Ternyata ada juga disini………………


ilustrasi

ilustrasi

Malam itu aku ga bisa tidur kira kira jam 02.00 pagi, dingin sekali kota batu walaupun tak diguyur hujan deras, gerimis tipis sudah cukup memberikan rasa dingin ampe menggigil, teman teman wisata pada tertidur karena kelelahan, sedangkan di luar villa yang ku tempati ramai orang cekikik’an ketawa ketiwi. Tak sanggup kedinginan sendiri, kubuka pintu pagar, nampak lelaki muda berjejer duduk duduk diatas motor, saat aku mendekat, mereka pada bubar, mungkin mereka curiga kalee yaa di sangka Pak POLISI, karena dandananku plontos dan pake topi. Setelah kujelaskan siapa diriku mereka baru mau kumpul kumpul kembali.
 

Tole (nama samaran) demikian nama salah satu anak muda yang ikut nongkrong, ia mengaku dari salah satu perguruan tinggi negeri d kota Malang, tomo (nama samaran) mengaku dari PTS ternama di kota Malang, bila diperhatikan Jaket Almamaternya mereka rata rata Mahasiswa di Kota Malang. Saat saya tanya anda menunggu siapa kok rame rame begini ?, mereka jawab : “menunggu pacar saya pak ?”, “ohh pacar”,  kok jam segini pacar kamu belum keluar ? : tanya saya lanjut, haaa pak, sampean ga tahu ta kalau pacar saya sekarang sedang kerja ?, emang pacar kamu kerja apaan ?, waduhh, pak sampean ini ngga ngerti apa pura pura ga ngeh sih ?, lhoo mas kalau saya ngerti, pastinya saya ga tanya anda!, pacar saya itu sedang dikerjai orang, walah makin ga ngerti, mas.

 

“Pakde, jenengan kesini ada apa ?” : tanya mereka, “ohh, saya ngantar murid wisata karya!”, ohhh, kok cuman  jenengan yaa ga tidur ?, apa jenengan mau cari anget anget ?, wahh bener mas, saya pengen anget anget, apaan ? tuh wedang ronde yooo ?, haaaaaaaaaaaaaa, mereka tertawa ngakak mendengar jawaban saya, maksud kulo anget anget itu pakde, SELIMUT HIDUP, lah dalaahh walahhh walahhhh mas mas, sepurane nek itu aku ora butuh saiki.

Kami ini menjual pacar saya, waduhh anda germo ta ?, bukan pakde saya bukan germo, cuman pacar saya dan saya pengen duit lebih dengan cara “mandiri”, yaaa begini menjual badannya. Huhhh, kok anda tega pacar sendiri dijual, pastinya anda jadi germonya, sekarang anda pake motor kalau da punya mobil, pasti pacar anda makin banyak. Heee nggak lah pakde, semalam cuman dia melayani 3 sesi pertama jam 19.00 kedua jam 02.00 ini dan terakhir ntar jam 05.00 ada tamu lagi.

Yaa Robbi, kok tega yaa mereka menjual pacarnya sendiri, apakah mereka akan nikah setelah ini ?, sungguh diluar nalar diriku…..

 

Diseberang jalan, ada anak muda yang umurnya lebih tua dari anak anak yang nongkrong di motor, dia nampak sendiri sambil menghisap rokok MALangBORO, saya dekati, mas boleh saya duduk disini, capek berdiri terus dengan mereka, monggo pak, silahkan, terima kasih. Anda asli kota ini yaa cari tamu Villa, ahh bukan pak, saya juga tamu kok disini ?, bapak darimana ?, saya dari surabaya, ohh sama pak, saya juga dari surabaya panjangjiwo, ya ya ya, anda kesini untuk apa ?, kalau bapak sendiri apaan ?, saya ngantar murid2 wisata karya kemari, kalau saya ngantar majikan saya. Ohhh mas kita kenalan dulu yaa nama saya Pakde Azemi begitu biasa saya disapa, nama saya Gito (nama samaran).

 

Pakde boleh ngga’ saya curhat ?, hooo boleh boleh asal saya bisa memberikan solusi, kalau ga bisa maapkan saya yaa ?. begini pak, sebenarnya saya ini orang yang terjerat masalah selama 3 tahun ?, kok bisa ?, ceritanya begini, majikan saya ini adalah isteri sodagar kaya dikota surabaya, tak perlu saya sebutkan nama usahanya, pokok’nya terkenal umurnya sudah 78 tahun lebih, tapi pak hobinya yaitu beli pelacur laki laki (gigolo). Saya sopir pribadinya, setiap waktu ngantar Boz wedok ini ke Hotel bintang 5 di Surabaya, BYAOT hotel, suatu kali Gigolonya ga datang, boz wedok ini langsung marah marah, ngumpat ngumpat, maki maki sambil jalan, menuju tempat parkir, Git kita pulang, kok bentar bu ?, iyaa kulang ajal mereka ta datang, padahal saya kasih dePE, kita pulang aja.

Sampai di rumah seperti biasa, saya kumpul dengan satpam di pos satpam, agak lama sedikit, telepon satpam bunyi, Pak Satpam tolong Gito suluh masuk ke kamar saya !, seperti biasa, saya masuk ke kamar bos, biasanya untuk mengangkat tas untuk bepergian, saat saya masuk, pintu langsung ditutup, dikunci, sedangkan nyonya wedok ini sudah setengah telanjang, kalimat yang keluar dari mulutnya “ “Gito, hari ini saya gagal mendapatkan kepuasan, tolong kamu penggantinya, kalau kamu ga mau, intercom ini saya pencet saya akan berteriak, kalau kamu mau merampok saya, kalau kamu mau, ini duit untuk kamu, 10 juta !.  Ya Allah, sampe segitunya mas ?, iya pak, boz kamu  ga salah kok, karena kamu memang ganteng, kulit kamu bersih putih, tinggi kamu bagus 180an, cuman pakaian kamu dan dandanan kamu kaliiii, saat itu ga seperti sekarang !.

 

Saya tak punya pilihan, antara dipecat dan dipenjara atau ngeloni (tidur) dengan  nenek nenek seperti ini, pilihan saya saat itu cuman satu, mungkin hanya sekali saja (kali ini) setelahnya kan cari gigolo lagi, ternyata meleset, saya dijadikan peliharaan boz wedok, rumah saya direnopasi, belakang rumah dan samping saya dibeli, ada tiga rumah yang dekat dengan saya dibeli dan itupun dijadikan satu kemudian dibangun permanen 2 lantai, isteri saya, awalnya tanya kok bisa, kata boz wedok, suami kamu sangat berprestasi, tentu isteri saya seneng, rumah bisa dipugar dengan mentereng seperti sekarang. Duit saya tak pernah kekurangan, apa saja yang saya perlukan diberi, motor punya mobil dibelikan walaupun bukan mobil mewah seperti yang saya bawa sekarang, tapi da cukuplah Honda jazz. Saya disini sudah 8 hari pakde, mulai dari hotel “ALUMDULU” kamar yang VVIP, kemudian ganti yang kamar double bed, kemudian ganti single bed, pindah ke villa, sekarang malah minta satu makar yang sempit, agar saya selalu deket sekali dengannya, sekarang dia sedang tidur pulas, kesempatan saya sempatkan keluar !

 

Pertanyaan saya, bagaimana, agar saya bisa keluar dari jeratan ini pakde ?

Mas Gito menurut saya, yaa sebaiknya anda keluar saja dari pekerjaan ini, karena makin anda di dalam pekerjaan ini, maka makin anda akan membohongi banyak orang. Pertama isteri anda, anda bohongi, uang yang anda dapatkan ternyata duit panas, anak anak anda akan makan duit panas itu, kedua, boz wedok itu sendiri, akan anda tipu mentah mentah, anda akan memanfaatkan kekayaannya untuk kesenangan anda sendiri, bener ngga mas ?, bener sih pak, cuman saya ga punya pilihan lain pak ?, kalau saya keluar apakah semua itu tidak akan diminta lagi, atau paling tidak diberitahukan pada isteri saya, bagaimana ? tentu isteri saya akan stress berkepanjangan, tapi kalau saya terus tenggelam, saya akan merasakan tidak nyaman dalam hidup ini.

 

Mas gito, ada satu ayat :

“Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Israa’: 32)

 

 

Anda orang Jawa tentu inget dengan kalimat : rejeki, jodoh dan mati itu urusan Gusti Allah

Nah sekarang, apa yang anda sangsikan lagi, jangan sampai anda karena ini, jauh dari Gusti Allah, katanya dulu anda sering ke mesjid, rajin ngaji, sekarang ga sama sekali, apakah ini ga menambah beban batin diri anda ?, kata bapakq : mendekati perzinahan itu sama dengan kita mendekati bara api kemudian kita akan terbakar “, didalam perzinahan akan selalu dikuti kemaksiatan yang lain, misalnya minum alkohol, judi, de EL EL.

Menurut saya menanggung resiko masih sedikit, lebih bagus daripada ntar resikonya makin besar, anda malah ga bisa menghindar !. cobalah hindari dengan pertengkaran pertengkaran kecil dahulu, sebagai uji coba, bagaimana reaksi, bila tak bereaksi, artinya anda akan terjerat makin dalam, bila ada reaksi, anda juga harus memikirkan solusinya kelak.

 

Pakde saya, masuk dulu yaa pak, sampe ketemu di surabaya ……..

 

 

Kesimpulan :

  1. Ternyata di Gunung ada kemaksiatan, di laut ada kemaksiatan, di kota juga ada sehingga bila gusti Allah kasih bencana yooo kudu sabar yang kena sialnya orang berbuat maksiat
  2. “Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Israa’: 32)

Al-Imam Ath-Thabari rahimahullah mengatakan, “Dan zina merupakan sejelek-jelek jalan, karena ia adalah jalannya orang-orang yang suka bermaksiat kepada Allah subhanahu wata’ala, dan melanggar perintah-Nya. Maka jadilah ia sejelek-jelek jalan yang menyeret pelakunya kedalam neraka Jahannam.” (Tafsir Ath-Thabari, 17/438)

 

Asy-Syaikh As-Sa’di rahimahullah menafsirkan lafazh ayat (yang artinya) “suatu jalan yang buruk” dengan perkataannya, “Yaitu jalannya orang-orang yang berani menempuh dosa besar ini.” (Lihat Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 457)

 

Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah menyatakan bahwa Allah subhanahu wata’ala mengabarkan tentang akibat perbuatan tersebut. Bahwasannya perbuatan tersebut adalah sejelek-jelek jalan. Karena yang demikian itu dapat mengantarkan kepada kebinasaan, kehinaan, dan kerendahan di dunia serta mengantarkan kepada adzab dan kehinaan di akhirat. (Lihat Al-Jawab Al- Kafi, hal. 206)

 

  1. Kalau pengen hidup sejahtera, nyaman dan aman, jangan pergunakan kemasiatan sebagai kendaraan untuk mendapatkan
  2. Secepatnya kita harus melepaskan dari jeratan kemaksiatan, karena makin dalam, akan makin sulit, kita melepaskan…..

 

 

Semoga ini dapat kita pake sebagai pengalaman dan renungan…

 

 

Pakde Azemi

Ngicipi rengginang Lorjuk Suramadu

Nyeruput Kopi LOBAK

 

 

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s