pakde kenapa Jumat kok LIBUR ?


Assalamu’alaikum – Yuk Sharing Jumatan ………………

Ngerumpi dengan poro bakul dan sopir angkot juga tukang becak di perempatan dekat jempatan, sambil nyamil jajan pasar memang ga ada matinya, banyak inspirasi yang dapat di tulis untuk dijadikan note. Seperti kalimat Cak Kosim penjual es dawet saat enak enak semua nyeruput kopi giras, ehh cak kosim bertanya : “pakde kenapa sih, kok orang orang (wak kaji Juragan CAO/dawet) islam selalu yang libur pas hari jumat, padahal saat itu selalu banyak yang cari, kan rugi pakde,  bukan cuman itu saja, ngaji di langgar/surau juga libur, kan seharusnya malah kudu ngaji diperbanyak?, bagaimana pakde ?”.

 

“Cak kosim, apakah sampean rugi, kalau wak kaji libur di hari JUMAT ?” : tanya saya, “yaa galah pakde” : kata cak kosim, “lalu apa hubungannya Liburnya Wak Kaji dengan sampean ?” : sela saya, “wah sebenarnya sih ga ada hubungannya pakde, cuman apakah bener ISLAM itu melarang orang untuk bekerja di hari jumat ?”,

 

Cak kosim, ISLAM tidak melarang orang untuk berniaga di hari JUMAT, cuman mungkin ini mungkin lhoo, Wak Kaji itu berpendapat, tak ada salahnya saya istirahat berburuh dunia di hari jumat, sebab dirinya sudah merasa cukup, juga merasa perlu mepersiapkan diri menghadapi hari JUMAT yang dianggap sebagai hari ISTIMEWA, untuk melakukan ibadah sebaik baiknya.

 

Untuk jelasnya coba sampean perhatikan surat jumah dibawa ini :

 

[62:9] Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli {1476}. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

 

[62:10] Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.

 

[62:11] Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah: “Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perniagaan”, dan Allah Sebaik-baik Pemberi rezki.

 

 

Kalau kita pake sebagai rujukan ayat diatas, maka ada tiga yang dapat saya jelaskan pertama : hendaknya sebelum adzan di seru kita sudah sudah siap siap menuju ke mesjid (bergegaslah), kedua : setelah selesai jumatan, kembalilah berniaga untuk mencari rejeki, ini sesuai dengan ayat 5 surat Al-fatihah :



[1:5] Hanya Engkaulah yang kami sembah, {6} dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. {7}

 

Setelah menyerahkan diri dengan sholat jumat, maka pertolongan Gusti Allah untuk memperlancar datangnya rejeki.

 

Sedangkan ketiga : kita perlu berpikir, bahwa Giusti Allah itu lebih penting daripada sekedar mencari rejeki, karena kita hanya sebagai pemohon, sedangkan Gusti Allah sebagai pemberi, bagaimana pemberinya bisa memberikan sebaik baiknya kalau yang memohon masih kurang baik mempersiapkan diri untuk menerima pemberian Gusti Allah.

 

Cak Kosim, sekarang tinggal sampean pikirkan sendiri, menurut sampean, Wak Kaji itu berpikir tentang Rejeki tak sama dengan sampean, wak Kaji mungkin lebih mempersiapkan diri lebih baik untuk menyongsong datangnya rejeki dengan mengistimewakan Gusti Allah daripada berburuh duit yang kadang cepet kabur dibadingkan Gusti Allah tak pernah kabur dari batinnya.

Sedangkan Ngaji libur, itu lebih disebabkan karena setiap malem jumat. Masjid, langgar, surau lebih disemarakkan dengan membaca YASIN, TAHLIL, atau dipake kendurenan untuk mengeluarkan sebagaian rejeki beberapa orang untuk berbagai kesenangan dengan orang lain.

Semoga dengan yang sedikit ini sampean dapat kembali lagi ke masjid. Langgar, surau, sehingga sampean ga cuman ngintip dari jauh, akibatnya timbul pertanyaan pertanyaan kenapa dan bagaimana ?, seperti yang sampean tanyakan ini.

 

Cak kosim ada beberapa keutamamaan di hari jumat :

 

1. Hari paling utama di dunia

Ada beberapa peristiwa yang terjadi pada hari jum’at ini, antara lain:

  • Allah menciptakan Nabi Adam ‘alaihissallam dan mewafatkannya.
  • Hari Nabi Adam ‘alaihissallam dimasukkan ke dalam surga.
  • Hari Nabi Adam ‘alaihissallam diturunkan dari surga menuju bumi.
  • Hari akan terjadinya kiamat.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamberkata:

“Hari paling baik dimana matahari terbit pada hari itu adalah hari jumat, pada hari itu Adam diciptakan, dan pada hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga, serta diturunkan dari surga, pada hari itu juga kiamat akan terjadi, pada hari tersebut terdapat suatu waktu dimana tidaklah seorang mukmin shalat menghadap Allah mengharapkan kebaikan kecuali Allah akan mengabulkan permintannya.” (HR. Muslim)

 

2.  Hari bagi kaum muslimin

Hari jum’at adalah hari berkumpulnya umt Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam masjid-masjid mereka yang besar untuk mengikuti shalat dan sebelumnya mendengarkan dua khutbah jum’at yang berisi wasiat taqwa dan nasehat-nasehat, serta do’a.

 

3. Waktu yang mustajab untuk berdo’a

Dari Abu Burdah bin Abi Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu bahwa ‘Abdullah bin ‘Umarradhiyallahu ‘anhuma berkata padanya, “Apakah engkau telah mendengar ayahmu meriwayatkan hadits dari Rasulullah sehubungan dengan waktu ijaabah pada hari jum’at?” Lalu Abu Burdah mengatakan, “Aku mendengar Rasulullah bersabda, ‘Yaitu waktu antara duduknya imam sampai shalat dilaksanakan.’” (HR. Muslim)

 

4. Dosa-dosanya diampuni antara jum’at tersebut dengan jum’at sebelumnya

Dari Salman Al-Farisi radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidaklah seseorang mandi pada hari jum’at dan bersuci semampunya, berminyak dengan minyak, atau mengoleskan minyak wangi dari rumahnya, kemudian keluar (menuju masjid), dan dia tidak memisahkan dua orang (yang sedang duduk berdampingan), kemudian dia mendirikan shalat yang sesuai dengan tuntunannya, lalu diam mendengarkan (dengan seksama) ketika imam berkhutbah melainkan akan diampuni (dosa-dosanya yang terjadi) antara jum’at tersebut dan jum’at berikutnya.”(HR. Bukhari)

 

 

Kesimpulan :

  1. 1. Islam tidak melarang kaum muslimin untuk berniaga (bekerja) pada hari jumat
  2. 2. Sebagai muslim/ah kudu mengistimewakan hari jumat
  3. 3. Persiapkan diri sebaik mungkin pada hari yang istimewa tersebut, karena waktu tak dapat diputar kembali
  4. 4. Berpikirlah, bahwa Gusti Allah sebagai pemberi rejeki, penentu nasib, maka datangi Gusti Allah dengan persiapan yang sebaik baiknya.

 

Semoga bermanfaat

Wassalamu’alaikum wr.wb.

 

Pakde Azemi

Nyeruput Teh Gandulan

Camilane Klanthing jajan Pasar

 

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s